Sejarah Nama Badai: Mulai dari Nama Wanita hingga Buah-buahan

- Editor

Rabu, 19 November 2025 - 12:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AdinJavaBadai, badai topan, atau siklon tropis adalah peristiwa atmosfer besar yang terjadi di atas permukaan laut dan dapat menyebabkan kerusakan yang sangat besar.

Ketiganya merupakan suatu kejadian yang sama, tetapi memiliki nama yang berbeda tergantung daerahnya. Di Indonesia, kejadian tersebut umumnya dikenal sebagai siklon tropis.

Dampak yang timbul akibat adanya siklon tropis meliputi angin kencang, hujan lebat, banjir, serta gelombang besar di suatu daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, menariknya, badai tropis ini sering diberi nama-nama yang istimewa dan selalu berbeda setiap kali.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui akun Instagram resminya rutin memberikan pemberitahuan mengenai berbagai siklon tropis yang terdeteksi di wilayah tersebut. Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta.

Nama-nama seperti Kalmaegi dan Fung-Wong teramati pada bulan Oktober-November 2025. Selain itu, juga terdapat Badai Melissa yang berada di Jamaika.

Lalu, berasal dari mana penamaan badai itu?

Asal usul penamaan badai siklon tropis

Stasiun Peringatan Badai Siklon Tropis (TCWC) Jakarta dari BMKG, Agus Salim mengatakan, bahwa pemberian nama badai siklon tropis dilakukan agar memudahkan komunikasi antarstasiun cuaca.

“Menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), sistem penggunaan nama badai tropis awalnya diciptakan agar memudahkan komunikasi antara stasiun cuaca, kapal laut, dan lembaga pemantau yang tersebar luas,” ujar Agus saat dihubungi.AdinJava, Sabtu (8/11/2025).

Penggunaan nama unik dan pendek ini diketahui lebih efektif dibandingkan metode lama yang memakai koordinat lintang–bujur.

Ini juga bisa mengurangi kebingungan ketika beberapa badai terjadi secara bersamaan di daerah yang berbeda.

“Secara historis, penggunaan nama badai tropis dimulai di Kepulauan Karibia, di mana badai diberi nama berdasarkan hari kudus dalam kalender gereja,” kata Agus.

Baca Juga  Cara Mudah Menghasilkan Uang dengan Menonton Video Online Harian di Indonesia

Mendekati akhir abad ke-19, Clement Wragge, seorang ahli meteorologi dari Australia, mulai memberi nama wanita pada badai tropis.

Praktik ini kemudian menyebar secara luas, khususnya selama Perang Dunia II, ketika para ahli meteorologi militer Amerika Serikat (baik dari Angkatan Darat maupun Angkatan Laut) mulai menggunakan nama wanita agar mempermudah pembahasan dalam penyusunan peta cuaca.

Pada tahun 1953, Amerika Serikat secara resmi memulai penggunaan nama-nama perempuan untuk badai tropis, menggantikan sistem lama yang berbasis alfabet fonetik (seperti Able, Baker, Charlie).

Namun, setelah muncul kritik mengenai ketimpangan gender, Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada tahun 1978–1979 menetapkan aturan baru agar daftar nama badai tropis mencakup nama laki-laki dan perempuan secara bergantian.

“Oleh karena itu, alasan utama dalam menggunakan nama badai adalah untuk meningkatkan kejelasan komunikasi, efisiensi penyampaian informasi, serta konsistensi global dalam pelaporan peristiwa cuaca ekstrem,” tambah Agus.

Penggunaan nama badai tropis di Indonesia

Di siklon tropis yang berkembang di wilayah tanggung jawab TCWC Jakarta, Agus menyatakan, akan diberi nama bunga dan buah.

Penggunaan nama bunga dan buah tersebut dimaksudkan agar lebih mudah diingat dan tidak menimbulkan rasa takut.

“Selain itu, sesuai dengan nama wilayah di kawasan laut Samudra Hindia bagian tenggara dan Samudra Pasifik barat daya,” katanya.

Selanjutnya, Agus menyampaikan bahwa nama-nama yang digunakan akan dibagi menjadi dua daftar nama badai.

“Daftar pertama adalah daftar A yang menjadi daftar utama, sedangkan daftar B merupakan daftar cadangan,” ujar Agus.

Penggunaan nama tersebut dilakukan secara bergantian. Daftar nama badai tropis dalam daftar A nantinya akan dihapus jika menimbulkan dampak yang besar.

Selanjutnya, contoh nama-nama dalam daftar A meliputi Anggrek, Bakung, Cempaka, Dahlia, Flamboyan, Kenanga, Lili, Melati, Rambutan, Teratai.

Baca Juga  Perbandingan 3 Susu Penggemuk Terbaik: Flyon, WookeyWight, dan Cuerpo, Mana yang Paling Efektif?

“Sementara nama-nama dalam daftar B, yaitu Anggur, Belimbing, Duku, Jambu, Lengkeng, Manggis, Nangka, Pepaya, Terong, Sawo,” ujar Agus.

Berita Terkait

Kenaikan Gaji Pensiun PNS Tahun 2024, Taspen Bantah Info November 2025
Kucing Bisa Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai
Ban Lebih Lebar: Manfaat dan Risikonya
Jawa Timur Juara Nusantaraya di ICCF 2025, Buktikan Kepemimpinan Ekonomi Kreatif Nasional
Kasus Perundungan di Sekolah yang Berujung Bencana
4 Teh Pemecah Kolesterol
Jika Tidak Bisa Lakukan 8 Hal Ini, Anda Mungkin Tua Lebih Cepat, Kata Psikologi
Lava Agni 4 Dikabarkan Punya Pengisian Cepat 45W, Kompetitor Harus Waspada!

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:02 WIB

Ngatiyana Akui Kemacetan Bukan Kesalahan Petugas, Tapi Tanggung Jawab Penuh Wali Kota Cimahi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 07:05 WIB

Wali Kota Cimahi Mohon Maaf Atas Kemacetan, Proyek Infrastruktur Serentak Ditarget Selesai Akhir Tahun

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:50 WIB

Selain Tutup Informasi 6 Perusahaan Peserta Mikom Proyek SMPN 14 yang Gugur, Sekdis Beberkan Review DED yang Tak Diketahui Publik

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:48 WIB

Kantor RW 25 Melong Diresmikan: Wali Kota Sebut Ini Bukan Sekadar Bangunan, Tapi Rumah Bersama Warga

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:55 WIB

Rekayasa Lalin Underpass Gatsu Berlangsung hingga Desember, Warga Diminta Siap-Siap Macet

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:01 WIB

Ngatiyana: Jadikan HUT RI Sebagai Momentum Refleksi Pembangunan Untuk Kesejahteraan Rakyat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:39 WIB

Sejumlah Proyek Infrastruktur Di Cimahi Segera Dimulai, Wali Kota Ingatkan Macet Bukan Alasan Terlambat

Kamis, 13 Agustus 2026 - 05:49 WIB

Wali Kota Cimahi Turun Langsung, Pimpin Operasi Pemberantasan Miras di Leuwigajah

Berita Terbaru