Ringkasan Berita:
- Warung bakso di Solo akhirnya kembali beroperasi setelah terjadi perdebatan mengenai label halal dan non halal.
- Wali Kota memberikan sanksi kepada dalang di balik kontroversi bakso yang viral di Solo.
- Pelaku di balik label non halal tersebut adalah pegawai pemerintah daerah yang sering melakukan pengawasan
AdinJavaSosok di balik viralnya warung bakso yang diberi label Non Halal akhirnya terbongkar.
Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta memberikan sanksi kepada petugas yang salah dalam menandai warung Bakso Remaja Gading sebagai tidak halal.
Ternyata pelaku yang menyebabkan kerugian pada Warung Bakso di Solo adalah seorang pegawai pemerintah kota.
Tindakan tegas ini dilakukan setelah beredarnya surat dan stiker yang tidak halal, yang sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat.
Warung Bakso Remaja Gading diketahui kembali beroperasi pada Jumat (7/11/2025) setelah diumumkan bebas dari bahan yang tidak halal.
Sanksi tegas
Sebelumnya, warung ini pernah diberitakan menggunakan bahan yang tidak halal karena kesalahan dari petugas dalam pemberian label.
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menyatakan bahwa petugas yang melakukan kesalahan dalam memberikan label telah menerima hukuman.
Kesalahan itu sempat memicu kecemasan setelah beredar surat dan stiker tidak halal yang ditempel di kios tersebut.
“Kita juga telah memberikan hukuman yang keras. Biar Kemenag yang menetapkan sanksi,” ujar Respati.
Respati menekankan bahwa proses pemberian label halal maupun non-halal harus dilakukan dengan sistem yang ketat agar tidak terjadi kesalahan serupa.
“Semua sertifikasinya halal. Menentukan halal tanpa ada beberapa tahapan. Tapi kemarin muncul dokumen, kami sudah meragukan petugas kami,” ujarnya.
Dorong Perizinan
Setelah kualitas produk di toko tersebut dipastikan, Respati mendorong pemilik usaha agar segera mengajukan izin.
Menurutnya, hal ini penting agar pemerintah mampu menjalankan tugas pengawasan guna memastikan keamanan makanan.
“Kami sedang memeriksa izinnya. NIB, sertifikasi halal sedang dalam proses. Di sini saya mengajak seluruh rekan OPD untuk menyampaikan kepada masyarakat agar memperkuat keamanannya sehingga Kota Solo aman dalam hal makanan,” katanya.
Meskipun kejadian ini menjadi bahan evaluasi, Respati melihat sisi baik dari meningkatnya kesadaran pelaku usaha dalam mengurus sertifikasi halal.
“Kita lihat sisi positifnya, banyak pelaku usaha mengajukan sertifikasi halal,” katanya.
Respati terus berupaya agar proses sertifikasi halal menjadi lebih mudah, sehingga pemerintah mampu memastikan kehalalan produk yang berada di tengah masyarakat.
“Terus (pemantauan). Untuk memastikan produk halal di Kota Solo. Pemerintah Kota memastikan bahwa yang memiliki sertifikasi halal benar-benar halal, sedangkan yang non-halal jelas tidak. Kami mengimbau masyarakat agar tidak khawatir. Bagi pelaku usaha, silakan datang ke DPMPTSP kami,” katanya.
Wali Kota Minta Maaf
Pihak pemerintah kota melalui Wali Kota Solo Respati Adi menyampaikan permintaan maaf kepada pemilik warung bakso yang menjadi viral di media sosial.
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, memohon maaf kepada masyarakat terkait kegaduhan yang muncul mengenai isu bakso mengandung bahan tidak halal.
Menurutnya, terdapat kesalahan dalam proses administrasi yang menyebabkan surat Dispangtan Kota Solo tersebar secara luas meskipun belum memiliki nomor registrasi.
Saya mewakili Pemerintah Kota Surakarta menyampaikan permintaan maaf jika dokumen yang belum memiliki nomor registrasi dapat terbit, kami merasa kecewa.
“Tetapi ini menjadi evaluasi bagi pemerintah kota dalam melayani pelaku usaha dan masyarakat,” katanya, dikutip AdinJavadari dari TribunSolo.com, Rabu (5/11/2025).
Pemilik merugi
Akibat adanya tuduhan tidak halal, warung bakso mengalami kerugian karena tutup selama dua hari.
Selain itu, warung pernah dikunjungi oleh warga yang meminta penjelasan mengenai isu bahan tidak halal.
Beberapa pengunjung yang sudah marah menyalurkannya melalui ulasan Google sehingga peringkat warung menjadi 3,7 dari 5 poin.
Anak pemilik toko, Thirthania Laura Damayanthie, menyatakan tidak akan memperpanjang permasalahan meskipun mengalami kerugian akibat isu yang cepat menyebar.
“Ya, ketika tahu hasilnya, saya merasa lega. Besok sudah dibuka, ya seperti biasanya,” katanya.
Setelah informasi tersebut menyebar, kepercayaan konsumen berkurang karena isu makanan yang tidak halal sangat sensitif.
Langkah pertama yang dilakukan Laura adalah menghubungi beberapa kreator konten untuk membantah berita yang beredar.
“Bagi para pelanggan kami, semoga dapat kembali percaya pada Bakso Remaja karena kami telah berusaha sekuat tenaga untuk membuktikan dan telah ada hasil laboratorium yang negatif, semoga pelanggan dapat merespons hal ini dengan bijak,” tambahnya.
Sekarang, ia sedang menangani sertifikasi halal serta surat izin usaha agar kejadian serupa tidak terulang.
Berita viral lainnya
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Google News AdinJava






