Cuaca Ekstrim Jadi Kendala! Tim SAR Temukan 2 Mayat Korban Bencana Longsor!

- Editor

Kamis, 29 Januari 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian korban longsor di tengah cuaca ekstrim di Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat,  Kamis (29/1/2026).Foto:net/tujuhmenit.com

Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian korban longsor di tengah cuaca ekstrim di Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat, Kamis (29/1/2026).Foto:net/tujuhmenit.com


BANDUNG BARAT, tujuhmenit.com.- Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi 2 bodypack di sektor A1 dalam pencarian korban longsor hari ke-6,  Kamis (29/1/2026), di Pasirlangu, Cisarua,  Bandung Barat. Selain itu, satu jenazah lama berupa kerangka ditemukan di sektor B1.


Faktor cuaca ekstrim di kawasan kaki Gunung Burangrang,  menjadi kendala terbesar dalam pencarian tersebut. Hujan disertai kabut membuat tingkat visibilitas menjadi terbatas. Dan meningkatnya kejenuhan pada tanah, berpotensi menyebabkan terjadinya longsor susulan.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana mengatakan, hingga saat ini total korban yang berhasil dievakuasi sebanyak 55 orang dan masih dalam pencarian 25 orang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pukul 14.32 WIB, ditemukan satu bodypack di sektor A1. Pukul 15.00 WIB, kembali ditemukan satu bodypack. Total korban yang berhasil dievakuasi 55,” katanya.

Pencarian difokuskan di sektor A1 bawah. Meskipun area tersebut bukan merupakan  kawasan permukiman, tetapi material longsoran banyak ditemukan di sana.

“Pencarian terus kita lakukan dan saat ini dikonsentrasikan di sektor A1 bawah. Meskipun lokasi ini bukan permukiman tapi banyak material longsor ditemukan di sini, ” kata Komandan Regu (Danru) SAR Gabungan,  Bahtiar Nanang.

Cuaca buruk menjadi kendala Tim SAR dalam operasi pencarian. Ada saat Tim SAR melakukan pencarian secara manual ditengah cuaca cerah, dan ada saat melakukan pencarian di tengah guyuran hujan.

“Kemudian kabut,  jarak pandang untuk memantau Mahkota itu sangat terbatas.  Karena sumber bahaya berada di Mahkota,” katanya.

Pemantauan Mahkota longsor perlu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan. Langkah ini perlu dilakukan sebagai prosedur keamanan bagi personil yang sedang bertugas di lapangan.

Hambatan lainnya, terkait debit air yang tidak stabil digunakan untuk mencairkan tanah saat menggali di area pencarian. Aliran air terkadang mengalir deras, terkadang juga surut. Bahkan alirannya itu disertai dengan lumpur.

Baca Juga  Sebabkan Korban MBG Hingga 43 Orang, Wali Kota Cimahi Tutup SPPG Karangmekar 002

“Debit air kadang kecil, kadang besar. Tapi air itu banyak mengandung lumpur,” katanya.

Korban yang sudah berhasil ditemukan tersebut telah diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. Setelah proses identifikasi selesai, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga. (nike)

Berita Terkait

Dua Kubu Beda Pendapat Soal Dugaan Korupsi Rumdin Wali Kota Cimahi, DPRD Anggap Legal, Pengamat Sebut Rentan Korupsi
Enang Sahri: Terkait Review DED Rumdin, Ada Keinginan Wali Kota Cimahi yang Baru
Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah Dinas Walikota dan Wakil Walikota Cimahi Diungkap LSM Pemuda
Miliki Emosional Kuat, Wali Kota Cimahi Kunjungi Mantan Stafnya di Pusbangisop TNI AD 1994
Lansia Tunanetra Tewas Dalam Kebakaran Rumah di Kawasan Padat Penduduk Kota Cimahi Dini Hari Tadi
Tersapu Puting Beliung Ratusan Rumah di Kota Cimahi Rusak, Empat Orang Luka
Assessment Kaji Cepat Dampak Bencana Angin Puting Beliung Segera Dilakukan BPBD Kota Cimahi
Sebabkan Korban MBG Hingga 43 Orang, Wali Kota Cimahi Tutup SPPG Karangmekar 002

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 06:25 WIB

Pemkot Cimahi Catat Penurunan Tagihan Listrik Rp26 Juta Akibat WFH

Rabu, 15 April 2026 - 20:03 WIB

Dukung Program MBG, Dinkes Cimahi Gelar Pelatihan Keamanan Pangan SPPG

Rabu, 15 April 2026 - 09:04 WIB

Walikota Cimahi Berikan Pesan Pentingnya Kualitas dan Higienis

Selasa, 14 April 2026 - 19:13 WIB

ASN Cimahi WFH Setiap Jumat, Fokus pada Hasil Kerja Bukan Sekadar Hadir

Selasa, 14 April 2026 - 11:07 WIB

DPRD Cimahi Minta Pemkot Tegas, Jangan Lembek Urusi Tata Ruang

Selasa, 14 April 2026 - 10:52 WIB

Tingginya Harga Plastik, DLH Cimahi Sebut Momentum Kurangi Barang Sekali Pakai

Selasa, 14 April 2026 - 06:57 WIB

Jenazah Kapten Zulmi Tiba di Cimahi, Wali Kota: Almarhum Harumkan Nama Bangsa

Selasa, 14 April 2026 - 06:53 WIB

Pertahankan Predikat Istimewa, Disdukcapil Cimahi Percepat Digitalisasi

Berita Terbaru