Jakarta, tujuhmenit. com – Pencabutan mandat terhadap Charles Holland Taylor sebagai penasihat khusus internasional di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), semakin memanskan suhu politik ditubuh organisasi keagamaan ini. Pencabutan itu sendiri dilakukan Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar.
Bahkan sebelumnya Ketua PBNU, Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), didesak mundur dari jabatannya.
Seperti yang dilansir detikcom, Minggu (23/11/2025), pencabutan mandat tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 4780/PB.23/A.II.10.71/99/11/2025 tertanggal 22 November 2025. Keputusan ini diambil lantaran Holland Taylor diduga terafiliasi dengan jejaring berpotensi mencoreng eksistensi politik luar negeri NU.
Ketua PBNU, Umarsyah, membenarkan adanya pencabutan mandat terhadap Holland Taylor sebagai penasihat khusus Gus Yahya. Dan pencabutan tersebut sudah final.
“Iya benar, surat dari Rais Aam itu mencabut mandat bagi Holland Taylor,” ujarnya.
Dengan adanya dinamika tersebut, Umarsyah mengimbau kepada jajaran pengurus NU dari pusat hingga daerah agar tetap menjaga kondusifitas dengan tidak terpengaruh dengan adanya provokasi.
“Kami minta seluruh pengurus NU mulai dari pusat hingga daerah tetap tenang dan menunggu keputusan Syuriah PBNU yang dipimpin Rais Aam KH Miftachul Akhyar,” imbuhnya. (Deka)






