Pertimbangan Politik! Rais Aam Cabut Penasihat Khusus Gus Yahya

- Editor

Senin, 24 November 2025 - 09:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertimbangan Politik! Rais Aam Cabut Penasihat Khusus Gus Yahya

Jakarta, tujuhmenit. com – Pencabutan mandat terhadap Charles Holland Taylor sebagai penasihat khusus internasional di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), semakin memanskan suhu politik ditubuh organisasi keagamaan ini. Pencabutan itu sendiri dilakukan Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar.

Bahkan sebelumnya Ketua PBNU, Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), didesak mundur dari jabatannya.

Seperti yang dilansir detikcom, Minggu (23/11/2025), pencabutan mandat tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 4780/PB.23/A.II.10.71/99/11/2025 tertanggal 22 November 2025. Keputusan ini diambil lantaran Holland Taylor diduga terafiliasi dengan jejaring berpotensi mencoreng eksistensi politik luar negeri NU.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua PBNU, Umarsyah, membenarkan adanya pencabutan mandat terhadap Holland Taylor sebagai penasihat khusus Gus Yahya. Dan pencabutan tersebut sudah final.

“Iya benar, surat dari Rais Aam itu mencabut mandat bagi Holland Taylor,” ujarnya.

Dengan adanya dinamika tersebut, Umarsyah mengimbau kepada jajaran pengurus NU dari pusat hingga daerah agar tetap menjaga kondusifitas dengan tidak terpengaruh dengan adanya provokasi.

“Kami minta seluruh pengurus NU mulai dari pusat hingga daerah tetap tenang dan menunggu keputusan Syuriah PBNU yang dipimpin Rais Aam KH Miftachul Akhyar,” imbuhnya. (Deka)

Baca Juga  Hasil Liga Inggris: Kemenangan Arsenal Gagal di Markas Sunderland, Puncak Klasemen Terancam

Berita Terkait

Minimnya Pengawasan Jadi Celah “Wakil Tuhan” Berperilaku Kotor!
Tunjangan Naik! Kedua Hakim di Depok Tetap Korupsi
Dewan Pers: Perusahaan Platform AI Telah Menjajah Karya Jurnalistik?
Masyarakat Keluhkan BPJS Kesehatan PBI Mendadak Dinonaktifkan? 
Natalius Pigai: Prestisius! Indonesia Jadi Dewan HAM PBB
FWK: 9 Februari Tetap Hari Pers Nasional, Soroti Sejarah dan Desak Revisi UU Pers
Red Notice Diberlakukan, Riza Chalid Jadi Buronan Interpol
Prabowo: Banyak Kepala Negara Khawatirkan Perang Dunia III

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 11:55 WIB

Minimnya Pengawasan Jadi Celah “Wakil Tuhan” Berperilaku Kotor!

Senin, 9 Februari 2026 - 09:50 WIB

Dewan Pers: Perusahaan Platform AI Telah Menjajah Karya Jurnalistik?

Sabtu, 7 Februari 2026 - 15:28 WIB

Masyarakat Keluhkan BPJS Kesehatan PBI Mendadak Dinonaktifkan? 

Selasa, 3 Februari 2026 - 21:14 WIB

Natalius Pigai: Prestisius! Indonesia Jadi Dewan HAM PBB

Selasa, 3 Februari 2026 - 21:06 WIB

FWK: 9 Februari Tetap Hari Pers Nasional, Soroti Sejarah dan Desak Revisi UU Pers

Senin, 2 Februari 2026 - 21:55 WIB

Red Notice Diberlakukan, Riza Chalid Jadi Buronan Interpol

Senin, 2 Februari 2026 - 16:42 WIB

Prabowo: Banyak Kepala Negara Khawatirkan Perang Dunia III

Jumat, 30 Januari 2026 - 18:18 WIB

TNI AD Rekrutmen Perwira, Bintara, dan Tamtama Capai 84 Ribu Personel

Berita Terbaru

Pemerintahan

Hadirkan Sentuhan Ramah di Samsat Cimahi, Warga Gembira Urus STNK

Rabu, 11 Feb 2026 - 07:24 WIB