Tim Badan Geologi masih melakukan kajian untuk mencari titik yang akan dijadikan area relokasi bagi 34 Kepala Keluarga (KK) terdampak longsor di kaki Gunung Burangrang, Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat.
BANDUNG BARAT, tujuhmenit.com,- Hal ini disampaikan Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, saat menyikapi rencana relokasi terhadap warga terdampak bencana.
“Kita masih carikan beberapa alternatif dan sedang dalam pengkajian dari geologi. Masalah relokasi itu, tidak bisa sembarangan dilakukan begitu saja, dengan pertimbangan kontur tanah di kawasan Cisarua yang rawan bencana longsor,” kata Bupati Jeje Ritchie Ismail, Rabu (4/2/2026).
Masih kata Jeje, sementara warga inginnya masih di wilayah Desa Pasirlangu. Tapi tetap masih harus dilakukan pengecekan ke Badan Geologi, apakah aman untuk di tinggali atau tidak.
“Pada intinya kita usahakan lokasi yang aman berdasarkan masukan dari Badan Geologi. Kita tunggu saja,” katanya.
Sementara hingga saat ini Pemerintah tengah kosentrasi pada pencarian korban yang hilang. Total korban yang telah diserahkan Tim SAR Gabungan ke Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar sebanyak 85 bodypack, melebihi dari daftar pencarian korban yang sebelumnya tercatat sebanyak 80 korban.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat diminta bergerak cepat terkait relokasi 34 korban longsor di Cisarua. Hal tersebut diutarakan Ketua Komisi III DPRD KBB, Piter Juandys dalam kunjungannya ke lokasi, Senin (2/2/2026).
“Pemda Bandung Barat harus menyikapi secara cepat. Apakah relokasi menggunakan tanah desa atau tanah yang akan dibebaskan,” ujar Piter.
Liding sektor relokasi ada di Dinas Perumahan dan Pemukiman, Piter meminta segara titik lokasi relokasi korban longsor.
“Itu sesuai intruksi langsung Pak Bupati dan Pak Sekda jika relokasi harus disegerakan,” kata politisi Partai Demokrat ini.
Relokasi korban longsor direncanakan akan dibangun sebanyak 50 rumah dengan type 36 x60 m2.
“Sudah tiga desa yang dipantau Disperkim untuk relokasi, namun harus dikaji terlebih dahulu baru ditetapkan oleh bupati,” sebut Piter.
Tanah yang akan dipakai relokasi adalah tanah warga dan tanah carik desa yakni di daerah Desa Tugumukti dan dua di tanah carik Desa Pasirlangu. “Berapa anggaran relokasi per rumah belum tahu. Kita hanya mendorong untuk segera mencarikan lokasinya,” pungkas Piter. (Umay)






