Potensi Kembali Berbedanya Awal Puasa 2026? Antara Pemerintah, NU dan Muhammadiyah

- Editor

Minggu, 8 Februari 2026 - 06:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampakan hilal penentu Bulan Ramadhan 1447 Hijriyah Foto: Ilustrasi/Net.

Penampakan hilal penentu Bulan Ramadhan 1447 Hijriyah Foto: Ilustrasi/Net.


Perbedaan pendekatan dalam menentukan posisi hilal yang digunakan oleh pemerintah, organisasi keagamaan, dan kalangan peneliti, berpotensi menjadi tidak seragamnya menenrukan awal Ramadan 1447 Hijriah atau puasa 2026.


Jakarta, tujuhmenit.com- Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi awal puasa tahun ini berpeluang jatuh pada tanggal berbeda, yakni antara 18 atau 19 Februari 2026, tergantung kriteria yang digunakan.

Koordinator Kelompok Riset Astronomi dan Observatorium Pusat Riset Antariksa BRIN, Prof. Thomas Djamaluddin, menjelaskan sumber perbedaan kali ini bukan lagi perdebatan posisi hilal semata, melainkan penggunaan konsep hilal lokal dan hilal global.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Potensi perbedaan awal Ramadan 1447 H cukup besar. Bukan karena data astronominya berbeda, tetapi karena kriteria yang digunakan, apakah berbasis wilayah lokal atau global,” ujar Thomas mengutip detik.com, Jumat (6/2/2026).

Thomas menjelaskan, mayoritas ormas Islam dan pemerintah Indonesia menggunakan pendekatan hilal lokal, yaitu mensyaratkan visibilitas hilal di wilayah Indonesia.

“Pada magrib 17 Februari, posisi bulan masih di bawah ufuk. Karena itu, jika memakai hilal lokal, awal Ramadan jatuh pada 19 Februari 2026,” jelasnya.

Namun, hasilnya berbeda jika menggunakan pendekatan hilal global, yakni selama hilal sudah memenuhi kriteria di wilayah manapun di dunia dan konjungsi terjadi sebelum fajar di Selandia Baru.

“Dengan kriteria global, posisi hilal pada 17 Februari sudah memenuhi syarat di Alaska. Maka awal Ramadan bisa ditetapkan pada 18 Februari 2026,” tambah Thomas.

Pemerintah Tunggu Sidang Isbat
Penetapan resmi awal Ramadan di Indonesia tetap berada di tangan Kementerian Agama RI melalui sidang isbat. Kemenag menjadwalkan pengamatan hilal dan sidang isbat pada 17 Februari 2026.

Berdasarkan prakiraan BMKG, posisi hilal saat matahari terbenam pada 17 Februari masih berada di bawah ufuk di seluruh wilayah Indonesia. Ketinggian hilal tercatat berkisar antara minus 2,41 derajat di Jayapura hingga minus 0,93 derajat di Tua Pejat, Sumatera Barat.

Baca Juga  Inilah 5 Keutamaan Shalat Tahajud yang Harus Anda Ketahui!

Artinya, secara rukyat, hilal diperkirakan belum mungkin terlihat pada hari tersebut. Jika merujuk kriteria ini, awal Ramadan kemungkinan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Indonesia sendiri menggunakan kriteria imkanur rukyat yang disepakati negara anggota MABIMS, yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Pada 18 Februari 2026, BMKG mencatat posisi hilal sudah berada di atas horizon dengan ketinggian antara 7,62 derajat hingga 10,03 derajat, serta elongasi di atas 10 derajat, yang secara teori telah memenuhi kriteria visibilitas

Muhammadiyah Sudah Tetapkan
Pendekatan hilal global digunakan oleh Muhammadiyah. Melalui maklumat resmi, Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan tersebut didasarkan pada hisab hakiki dengan acuan Kalender Hijriah Global Tunggal yang digunakan internal Muhammadiyah

NU Masih Menunggu Rukyat
Sementara itu, Nahdlatul Ulama belum mengumumkan keputusan resmi. NU masih menunggu hasil rukyatul hilal menjelang akhir Syaban. Meski begitu, berdasarkan kalender Almanak NU, awal Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, sejalan dengan pendekatan hilal lokal yang umum digunakan.

Dengan demikian, awal puasa 2026 berpotensi berbeda antara 18 dan 19 Februari. Pemerintah mengimbau masyarakat menunggu hasil sidang isbat sebagai keputusan resmi nasional, sembari menghormati perbedaan metode yang digunakan masing-masing pihak.***

Berita Terkait

Jam Kerja ASN di Pemkot Cimahi Berkurang 60 Menit Selama Ramadhan
Kapan Malam Nisfu Sya’ban 2026? Amalan Apa Saja yang Dianjurkan? 
Perbanyak Shalawat kepada Nabi Muhammad di Bulan Ini!!! 
Refleksi Isra’ Mi’raj Yang Bisa Kita Petik Dalam Kehidupan Sehari-Hari
Jangan Lewatkan! Inilah 7 Keutamaan Bulan Rajab dan Amalan Yang Harus Anda Ketahui
Terhapus Dosa dan Terkabulnya Hajat, Inilah Fadilah Bershalawat Pada Rasulullah
Inilah 5 Keutamaan Shalat Tahajud yang Harus Anda Ketahui!
Inilah 12 Fadilah Amalan Puasa Senin Kamis Yang Harus Diketahui
Tag :

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 11:31 WIB

Iran Turup Selat Hormuz, Krisis Minyak Dunia Bakal Terjadi

Rabu, 4 Februari 2026 - 13:50 WIB

Terima Suap, Mantan Petinggi Majelis China Divonis Seumur Hidup

Senin, 2 Februari 2026 - 22:11 WIB

IRGC Dianggap Teroris! Iran Meradang, Panggil Dubes Uni Eropa

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:16 WIB

AS Darurat Nasional, Trump Ancam Pemasok Minyak ke Kuba

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:28 WIB

Korban atau Pelaku Scam? Ribuan WNI Minta Dipulangkan dari Kamboja

Senin, 26 Januari 2026 - 15:38 WIB

Perang Dunia 3 Pecah!!! Inilah Wilayah Aman, Salah Satunya Indonesia?

Senin, 10 November 2025 - 09:01 WIB

Tanggal 3 Januari 2026 Diperingati sebagai Hari Apa? Ini Daftar Hari Penting Nasional dan Internasional

Senin, 10 November 2025 - 02:15 WIB

2 Januari 2026 Jadi Hari Apa? Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional

Berita Terbaru

Wakil Presiden ke-6 RI, Jenderal Purn. Alm. Try Surtisno.

Nasional

Indonesia Berduka, Try Sutrisno Tutup Usia

Senin, 2 Mar 2026 - 11:18 WIB