Universitas AS Tingkatkan Lulusan Tak Tergantikan oleh AI

- Editor

Kamis, 4 Desember 2025 - 05:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) semakin pesat, baik dalam hal kemampuan maupun pemanfaatannya. Di balik kemajuan tersebut, muncul kekhawatiran besar apakah teknologi ini akan menggantikan jutaan pekerjaan manusia, khususnya di Amerika Serikat?

Kekhawatiran tersebut paling terasa di kalangan generasi muda. Survei yang dilakukan oleh Glassdoor menunjukkan, 70 persen generasi Z merasa AI membuat mereka meragukan keamanan karier di masa depan. Dalam survei lainnya, 65 persen peserta menyatakan bahwa gelar sarjana tidak lagi memberikan jaminan perlindungan dari gelombang otomatisasi yang didasarkan pada AI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah Amerika Serikat terlihat tidak takut. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap AI, tetapi lebih baik belajar menyesuaikan diri.

“Ketahui tentang AI. Karena ketika kita memiliki keterampilan dan kemampuan dalam menggunakan AI, maka akan membuatmu menjadi orang yang dibutuhkan di dunia kerja,” kata Bessent kepadaCNBC beberapa waktu lalu.

Di tengah kekhawatiran tersebut, sebuah perguruan tinggi kecil di Pegunungan Adirondack, New York, mengambil pendekatan yang berbeda. Paul Smith’s College justru berupaya mempersiapkan mahasiswanya agar mampu menghadapi dampak dari AI, dengan kurikulum berbasis profesi nyata yang sulit digantikan oleh mesin.

Pada musim gugur ini, kampus tersebut mengalami peningkatan sebesar 30 persen dalam jumlah pendaftar baru. Menurut Kathy Bonavist, Wakil Presiden Bidang Pengembangan dan Penerimaan Mahasiswa dari Paul Smith’s College, peningkatan ini terjadi karena banyak calon mahasiswa mencari jalur karier yang lebih stabil di tengah perkembangan AI, seperti kehutanan, ilmu lingkungan, pengelolaan satwa liar, hingga perhotelan dan bisnis aplikatif. Semua bidang ini memerlukan kemampuan menyelesaikan masalah dunia nyata serta sentuhan manusia yang tidak bisa digantikan oleh mesin.

Baca Juga  Harga Servis MINI Cooper: Estimasi Terbaru

Pendidikan kami berlandaskan tangan yang kuat dan pikiran yang cerdas. Kami membekali lulusan untuk bekerja langsung di lapangan, di tempat yang tidak terduga, serta memerlukan penilaian manusia.– Kathy Bonavist, Wakil Presiden untuk Pengembangan dan Penerimaan Mahasiswa, Paul Smith’s College –

Terletak di tengah enam juta hektar hutan alami, Paul Smith’s College telah lama dikenal sebagai institusi yang menawarkan pendidikan berbasis lahan dan keterampilan lapangan, bukan pekerjaan kantor yang bergantung pada teknologi canggih.

“Paul Smith’s telah berdiri sejak 1946, dan bisa dikatakan sejak awal kami sudah mampu menghadapi AI,” kata Bonavist sebagaimana dilaporkan.NewsweekKini, kami hanya memperkuat posisi tersebut.

Seorang mahasiswa bernama Gavin Tufo yang mengambil jurusan Arboriculture and Landscape Management merasa pendekatan kampus ini memberinya pengalaman yang sangat berharga.

“Saya mempelajari banyak hal yang sebelumnya bahkan tidak pernah terpikir oleh saya. Siapa yang tidak ingin belajar sambil mendaki pohon?” katanya.

Di sisi lain, mahasiswa jurusan Manajemen Hutan Ekologis, Liam Carroll, awalnya memilih Paul Smith’s College karena cintanya terhadap alam, bukan karena takut terhadap AI. Namun sekarang, melihat seberapa cepat perkembangan teknologi, ia justru merasa lebih tenang.

Saya merasa lega, karena pekerjaan yang bisa saya fokuskan nanti termasuk yang paling sulit digantikan oleh AI,” katanya. “Apapun yang mampu dilakukan AI di masa depan, dunia tetap akan membutuhkan orang-orang yang memiliki pendidikan di bidangnya, benar-benar turun ke lapangan, melakukan penelitian, atau memotong pohon secara langsung.

Bonavist menegaskan bahwa kampusnya tidak menentang AI. Mereka menyadari bahwa teknologi ini mulai masuk ke berbagai bidang seperti perkebunan dan pertanian. Namun, pendekatan mereka adalah menerima AI, sambil memastikan bahwa manusia tetap memiliki peran yang signifikan.

Baca Juga  Elon Musk Diberi Paket Gaji Rp16,7 Triliun oleh Pemegang Saham Tesla

Kami tidak mengabaikan peluang besar yang ditawarkan oleh AI,” katanya. “Namun kami tetap berpegang pada fakta bahwa pekerjaan selalu memiliki sisi teknis dan sentuhan manusia.

Mahasiswa dari Paul Smith’s College, menurutnya, dilatih tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga di hutan, dapur, dan bengkel.

“Mereka tidak hanya mempelajari konsep dasar. Mereka benar-benar langsung terlibat dalam praktik nyata. Datang ke kampus pukul lima pagi untuk mulai bekerja di dapur. Mereka pergi ke hutan, belajar mengelola area tersebut serta mengemudikan alat berat,” kata Bonavist.

Tufo menegaskan, bahkan dalam sektor perhutanan, kecerdasan buatan tetap tidak mampu menggantikan manusia.

AI masih memiliki peran di industri kehutanan, baik dalam mesin maupun komputer. Namun, AI tidak memiliki penglihatan dan pemikiran seperti manusia. Tidak ada dua pohon yang sama, dan kondisi tanah atau lingkungan tidak pernah identik. Banyak faktor yang hanya bisa dipahami melalui pengalaman manusia, dan AI tidak dapat memahami hal tersebut secara langsung.

Peristiwa di Paul Smith’s College mencerminkan tren yang lebih luas. Ketika AI mulai mengancam semakin banyak pekerjaan kantoran, generasi muda mulai mempertimbangkan kembali pilihan karier mereka. Survei dari Jobber menunjukkan bahwa 77 persen Gen Z sekarang melihat pentingnya memilih profesi yang sulit diotomasi. Banyak dari mereka yang lebih percaya bahwa masa depan berada di bidang seperti pekerjaan manual dibandingkan dunia pengembangan perangkat lunak atau analisis data.

Berita Terkait

Kenaikan Gaji Pensiun PNS Tahun 2024, Taspen Bantah Info November 2025
Kucing Bisa Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai
Ban Lebih Lebar: Manfaat dan Risikonya
Jawa Timur Juara Nusantaraya di ICCF 2025, Buktikan Kepemimpinan Ekonomi Kreatif Nasional
Kasus Perundungan di Sekolah yang Berujung Bencana
4 Teh Pemecah Kolesterol
Jika Tidak Bisa Lakukan 8 Hal Ini, Anda Mungkin Tua Lebih Cepat, Kata Psikologi
Lava Agni 4 Dikabarkan Punya Pengisian Cepat 45W, Kompetitor Harus Waspada!

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 06:25 WIB

Pemkot Cimahi Catat Penurunan Tagihan Listrik Rp26 Juta Akibat WFH

Rabu, 15 April 2026 - 20:03 WIB

Dukung Program MBG, Dinkes Cimahi Gelar Pelatihan Keamanan Pangan SPPG

Rabu, 15 April 2026 - 09:04 WIB

Walikota Cimahi Berikan Pesan Pentingnya Kualitas dan Higienis

Selasa, 14 April 2026 - 19:13 WIB

ASN Cimahi WFH Setiap Jumat, Fokus pada Hasil Kerja Bukan Sekadar Hadir

Selasa, 14 April 2026 - 11:07 WIB

DPRD Cimahi Minta Pemkot Tegas, Jangan Lembek Urusi Tata Ruang

Selasa, 14 April 2026 - 10:52 WIB

Tingginya Harga Plastik, DLH Cimahi Sebut Momentum Kurangi Barang Sekali Pakai

Selasa, 14 April 2026 - 06:57 WIB

Jenazah Kapten Zulmi Tiba di Cimahi, Wali Kota: Almarhum Harumkan Nama Bangsa

Selasa, 14 April 2026 - 06:53 WIB

Pertahankan Predikat Istimewa, Disdukcapil Cimahi Percepat Digitalisasi

Berita Terbaru