BANDUNG BARAT, tujuhmenit.com.-Hingga saat ini jabatan kepala sekolah (Kepsek) di 271 SD di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalami kekosongan. Sehingga untuk sementara kekosongan tersebut, diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt), karena Pemkab Bandung Barat belum dapat melantik para kepsek definitif.
Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) KBB, Ade Zakir disela sela acara Pelantikan 66 Aparatur Sipil Negara (ASN) oleh Bupati Bandung Barat Jeje Richtie Ismail di Ballroom, Lantai 4 Gedung B Komplek Perkantoran Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa (13/1/2025).
“Untuk pelantikan kepala sekolah, ada beberapa yang masih menunggu rekomendasi dari pusat,” kata Ade.
Jadi ditegaskan ade, alasan belum adanya pelantikan kepsek definitif bukan karena kendala internal daerah. Akan tetapi, Pemkab Bandung Barat masih menunggu rekomendasi dari pemerintah pusat.
Kekosongan jabatan Kepsek ini juga terjadi di beberapa SMP di Bandung Barat. Pihaknya menunggu rekomendasi dari pusat sehingga pelantikan bisa dilaksanakan sesuai dengan yang diharapkan dalam mengisi kekosongan jabatan tersebut.
“Kita berharap rekomendasi dari pusat segera turun dan para Kepsek yang mendapatkan rekomendasi bisa segera dilantik dan melaksanakan tugasnya,” katanya.
Sementara itu, Bupati Jeje Richie Ismail mengatakan jabatan fungsional (japung) memiliki peran penting dalam organisasi pemerintahan. Mereka dituntut rampilan dalam bidangnya, sehingga mampu meningkatkan potensi bagi organisasi dan masyarakat.
ASN di lingkungan Pemkab Bandung Barat tersebut terdiri dari 48 pengawas sekolah dan 18 tenaga teknis lainnya.
“Jabatan fungsional bukan sekedar syarat administrasi atau jenjang karir, melainkan amanah dan tanggungjawab yang harus dilaksanakan dengan sungguh sungguh,” kata Jeje.
Selain itu, Jeje juga menekankan agar mereka bisa meningkatkan potensi, menjaga etika profesi dan menghasilkan kinerja yang menghasilkan dampak nyata bagi organisasi dan masyarakat.
Terlebih saat ini ASN dihadapkan pada tantangan perkembangan teknologi dan tuntutan layanan publik yang terus berkembang, mereka harus mampu berkerja secara adaptif, inovasi dan kolaboratif.
“Jadikan jabatan ini menjadikan sarana kontribusi terbaik bukan hanya untuk instansi terkait, tapi untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat Bandung Barat,” tugasnya. (K12)






