PerKab. Bandung Barat, tujuhmenit.com – Pengurus Cabang (PC) Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Kota Cimahi Peduli menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir bandang dan longsor di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Aksi sosial dilakukan melalui INTI Cimahi sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tertimpa bencana.
Bencana alam yang dipicu hujan berintensitas tinggi itu berdampak pada sekitar 30 kepala keluarga (KK). Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, akses menuju permukiman terhambat, dan aktivitas masyarakat lumpuh. Hingga kini, sebagian warga masih mengalami trauma akibat kejadian tersebut.
Mimi Ekiami S.Pd.K, MA, Ketua INTI Kota Cimahi didampingi Sekretaris Farida huang dan Bendahara Yenny MJ bersama Ketua Gema Jabar Herman Setiawan mendatangi lokasi bencana dengan membawa bantuan berupa obat obatan dan tanki air bersih.
Mimi mengatakan kehadiran INTI Cimahi Peduli di lokasi terdampak merupakan wujud empati sekaligus tanggung jawab sosial kepada masyarakat.
“Kami turut berduka atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Bandung Barat. Kehilangan, kerusakan, dan trauma yang dirasakan warga tentu tidak mudah untuk dilalui. Karena itu, kami merasa memiliki tanggung jawab untuk hadir dan membantu,” kata Mimi, Selasa (3/2/2026).
Ia berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban warga sekaligus memberi dorongan moral di tengah situasi sulit.
“Semoga bantuan ini bisa memberikan keringanan dan semangat bagi warga untuk bangkit,” ujarnya.
Mimi menjelaskan, perjalanan menuju lokasi bencana harus dilakukan dengan menempuh medan ekstrem dengan cuaca yang masih kurang bersahabat.
“Kabut menyelimuti kawasan, sementara akses jalan menuju permukiman curam, licin, dan dipenuhi lumpur. Kendaraan tidak dapat melintas sehingga perjalanan harus dilanjutkan dengan berjalan kaki,” tutur Mimi.
Setibanya di lokasi, kata ia, pihkanya menyaksikan langsung dampak banjir bandang dan longsor yang merusak rumah warga serta menghentikan aktivitas masyarakat. Relawan setempat menjelaskan, longsor berasal dari titik tertinggi kawasan Gunung Burangrang, bukan dari perbukitan kecil di sekitar permukiman. Material tanah yang turun deras memperparah banjir bandang di wilayah bawah.
Melalui aksi kemanusiaan ini, Perhimpunan INTI Cimahi berharap proses pemulihan di wilayah Cisarua dapat berjalan secara bertahap dan berkelanjutan, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
“Sekaligus menjadi bagian dari komitmen perhimpunan dalam mendukung program sosial dan kemanusiaan di berbagai daerah terdampak bencana di Indonesia,” pungkasnya.
Sementara itu, salah seorang warga terdampak, Asep (35) mengungkapkan kondisi psikologis masyarakat masih belum sepenuhnya pulih.
“Warga masih trauma dan khawatir hujan turun lagi. Bantuan dari INTI Cimahi ini sangat berarti, bukan hanya untuk kebutuhan sehari-hari, tapi juga memberi semangat bahwa kami tidak sendiri,” katanya. (eri)






