Kota Cimahi, tujuhmenit.com – Tong sampah yang kerap dipandang sebelah mata karena identik dengan kotor dan bau, kini berubah total menjadi karya seni memukau. Ratusan siswa se-Kota Cimahi sukses mengubah persepsi tersebut lewat goresan tangan penuh warna dalam kegiatan bertajuk “FORKIS Peduli Lingkungan”.
Digagas oleh Forum Komunikasi Pelukis (FORKIS) Kota Cimahi, kegiatan ini mengubah area terbuka menjadi kanvas raksasa. Mulai dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA, para peserta tampak antusias menuangkan imajinasi mereka di atas permukaan tong sampah.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Endang, menjelaskan, ide ini lahir untuk mengubah kebiasaan masyarakat. Dengan sentuhan seni, harapannya kesadaran menjaga kebersihan tumbuh lebih kuat.
“Kami ingin hapus anggapan bahwa tong sampah itu harus kotor dan kumuh. Lewat seni, benda ini jadi indah dipandang. Logikanya, jika tempatnya menarik, masyarakat akan lebih senang dan rajin membuang sampah pada tempatnya,” ungkap Endang saat ditemui di lokasi.
Antusiasme generasi muda luar biasa tinggi. Tercatat sebanyak 180 peserta resmi berpartisipasi, terdiri dari 88 anak TK, 40 siswa SD, serta 50 pelajar SMP dan SMA. Bahkan banyak warga yang ingin mendaftar langsung di tempat, namun kuota terpaksa ditutup karena keterbatasan media yang disediakan.
“Ini bukti nyata, anak-anak kita sangat haus ruang berekspresi. Semangat mereka luar biasa, kami sangat apresiasi hal ini,” tambahnya.
Hal istimewa lainnya, kegiatan yang mempertandingkan karya ini dan memperebutkan Piala Wali Kota Cimahi ini terlaksana dengan konsep “Zero Budgeting” atau tanpa beban anggaran daerah.
Kepala Seksi Bidang Budaya Disbudparpora Kota Cimahi, Ares Rudhiansyah, mengapresiasi kemandirian penyelenggara. Pemerintah hanya berperan memfasilitasi tempat dan perizinan, selebihnya berjalan atas kekuatan kolaborasi masyarakat.
“Kami dorong kemandirian. Hasilnya acara berjalan sukses, kreativitas tetap mengalir deras. Nilai tambahnya, piala dan sertifikat dari Wali Kota ini bernilai prestasi, bisa digunakan siswa untuk ke jenjang pendidikan selanjutnya,” jelas Ares.
Selain bernilai edukasi seni dan lingkungan, kegiatan ini juga menjadi wujud realisasi janji politik Wali Kota Cimahi, yaitu mewujudkan 100 event berkualitas di Kota Militer Cimahi demi kemajuan budaya dan kreativitas warganya. (eri)






