Kota Cimahi, tujuhmenit.com – Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana dan Adhitia Yudhistira, tergolong tinggi pada tahun pertama masa kepemimpinan mereka.
Hal itu terungkap dalam survei yang dirilis Indonesia Strategic Institute (INSTRAT), lembaga kajian strategis berbasis di Bandung. Survei digelar pada 12–15 Februari 2026 untuk memotret persepsi warga terhadap kinerja Pemerintah Kota Cimahi selama satu tahun terakhir.
Hasilnya, 82,7 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Pemkot Cimahi. Sementara 9,8 persen menyatakan tidak puas, dan 7,5 persen lainnya tidak tahu atau tidak menjawab.
Survei tersebut melibatkan 450 responden dan hasil lengkapnya dijadwalkan akan dipublikasikan dalam waktu dekat.
Ngatiyana menilai hasil survei itu sebagai cerminan penilaian masyarakat atas kerja pemerintahan yang ia pimpin bersama wakilnya. Namun, ia menegaskan, survei bukanlah tujuan akhir.
“Kalau disurvei, ya kita melihat bagaimana tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja kami dan Pemerintah Kota Cimahi selama 2025. Itu jadi bahan refleksi,” ujar Ngatiyana dikutip dari
Ia menekankan bahwa survei dilakukan oleh lembaga independen dan bersumber dari suara warga, sehingga layak dijadikan rujukan evaluatif.
“Ini murni suara masyarakat, bukan mengada-ada,” katanya.
Meski demikian, Ngatiyana menegaskan bahwa ada atau tidaknya survei tidak akan mengubah orientasi kerjanya sebagai kepala daerah.
“Mau disurvei atau tidak, tugas saya tetap melayani masyarakat. Kita bekerja dulu, buktikan bahwa kita benar-benar melayani,” ujarnya.
Ngatiyana mengakui, capaian satu tahun pemerintahan belum sepenuhnya optimal. Ia berharap kinerja pada tahun berikutnya bisa lebih maksimal.
Di antara sejumlah isu strategis, persoalan lingkungan masih menjadi pekerjaan rumah terbesar. Berbagai keluhan warga, kata dia, dihimpun melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) maupun kanal pengaduan digital seperti WhatsApp Mantap dan media sosial Dinas Komunikasi dan Informatika.
“Semua keluhan dan saran kita tampung, nanti kita realisasikan secara bertahap,” katanya.
Selain lingkungan, sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur tetap menjadi prioritas utama karena menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Ngatiyana mencontohkan perbaikan drainase yang selama ini menjadi sumber persoalan tahunan, terutama saat musim hujan. Ia berharap langkah tersebut mampu menekan potensi banjir berulang.
“Jangan sampai setiap tahun masalahnya itu lagi, itu lagi. Mudah-mudahan bisa kita kurangi,” tandasnya.
Survei INSTRAT ini menjadi penanda tingginya tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Ngatiyana–Adhitia di tahun pertama. Namun, hasil itu juga menyiratkan ekspektasi warga agar Pemkot Cimahi lebih progresif dalam menuntaskan persoalan lingkungan dan meningkatkan kualitas layanan dasar di Kota Cimahi. (eri)






