Tunjangan Naik! Kedua Hakim di Depok Tetap Korupsi

- Editor

Selasa, 10 Februari 2026 - 11:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palu Hakim. Foto: Ilustrasi/Net

Palu Hakim. Foto: Ilustrasi/Net


Meskipun tunjangan hakim baru saja naik, namun tidak menyurutkan kedua hakim ini untuk korupsi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Ketua Pengadilan Negeri Depok, I Wayan Eka Mariarta dan Wakil Ketua PN Depok, Bambang Setyawan atas kasus transaksi kotor yang dilakukannya. 


JAKARTA, tujuhmenit.com- Keduanya diduga meminta fee Rp 1 miliar untuk pengurusan perkara. Pihak PT KD kemudian diduga sepakat membayar Rp 850 juta.

Seperti dilansir detik.com, kedua hakim ini bersama juru sita, terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Dan kini sedang dalam pemeriksaan intensif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Mahkamah Agung (MA), Sunarto kecewa atas pelanggaran yang dilakukan kedua hakim tersebut.

“Ketua Mahkamah Agung menyatakan kecewa dan sangat menyesal peristiwa yang telah menciderai keluhuran harkat dan martabat hakim. Dan perbuatan tersebut juga telah mencoreng kehormatan dan marwah institusi Mahkamah Agung RI,” ujar Juru Bicara Mahkamah Agung, Yanto, dalam konferensi pers di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta Pusat, Senin (9/2/2026).

Kedua hakim itu dinilai telah melanggar komitmen MA. Terlebih kasus ini terjadi setelah kenaikan tunjangan hakim.

“Terlebih dilakukan beberapa saat setelah para hakim menikmati kenaikan tunjangan hakim yang merupakan wujud bentuk dukungan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dan independensi hakim,” tutur Yanto.

Dia mengatakan MA tidak akan menghalangi proses hukum yang tengah berjalan di KPK. Dia mengatakan MA mendukung seluruh proses hukum KPK.

“Ketua Mahkamah Agung berkomitmen tidak akan menghalangi dan akan segera mengeluarkan izin penangkapan apabila ada hakim yang melakukan tindak pidana, harus dilakukan penangkapan,” ujar Yanto. (Umay)

Baca Juga  Minimnya Pengawasan Jadi Celah "Wakil Tuhan" Berperilaku Kotor!

Berita Terkait

Indonesia Berduka, Try Sutrisno Tutup Usia
Pasca Serangan Brutal, 17 Penerbangan Bandara Soetta Dibatalkan
Jurnalis Mudah Bikin Marah Orang! Bagaimana Puasanya Kawan? 
Noda Dosa Dibalik Profesi Jurnalistik, Mengapa Meminta Maaf?
Catatan Hendry Ch Bangun: Ramadhan Ditengah Kelesuan Industri Media
Minimnya Pengawasan Jadi Celah “Wakil Tuhan” Berperilaku Kotor!
Dewan Pers: Perusahaan Platform AI Telah Menjajah Karya Jurnalistik?
Masyarakat Keluhkan BPJS Kesehatan PBI Mendadak Dinonaktifkan? 
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 18:43 WIB

KBPP Polri Resor KBB Prioritaskan Kegiatan Yang Membantu Masyarakat

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:40 WIB

Dishub Cimahi Siagakan 104 Personel dan Pos Terpadu Pada Mudik Lebaran 2026

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:02 WIB

Safari Ramadhan, Wali Kota Cimahi Tarawih Bersama Warga RW 17 Cigugur Tengah

Selasa, 10 Maret 2026 - 14:15 WIB

Demi Lahirkan Generasi Cendekiawan, Penguatan Kapasitas Pengajar Ditekankan Wali Kota Cimahi

Selasa, 10 Maret 2026 - 13:32 WIB

Melonjaknya Pendaftar Mudik Gratis 2026, Paksa Dishub Cimahi Lakukan Seleksi dan Verifikasi

Selasa, 10 Maret 2026 - 13:13 WIB

Miliki Emosional Kuat, Wali Kota Cimahi Kunjungi Mantan Stafnya di Pusbangisop TNI AD 1994

Selasa, 10 Maret 2026 - 13:04 WIB

Lansia Tunanetra Tewas Dalam Kebakaran Rumah di Kawasan Padat Penduduk Kota Cimahi Dini Hari Tadi

Selasa, 10 Maret 2026 - 12:51 WIB

Tersapu Puting Beliung Ratusan Rumah di Kota Cimahi Rusak, Empat Orang Luka

Berita Terbaru

Henry Ch Bangun, Forum Wartawan Kebangsaan (FWK). Foto: Ist

7Menit

Ramadhan dan Kondisi Pers Kita

Senin, 16 Mar 2026 - 16:25 WIB