Mahfud MD Soroti Proyek Kereta Cepat Whoosh: Dugaan Korupsi hingga Inkonsistensi Pendanaan

- Editor

Jumat, 7 November 2025 - 12:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahfud MD tanggapi pernyataan Presiden Prabowo yang akan bertanggung jawab dalam utang kereta cepat Whoosh. (YouTubeRhenald Kasali)

Mahfud MD tanggapi pernyataan Presiden Prabowo yang akan bertanggung jawab dalam utang kereta cepat Whoosh. (YouTubeRhenald Kasali)

Tujuhmenit.com – Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD angkat bicara soal pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan siap menanggung beban utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh).

Mahfud mengapresiasi sikap tanggung jawab yang ditunjukkan Prabowo, namun ia menilai langkah itu belum cukup tanpa pembongkaran mekanisme pengadaan proyek yang sejak awal dinilai tidak transparan.

“Hari ini Pak Prabowo berpidato tadi, sudahlah Whoosh itu urusan kecil, saya yang nanggung,” ujar Mahfud MD dalam kanal YouTube Rhenald Kasali yang tayang pada Kamis, 6 November 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tetapi jangan lupa juga dibongkar mekanisme pengadaannya, proses pengadaannya,” tegas Mahfud.

Dugaan Korupsi dalam Pemindahan Mitra Proyek

Mahfud MD menilai proyek Kereta Cepat Whoosh sejak awal tidak bebas dari potensi praktik korupsi, terutama saat keputusan pemerintah memindahkan kerja sama dari Jepang ke Tiongkok tanpa penjelasan terbuka kepada publik.

“Ini jelas sudah ada korupsinya ketika memindahkan dari Jepang ke Cina tanpa penjelasan. Itu korupsi,” ujarnya tegas.

Mahfud MD tanggapi pernyataan Presiden Prabowo yang akan bertanggung jawab dalam utang kereta cepat Whoosh. (YouTubeRhenald Kasali)
Mahfud MD tanggapi pernyataan Presiden Prabowo yang akan bertanggung jawab dalam utang kereta cepat Whoosh. (YouTubeRhenald Kasali)

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi tersebut mengungkap bahwa keputusan pemindahan itu justru membuat beban utang negara meningkat tajam.

“Kalau dengan Jepang berlanjut, itu satu tahun bunga atau utang yang harus dibayar hanya sekitar Rp73 sampai Rp75 miliar. Kalau ini (dengan Cina) bisa sampai Rp2 triliun,” ungkapnya.

Inkonsistensi dalam Pendanaan Proyek

Mahfud juga menyoroti ketidakkonsistenan pemerintah dalam pendanaan proyek Whoosh. Menurutnya, sejak awal pemerintah berkomitmen tidak akan menggunakan dana APBN, namun kebijakan yang muncul kemudian justru membuka peluang penggunaan dana publik.

“Tiba-tiba sekarang muncul kaitannya dengan APBN bahkan sekarang enggak konsisten,” ujar Mahfud.
“Peraturan Menteri Keuangan malah mengatur pemberian jaminan pemerintah terhadap bisnis PT Kereta Api Indonesia,” tambahnya.

Baca Juga  Beda Pengakuan Ayah Korban Dengan Pemberitaan Terkait Sengatan Listrik PJG Proyek Dishub

Mahfud menegaskan bahwa tanggung jawab terhadap proyek besar seperti Whoosh tidak boleh berhenti pada penyelesaian utang semata, tetapi juga harus disertai audit menyeluruh dan pengungkapan pihak yang terlibat dalam prosesnya.

Respons Terhadap Sikap Prabowo

Pernyataan Mahfud muncul setelah Presiden Prabowo Subianto menegaskan siap bertanggung jawab atas proyek Kereta Cepat Whoosh, yang sebelumnya menimbulkan perdebatan soal efisiensi dan utang.

Langkah Prabowo itu dinilai sebagai sinyal sikap politik baru pemerintahan terhadap proyek warisan besar dari periode sebelumnya.

Namun, Mahfud mengingatkan agar tanggung jawab tersebut juga diiringi dengan upaya membenahi sistem dan memastikan transparansi pengelolaan keuangan negara di masa mendatang.***

Editor : Diens

Sumber Berita : Bangbara

Berita Terkait

Pasien Tak Punya Riwayat Imunisasi, Kasus Campak Meningkat
Program Polantas Menyapa, Samsat Cimahi, Semakin Tingkatkan Fasilitas dan Pendekatan Humanis
Polantas Menyapa, Sebagai Bukti Komitmen Samsat Cimareme Hadir Untuk Melayani Masyarakat
Enang Sahri: Terkait Review DED Rumdin, Ada Keinginan Wali Kota Cimahi yang Baru
Polantas Menyapa di Samsat Cimareme, Edukasi Cara Cek Fisik Kendaraan yang Tepat
Pelayanan Makin Akrab, “Polantas Menyapa” Hadirkan Kenyamanan Baru di Samsat Cimahi
Wilman Sebut Anggaran Riview Rp99 Juta Dibuat Untuk Mengakomodir Keinginan Wali Kota Terpilih
Cara Masyarakat Pastikan Petugas Resmi Ukur Tanah BPN

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 14:11 WIB

Pasien Tak Punya Riwayat Imunisasi, Kasus Campak Meningkat

Jumat, 10 April 2026 - 07:50 WIB

Program Polantas Menyapa, Samsat Cimahi, Semakin Tingkatkan Fasilitas dan Pendekatan Humanis

Jumat, 10 April 2026 - 07:33 WIB

Polantas Menyapa, Sebagai Bukti Komitmen Samsat Cimareme Hadir Untuk Melayani Masyarakat

Kamis, 9 April 2026 - 06:41 WIB

Polantas Menyapa di Samsat Cimareme, Edukasi Cara Cek Fisik Kendaraan yang Tepat

Kamis, 9 April 2026 - 06:36 WIB

Pelayanan Makin Akrab, “Polantas Menyapa” Hadirkan Kenyamanan Baru di Samsat Cimahi

Rabu, 8 April 2026 - 20:03 WIB

Wilman Sebut Anggaran Riview Rp99 Juta Dibuat Untuk Mengakomodir Keinginan Wali Kota Terpilih

Rabu, 8 April 2026 - 07:40 WIB

Samsat Cimareme Ciptakan Sarana Tingkatkan Pelayanan Publik dengan Program Polantas Menyapa

Rabu, 8 April 2026 - 07:35 WIB

Polantas Menyapa Samsat Cimahi, Sebuah Wadah Aspirasi Wajib Pajak

Berita Terbaru

Virus Campak. Foto:Ilustrasi

Daerah

Pasien Tak Punya Riwayat Imunisasi, Kasus Campak Meningkat

Jumat, 10 Apr 2026 - 14:11 WIB