JAKARTA, tujuhmenit. com –
Polemik bandara ilegal, Indonesia Morowli Industrial Park (PT. IMIP), yang dianggap telah mencederai kedaulatan negara, kini keberadaannya makin mengejutkan.
Keterkejutan ini muncul setelah adanya dugaan keterlibatan dua tokoh militer purna bhakti yang bercokol di perusahaan yang memiliki saham di PT. IMIP tersebut.
Purnawirawan TNI yang disebut-sebut itu adalah Letjen TNI (Purn) Sintong Panjaitan dan Mayjen TNI (Purn) Hendardji Soepandji. Kedua Petinggi ini tergabung dalam perusahaan Bintang Delapan Group yang berafiliasi dengan PT. IMIP.
Persoalan ini muncul melalui unggahan Instagram @komunitaswargawaras yang menyebut dua purnawirawan TNI tersebut terafiliasi dengan Presiden ke-7 Jokowi.
Narasi dalam postingan yang dirilis Jumat (28/11/2025) tersebut menyatakan bahwa Kehadiran militer dalam manajemen Bintang Delapan Group terlihat jelas dengan adanya Letnan Jenderal TNI Purnawirawan Sintong Panjaitan sebagai Presiden Komisaris, dan Mayor Jenderal TNI Purnawirawan Hendardji Soepandji sebagai Presiden Komisaris Bintang Delapan Investama.
Disebutkan pula, kepemilikan saham IMIP didominasi perusahaan Tiongkok. Saham mayoritas IMIP dipegang oleh Tsingshan Group (Tiongkok), sementara sisanya dimiliki perusahaan Indonesia, termasuk afiliasi Bintang Delapan Group.
“Mayoritas saham IMIP dimiliki oleh raksasa baja Tiongkok, Tsingshan Group. Sisanya dimiliki oleh perusahaan-perusahaan Indonesia, termasuk anak buah Bintang Delapan Group, Bintang Delapan Investama, dan PT Sulawesi Mining Investment,” ujarnya.
Bintang Delapan Group tercatat memiliki aset berupa pengelolaan sekitar 20 izin pertambangan di Konawe dan Morowali dengan total luas konsesi mencapai 47.000 hektar. Sejak 2018, IMIP juga disebut telah menggeser dominasi PT Vale Indonesia, dengan menguasai 50 persen produksi nikel nasional, sementara PT Vale hanya 22 persen.
Apakah proyek besar yang melibatkan pihak asing itu murni untuk kepentingan ekonomi atau memiliki agenda lain yang lebih besar. Hal ini juga dipertanyakan dalam unggahan tersebut
Keberadaan IMIP mulai ramai dibicarakan pasca kedatangan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, Rabu (19/11/ 2025). Keberadaan Bandara yang beroperasi tanpa adanya otoritas negara membuat Sjafrie keheranan.
Seperti tidak adanya keamanan, beacukai, dan imigrasi adalah sebuah keteledoran yang menyolok mata.
Persoalan ini jelas telah mencederai kedaulatan negara dan stabilitas ekonomi.
Pemilik PT IMIP pun kini menjadi sorotan
Karena bandara IMIP tersebut berada di kawasan industri Morowali yang mengelola nikel, stainless steel, dan carbon steel. Maka siapa saja orang yang berada di dalamnya menjadi sorotan, termasuk para purnawirawan berbintang itu. ***






