Ahmad Khozinudin: Bukan Ekologi, Deforestasi Biang Kerok Bencana Alam di Sumatra

- Editor

Kamis, 25 Desember 2025 - 22:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ahmad Khozinudin saat menyinggung deforestasi menjadi sumber bencana di Sumatra./tujuhmenit.com

Foto: Ahmad Khozinudin saat menyinggung deforestasi menjadi sumber bencana di Sumatra./tujuhmenit.com

JAKARTA,tujuhmenit.com- Deforestasi atau pembalakan hutan yang dilakukan secara ugal-ugalan merupakan biang kerok dari bencana alam yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatra Barat. Tindakan kejahatan terhadap alam ini seakan dibiarkan menjadi malapetaka yang menyengsarakan rakyat.

Hal ini ditegaskan Advokat Ahmad Khozinudin yang juga dikenal sebagai aktivis penentang oligarki dalam acara ‘Rakyat Bersuara’ di iNews TV, Selasa (23/12/2025).

“Saya mau tegaskan tidak ada industri sawit di negeri kita itu yang dibangun di atas pembebasan kebun-kebun rakyat. Beberapa saja lah pake plasma. Mayoritasnya adalah apa? Mengambil lahan hutan kita, itu dikonfersi menjadi sawit,” katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masih menurut Ahmad, pada saat Menko Marves, Luhut Binsar Panjaitan melakukan audit terhadap lahan sawit-sawit ilegal. Dari 9 juta ha lahan yang diaudit, terbukti ada 3,3 juta lahan sawit ilegal. Lalu apa yang dilakukan negara dengan keberadaan lahan ilegal tersebut, Negara hanya menormalisasi keberadaan lahan tersebut dengan sistem pemutihan.

“Apa yang bisa diambil dari proses memutihkan ini? Gak ada efek jera. Makanya pembalakan hutan itu makin merajalela, gak peduli rakyat nanti akan banjir seperti apa,” tegasnya.

Khozinudin pun menyayangkan kenapa hari ini kita hanya mengarahkan kepada rakyat kecil, misalnya tidak belajar tentang bagaimana memperlakukan lingkungam dengan baik, sekolah- sekolah dipersalahkan karena tidak mengajarkan anak bagaimana memperlakukan hutan.

“Tapi oligarki kayu, oligarki sawit ini tidak pernah di hukum oleh negara. Itu perusahan besar, semua juga udah tau pemainnya, saya gak perlu spil di sini. Yang mau saya katakan, itu dari modus izin konsensi misalnya ya 100 ribu ha yang di buka, yang dikerjakan 250 ribu ha. Artinya ada perluasan yang membabat hutan di luar luasan wilayah konsensi,” tegasnya.

Baca Juga  Hari Kelima Evakuasi Korban Bencana Longsor, Dua Mayat Ditemukan

Di luar itu ada yang benar-benar ilegal, sampai hari ini belum disentuh. Dengan kondisi seperti itu Ahmad pun mempertanyakan, apakah negara benar-benar bisa hadir membersamai rakyat?

“Saya benar-benar tersentuh dengan apa yang disampaikan Mualim (Gubernur Aceh),  Kita tidak bisa berharap lagi selain pada Allah. Kalau berharap pada manusia kecewa! Itu tamparan keras pada pemerintah sebenarnya,”tagasnya.

Stetmen dari Aceh itu mengkonfirmasi bahwa tidak ada lagi yang bisa diharapkan, walaupun ditegaskan Ahmad mungkin ungkapan yang Dia sampaikan dengan gaya bahasa hiperbola, namun itulah fungsi dari rakyat.

“Jangan harapkan fungsi rakyat itu seperti buzer, ada yang benar di puji-puji. Enggak! Rakyat itu dalam konteks akidah Islam amar ma’ruf nahi munkar ada dua. Pertama, kalau kekuasaan itu benar, kita diemin udah cukup itu point. Yang kedua kalau keliru memang harus bersuara,” katanya. ***

Berita Terkait

Dinilai Rendahkan Profesi Jurnalistik, PWI Sesalkan Pernyataan Hotman Paris
Haris Faisal Sampaikan Duka Mendalam Atas Wafatnya dr. Icha Akibat Dugaan Intimidasi
Usai Kasus Dugaan Korupsi di BGN, FWK Desak Presiden Prabowo Lakukan Evaluasi Menyeluruh Program MBG
Israel Cegat Misi Kemanusiaan ke Gaza, PWI Pusat Kecam Penahanan Jurnalis Indonesia
Media Siber Sebagai Ruang Belajar Kedua, JMSI: Wajib Hadirkan Konten yang Mendidik
Lipan 3108-1 Gelar Anniversary Ke 18 di AWC, Tidak Sedarah Tapi Lebih Dari Saudara
Lemahnya Komunikasi Publik Pemerintah Di Tengah Krisis Global, Jadi Sorotan FWK
Garuda MP Deklarasikan Prabowo-Gibran Hingga Paripurna 2029
Tag :

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 08:08 WIB

Polantas Menyapa Tetap Hadir di Samsat Cimareme, Layanan Administrasi Kian Santun dan Dekat

Senin, 20 Juli 2026 - 08:04 WIB

Lewat Polantas Menyapa, Layanan Samsat Cimahi Kian Terbuka dan Diapresiasi Warga

Sabtu, 18 Juli 2026 - 06:35 WIB

Samsat Cimahi: Cetak TNKB Sekaligus Beri Edukasi Lewat Pendekatan Humanis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 06:31 WIB

Lewat Polantas Menyapa, Satlantas Polres Cimahi Tanamkan Kesadaran Tertib Administrasi di Samsat Cimareme

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:40 WIB

Polantas Menyapa di Samsat Cimahi, Satlantas Polres Cimahi Hadirkan Pelayanan Presisi dan Humanis

Kamis, 16 Juli 2026 - 05:21 WIB

Lewat Polantas Menyapa, Layanan Samsat Cimareme Kian Dekat dan Mudah Dipahami Warga

Kamis, 16 Juli 2026 - 05:17 WIB

Samsat Cimahi Luncurkan Layanan Drive Thru & E-Samsat: Lebih Cepat, Praktis, dan Penuh Keramahan

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:45 WIB

Samsat Cimareme Bimbing Warga Urus Dokumen Kendaraan Secara Resmi dan Bebas Calo

Berita Terbaru