Kota Cimahi, tujuhmenit.com – Camat Cimahi Selatan Rika Martiana, dengan ditemani Lurah Utama Sri Astuti meninjau lokasi banjir di daerah kelurahan Urama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi tak terkecuali SMK/MTS Mohamad Toha Cimahi.
Pada Minggu 25 Januari 2026, banjir melanda kawasan Cibodas Kelurahan Utama Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, akibatnya fasilitas umum seperti jalan, rumah, sekolah dan lainya rusak. Kondisi tersebut mendapat respons langsung dari
Camat Cimahi Selatan, Rika Martiana menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan dan respons dari Pemerintah Kota Cimahi, dalam hal ini Camat dan Lurah yang terlambat datang dan melihat kondisi banjir yang dialami di SMK MTS Mohamad Toha Cimahi ini.
“Pemerintah Kota Cimahi dalam hal ini Camat Cimahi Selatan dan Lurah Utama mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak pengelola SMK MTS Mohamad Toha yang begitu cepat respons dan tanggap mengatasi paska banjir sehingga hari ini anak-anak sudah bisa belajar walaupun kondisinya masih belum normal,” kata Rika, Selasa (27/1/2026).
Selain itu, Rika juga menyampaikan permohonan maaf nya lantaran baru datang hari ini ke lokasi banjir.
“Sekali lagi mohon maaf yang sebesarbesarnya atas keterlambatan melihat langsung kondisi SMK MTS Mohamad Toha Cimahi paska banjir beberapa hari yang lalu. Jujur kami baru mendapat informasi dari Ketua PWI Kota Cimahi Bapak Ganda Tampubolon tentang kondisi banjir yang terjadi di SMK MTS Mohamad Toha Cimahi dan saya bersama Lurah Utama langsung bergerak cepat mengunjungi Sekolah SMK MTS Mohamad Toha Cimahi,” ungkapnya.
Sementara, Kepala SMK Mohamad Toha Cimahi Panji Ahmad Nurani,mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kota Cimahi, khususnya kepada Camat Cimahi Selatan dan Lurah Utama yang telah datang dan melihat langsung kondisi paska banjir yang terjadi di SMK MTS Mohamad Toha Cimahi.
“Dengan kejadian banjir ini, terpaksa kami membersihkan sekolah dengan lumpur setinggi 1,5 meter, yang hampir masuk ke ruangan kelas, mushola, ruang guru, ruang TU, Kantor Ketua Yayasan, ruang kepala sekolah, dan ruang perpustakaan. Dan warung warung kantin sekolah semuanya tergenang dengan ketinggian air sekitar 2 meter. Bahkan ada tembok sekolah yang roboh. Dan yang paling parah ketinggian lumpur hampir 1,5 meter yang menutupi seluruh halaman sekolah,” tutur Panji.
Selanjutnya Panji memaparkan, pada hari pertama dan kedua paska banjir, seluruh guru dan TU bersama-sama membersihkan lingkungan sekolah dan di hari ke-2 masuk sekolah meliburkan kegiatan belajar mengajar dan bersama-sama seluruh guru dan murid turun membersihkan lumpur.
“Untuk membantu proses pembersihan lumpur, terpaksa kami membeli mesin pompa dan peralatan lainnya untuk membantu proses pembuangan lumpur setinggi 1,5 meter. Alhamdulillah dengan kerja keras dan gotong royong dari seluruh guru, TU, termasuk seluruh siswa perlahan lumpur banjir sudah bisa dibersihkan. Dan pada hari ke-3 paska banjir anak-anak sudah mulai bisa belajar dengan kondisi yang masih belum normal pada banjir,” pungkasnya. (eri)






