Bandung Barat. tujuhmenit. com –
Di tahun 2026 tercatat sekitar 349 rumah warga kurang mampu di Kabupaten Bandung Barat (KBB) akan mendapat bantu program perbaikan rumah tidak layak huni (RTH). Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) KBB, Anni Roslianti, Rabu (26/11/2025).
“Tahun 2026 dari quota 349 unit, ada 111 unit di kawasan kumuh mendapatkan CPCL (Calon Penerima dan Calon Lokasi). 238 unit lainnya di luar kawasan kumuh,” kata Anni.
Masih menurut Anni, seperti yang dilansir Republika.co.id, penerima perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) secara gratis ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2025 ini ada sebayak 277 rumah yang mendapat bantuan RTH. Sebanyak 101 unit berada di kawasan kumuh dan 176 unit lainnya di luar kawasan kumuh.
Selain bersumber dari APBD, program rutilahu ini juga mendapatkan bantuan dari sumber dana lainnya, seperti dari perusahaan melalui program corporate social responsibility (CSR), bantuan Provinsi Jabar dan juga bantuan dari Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
“Tahun ini dari
Program CSR sebanyak 100 unit. Dari provinsi sebanyak 40 unit dan BSPS sebanyak 249 unit,” katanya.
Saat ini terdata sebanyak
15.410 unit rumah tidak layak huni yang menunggu bantuan perbaikan. Data tersebut didapatkan pihaknya dengan melakukan survey ke lapagan, rumah mana saja yang membutuhkan bantuan di setiap desa dan kecamatan.
Dari data tersebut yang sudah diakomodir dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2024-2029 sekitar 4.000 unit dari APBD KBB. Diharapkan bantuan RTH dapat terselesaikan sesuai dengan rencana yang telah dicanangkan. ***






