AdinJava, MAKASSAR –Ketua Harian DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel), Kadir Halid, menyatakan bahwa ia belum berencana untuk bertarung sebagai calon Ketua Golkar Sulsel.
Pemilihan umum DPD Partai Golkar Sulsel hingga kini belum dilaksanakan.
Beberapa nama disebut-sebut akan bertarung untuk memimpin partai yang memiliki simbol pohon beringin.
Terdapat nama Munafri Arifuddin, Ilham Arief Sirajuddin, dan Taufan Pawe yang diketahui berencana maju sebagai Ketua.
Bahkan, nama Kadir Halid juga disebut-sebut untuk mengisi jabatan Ketua Golakr Sulsel.
Kadir Halid merespons berbagai isu yang menyebut namanya masuk dalam daftar kandidat ketua.
Ia menegaskan bahwa hingga kini belum ada rencana maupun dukungan resmi yang menyertainya.
“Sampai saat ini saya belum memiliki keinginan untuk maju. Artinya, saya masih belum menentukan tekad apakah akan melangkah atau tidak,” katanya saat dihubungi, Sabtu (8/11/2025).
Ia juga mengakui, saat ini belum ada pihak yang menyatakan dukungan terhadap dirinya.
“Tidak ada sama sekali yang menyatakan dukungan terhadap saya. Sama sekali tidak, karena saya memang tidak pernah berniat untuk maju,” katanya.
Meski demikian, Kadir mengungkapkan rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang pernah menyebut namanya dalam daftar calon ketua.
“Ya, terima kasih jika ada yang merespons demikian. Alhamdulillah, terima kasih banyak,” katanya.
Ahli politik dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Ali Armunanto, menyatakan bahwa perpecahan di dalam Golkar Sulsel masih berpusat pada tiga tokoh tersebut.
“Untuk saat ini, belum ada figur baru yang muncul. Polaritas masih berpusat pada tiga tokoh yaitu Taufan Pawe, Appi, dan IAS,” katanya saat dihubungi, Jumat (7/11/2025).
Menurut Ali, kesempatan munculnya tokoh alternatif dalam Golkar masih ada, terutama jika persaingan antara tiga tokoh utama semakin ketat.
Salah satu nama yang dia sebut berpeluang menjadi “kuda hitam” adalah Kadir Halid.
“Kadir Halid memiliki potensi untuk menjadi figur alternatif. Ia mungkin tiba-tiba muncul sebagai kuda hitam dengan memanfaatkan persaingan ketat antara ketiga tokoh tersebut,” katanya.
Ali menganggap, jika persaingan antar kelompok semakin ketat, sebagian anggota Golkar yang bersikap praktis mungkin akan mencari figur yang lebih moderat dan mampu menyatukan berbagai pihak.
“Karena jika pertarungan di dalam Golkar terlalu sempit, banyak kader yang cenderung praktis akan mencari jalan tengah,” katanya.
Dalam konteks tersebut, kata Ali, Kadir Halid muncul sebagai tokoh yang lebih fleksibel dan rasional, sehingga menjadi penyeimbang dalam persaingan antar elit partai.
“Jika perselisihan pribadi di antara ketiganya semakin terlihat, maka tokoh seperti Kadir Halid bisa menjadi pilihan bagi mereka yang tidak menyukai pendekatan politik yang sempit,” katanya.
Ketua DPD Partai Golkar Sulsel, Taufan Pawe, menyatakan bahwa pelaksanaan Musda Partai Golkar akan tetap mengikuti prosedur organisasi yang berlaku.
“Terkait musda, kita tetap mematuhi prosedur organisasi,” katanya.
Ia enggan memberikan komentar berlebihan terkait Musda tersebut.
“Tidak ada komentar tambahan, karena keputusan tetap berada di tangan Ketua Umum Bapak Bahlil Lahadalia dan akan dilaksanakan secara langsung ke bawah,” katanya.
Seluruh anggota partai di Sulsel, menurut mantan Wali Kota Parepare, siap mematuhi dan melaksanakan setiap petunjuk yang dikeluarkan oleh DPP Partai Golkar.
“Kami sebagai anggota siap mematuhi petunjuk tersebut,” katanya.
Anggota DPR RI juga menyampaikan bahwa jadwal pelaksanaan Musda Partai Golkar Sulsel segera akan ditentukan.
Namun, masih terdapat beberapa penyesuaian yang harus dilakukan di beberapa wilayah sebelum pelaksanaan berlangsung di Sulawesi Selatan.
“Untuk jadwal pelaksanaannya, insyaallah segera ditentukan, karena masih ada beberapa wilayah yang perlu disesuaikan,” katanya.
“Sepertinya Sulawesi Selatan akan menjadi yang terakhir dari rangkaian kegiatan ini,” tambahnya.






