Kementan Tekankan Netralitas ASN dan Kepedulian Media

- Editor

Rabu, 26 November 2025 - 12:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AdinJava–Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan tekadnya dalam menjaga kejujuran dan ketidakberpihakan pegawai negeri sipil (PNS).

Kepala Kementan telah memberikan peringatan kepada beberapa pejabat setelah muncul laporan dari sebuah media nasional yang dianggap menyampaikan kesan adanya dukungan pribadi dari seorang pegawai atau pejabat tertentu.

“ASN bekerja demi negara dan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi siapa pun. Termasuk jika menang dalam gugatan sebesar 200 miliar rupiah, seluruhnya akan diserahkan kepada negara, lalu digunakan untuk membeli pupuk, benih, dan alat mesin pertanian secara gratis bagi para petani,” kata Humas Kementan Wahyu Indarto dalam keterangan resmi yang diterima AdinJava, Sabtu (8/11/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala, selanjutnya, telah memperingatkan seluruh pejabat untuk tetap menjaga profesionalisme dan tidak melakukan tindakan yang bisa dianggap sebagai dukungan pribadi.

Wahyu menekankan bahwa Kementan memandang seluruh media sebagai mitra penting dalam menjalankan kebijakan publik. Menurutnya, kritik merupakan komponen mendasar dalam ekosistem demokrasi.

Berdasarkan penilaian internal, laporan dari sebuah media nasional mengenai Kementan pada periode tertentu menunjukkan sekitar 79 persen memiliki nada yang negatif.

“Itu berarti, (media) mencintai Kementan, demikian pula sebaliknya,” kata Wahyu.

Kementan pernah memverifikasi kebenaran sebuah berita dari media nasional tertentu melalui prosedur Dewan Pers. Hasilnya, Dewan Pers menyatakan bahwa media tersebut melanggar Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Karena rekomendasi tersebut tidak diindahkan, Kementan selanjutnya mengambil langkah hukum perdata. Ketika media tidak memenuhi isi penilaian dan rekomendasi yang dikeluarkan Dewan Pers, Kementan mengajukan gugatan terhadap ketidakprofesionalan media ke pengadilan.

“Agar semua hal dapat dibuktikan di pengadilan dunia, bukan di pengadilan akhirat. Kementan dan media sama-sama berupaya memperjuangkan kebenaran dan keadilan. Tidak ada institusi yang memiliki kebenaran mutlak. Kebenaran mutlak hanya milik Allah SWT,” katanya.

Baca Juga  Mengungkap 4 Mitos Kopi: Rasa, Kandungan, dan Risiko Dehidrasi

Wahyu juga menyangkal tuduhan bahwa tindakan hukum yang dilakukan Kementan merupakan upaya untuk menutup mulut pers. Ia menganggap media nasional justru melakukan kampanye publik yang tidak sopan dengan menyajikan narasi seolah-olah sedang diperlakukan tidak adil.

Meskipun menurutnya, media tersebut telah dihentikan karena melanggar KEJ karena ketidakakuratan, penggambaran berlebihan, dan opini yang bersifat menghakimi.

“(Media ini) tidak mengikuti rekomendasi Dewan Pers,” kata Wahyu.

Ia juga menegaskan bahwa Kementan tidak melakukan penyitaan jaminan terhadap aset media tersebut, sehingga kegiatan jurnalistik tetap berjalan dengan lancar.

“Kami telah melalui proses di Dewan Pers. Mereka tidak mematuhi. Kami mengajukan gugatan perdata, bukan menuntut secara pidana. Kami tidak memberlakukan penyitaan jaminan,” tegas Wahyu.

Fokus pada penanggulangan sindikat makanan

Wahyu menganggap bahwa peristiwa tersebut tidak dapat dipisahkan dari upaya Kementan dalam menindak para pelaku mafia pangan dan koruptor.

“Kementan sedang gencar-gencarnya memberantas mafia dan pihak-pihak yang mendukungnya. Beberapa pihak akan berusaha merusak reputasi Kementan dengan berbagai cara, termasuk memutarbalikkan fakta dan logika,” tegasnya.

Ia menegaskan, keberhasilan sektor pertanian, termasuk pencapaian swasembada pangan, merupakan hasil kerja sama dari berbagai pihak terkait. Oleh karena itu, Kementan memiliki tanggung jawab untuk memperjelas informasi yang tidak benar agar masyarakat memperoleh pemahaman yang tepat.

“Seluruh karyawan Kementan memiliki tanggung jawab etis dan profesional dalam memperbaiki informasi yang salah. Hal ini merupakan bagian dari tugas pemerintah,” katanya.

Wahyu juga merespons munculnya respons spontan dari para petani dan Aparatur Sipil Negara terhadap isu yang sedang beredar. Menurutnya, hal ini merupakan wujud ekspresi alami dari masyarakat yang memperhatikan sektor pertanian.

“Petani kita memiliki sifat yang sederhana. Jika terdapat sesuatu yang menurut mereka tidak benar, mereka akan menyampaikan pendapatnya. Itu adalah hak mereka. Jangan menghentikan petani dari berbicara. Mereka juga memiliki hak untuk bersuara,” ujarnya.

Baca Juga  KAI Dukung Optimalisasi Jalur Nambo-Citayam, Ini Strateginya

Pada kesempatan tersebut, Wahyu juga menekankan kepentingan menjaga hubungan yang baik antara pemerintah dan media.

“Kementan mengajak (media) dan seluruh jurnalis untuk terus bekerja sama demi kemajuan negara. Media merupakan pilar utama dalam pembangunan, serta kerja sama antara pemerintah dan media menjadi dasar penting bagi masa depan sektor pertanian Indonesia,” ujar Wahyu.

Berita Terkait

Kenaikan Gaji Pensiun PNS Tahun 2024, Taspen Bantah Info November 2025
Kucing Bisa Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai
Ban Lebih Lebar: Manfaat dan Risikonya
Jawa Timur Juara Nusantaraya di ICCF 2025, Buktikan Kepemimpinan Ekonomi Kreatif Nasional
Kasus Perundungan di Sekolah yang Berujung Bencana
4 Teh Pemecah Kolesterol
Jika Tidak Bisa Lakukan 8 Hal Ini, Anda Mungkin Tua Lebih Cepat, Kata Psikologi
Lava Agni 4 Dikabarkan Punya Pengisian Cepat 45W, Kompetitor Harus Waspada!

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 11:31 WIB

Iran Turup Selat Hormuz, Krisis Minyak Dunia Bakal Terjadi

Rabu, 4 Februari 2026 - 13:50 WIB

Terima Suap, Mantan Petinggi Majelis China Divonis Seumur Hidup

Senin, 2 Februari 2026 - 22:11 WIB

IRGC Dianggap Teroris! Iran Meradang, Panggil Dubes Uni Eropa

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:16 WIB

AS Darurat Nasional, Trump Ancam Pemasok Minyak ke Kuba

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:28 WIB

Korban atau Pelaku Scam? Ribuan WNI Minta Dipulangkan dari Kamboja

Senin, 26 Januari 2026 - 15:38 WIB

Perang Dunia 3 Pecah!!! Inilah Wilayah Aman, Salah Satunya Indonesia?

Senin, 10 November 2025 - 09:01 WIB

Tanggal 3 Januari 2026 Diperingati sebagai Hari Apa? Ini Daftar Hari Penting Nasional dan Internasional

Senin, 10 November 2025 - 02:15 WIB

2 Januari 2026 Jadi Hari Apa? Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional

Berita Terbaru

Wakil Presiden ke-6 RI, Jenderal Purn. Alm. Try Surtisno.

Nasional

Indonesia Berduka, Try Sutrisno Tutup Usia

Senin, 2 Mar 2026 - 11:18 WIB