Masyarakat yang mendapatkan bantuan BJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), tiba-tiba saja dinonaktifkan. Hal ini menimbulkan pertanyaan dari masyarakat, terlebih bagi mereka yang membutuhkan layanan kesehatan.
JAKARTA, tujuhmenit.com – BPJS Kesehatan BPI ini, hanya diberikan kepada mereka dari kalangan miskin atau rentan miskin, berhak menjadi prioritas program tersebut. Adanya pemutakhiran data yang dilakukan, membuat sejumlah peserta BPJS Kesehatan PBI dinonaktifkan.
Seperti dilansir Kompas.com, penonaktifan PBI sebenarnya bukan kewenangan BPJS Kesehatan, melainkan ditetapkan melalui SK Menteri Sosial No.3/HUK/2026 yang berlaku mulai Februari 2026. Peserta yang tidak lagi memenuhi syarat otomatis tidak diaktifkan sebagai PBl. Ada berbagai faktor yang menjadi penyebab mereka dinonaktifkan.
Pertama karena data peserta tidak ditemukan dalam Data Tunggal Kesejahteraan Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Data ini sifatnya dinamis dan bakal diperbarui setiap tiga bulan sekali.
Penyebab lainnya bisa karena peserta sudah berada di desil 6-10 berdasarkan hasil ground checking dan verifikasi terbaru Kemensos.
Sementara bantuan BJPS Kesehatan PBI diprioritaskan hanya masyarakat yang tergolong kalangan ke bawah atau miskin ekstrem di desil 1-5.
Kondisi Ekonomi
Anggota Komisi IX DPR Fraksi Nasdem, Irma Suryani Chaniago, juga mengakui banyak peserta BPJS PBI yang dinonaktifkan akibat adanya pembaruan data.
“Karena memang terjadi perubahan kondisi ekonomi, dari menganggur tiba-tiba dapat kerjaan. Tadinya tidak punya usaha, sekarang punya usaha dan mapan, sementara yang bersangkutan masih terus memegang kartu PBI,” ujar Irma kepada Kompas.com, Kamis (5/2/2026).
Irma menekankan, orang-orang yang dulunya memiliki kartu BPJS PBI tapi kini sudah mapan memang harus dinonaktifkan dari kepesertaan PBI. Dengan begitu, jatah PBI-nya bisa dinikmati oleh orang lain yang lebih membutuhkan.
Terlepas dari itu, Irma mengakui banyak juga keluhan dari pemegang kartu PBI yang memang masih miskin dan membutuhkan akses pelayanan kesehatan dari BPJS tersebut, tapi tiba-tiba dinonaktifkan. ***






