Anomali Bandara Morowali Ancam Kedaulatan Negara dan Stabilitas Ekonomi. Harus Ditindak!

- Penulis

Jumat, 28 November 2025 - 12:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin saat memberi keterangan dalam acara Latihan Terintegrasi 2025 TNI di Bandara IMIP Morowali, Sulawesi Tengah, Kamis (25/11/2025). tujuhmenit.com/istimewa

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin saat memberi keterangan dalam acara Latihan Terintegrasi 2025 TNI di Bandara IMIP Morowali, Sulawesi Tengah, Kamis (25/11/2025). tujuhmenit.com/istimewa

Sulawesi Tengah, tujuhmenit.com – Tidak boleh ada Republik di dalam Republik! Itulah pernyataan Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin, menyikapi adanya bandara IMIP Morowali di kawasan pertambangan, Sulawesi Tengah (Sulteng), yang dinilai telah mencederai kedaulatan negara.

Pernyataan Sjafrie ini disampaikan usai menghadiri Latihan Terintegrasi 2025 TNI dan instansi lain di Morowali, Sulteng, Kamis (20/11/2025).

“Pesan kita kepada rakyat bahwa kita terus bekerja untuk kepentingan rakyat. Dan kita harus tegakan semua ketentuan tanpa kita melihat latar belakang dari manapun asalnya. Saya kira itu yang ingin saya sampaikan kepada temen-temen sekalian. Agar supaya ini menjadi suatu pemahaman bahwa tidak boleh ada republik di dalam republik,” kata Sjafrie.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada kesempatan tersebut Sajfrie memastikan bahwa pihaknya atas nama Negara Kesatuan Republik Indonesia akan menindak tegas barbagai kegiatan ilegal yang telah merugikan negara.

“Dari segi regulasi menteri ESDM langsung mengambil tindakan cepat menganulir perizinan-perizinan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah di seluruh Indonesia terhadap perizinan pasir kuarsa yang didalamnya ternyata pasir timah yang merupakan sumber daya alam yang tidak mendapatkan izin untuk di ekplorasi,” katanya.

Ia menegaskan bahwa Ini adalah satu contoh masih ada sekelompok orang melakukan siasat mengambil kesempatan untuk mengeruk kekayaan negara. Oleh karena itu, pihaknya yang tergabung dalam Satuan Tugas
Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), baik itu sawit maupun pertambangan, akan terus melakukan tindakan penertiban dan pengamanan. Apabila terjadi pelanggaran hukum, maka tidak segan memproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Masih menurut Sajfrie, latihan Terintegrasi 2025 TNI dan Instansi lain di Morowali, menunjukan kehadiran negara terhadap semua kegiatan ilegal yang selam ini terjadi dan sangat merugikan negara. Latihan simulasi, baik itu dalam rangka intercept terhadap pesawat-pesawat yang dimungkinkan mempunyai indikasi kegiatan-kegiatan ilegal.

Baca Juga  Deret Pengakuan Tokoh yang Tersandung Kasus Ijazah Palsu Jokowi: Rismon Tak Gentar, dr. Tifa Pasrah, Roy Suryo Santai

Intercept ini dalam latihan dilakukan oleh prajurit-prajurit Tentara Nasional Indonesia terhadap bandara yang tidak memiliki perangkat negara yang bertugas di dalam bandara tersebut,” kata Sajfrie.

Ia melanjutkan, kondisi bandara tersebut dapat menimbulkan kerawanan terhadap kedaulatan dan stabilitas ekonomi.

“Ini merupakan hal yang anomali di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita harus menegakkan regulasi, tapi ternyata masih terdapat celah-celah yang merupakan kerawanan terhadap kedaulatan ekonomi, bahkan juga bisa berpengaruh kepada stabilitas nasional,” ujarnya.

Sjafrie menegaskan bahwa negara tidak akan berhenti menindak kegiatan ilegal yang merugikan kekayaan nasional.

Pengawasan obyek vital

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan, Kolonel Arm Rico Ricardo Sirait mengatakan,  pernyataan Menhan harus dipahami sebagai peringatan umum terkait pengawasan negara di obyek vital.

“Pernyataan itu pada dasarnya mengingatkan pentingnya kehadiran perangkat negara di setiap obyek vital. Untuk detailnya kami belum bisa menyampaikan, jadi sementara kami mengacu pada penjelasan umum yang sudah disampaikan Menhan saat kunjungan di lapangan,” kata Rico kepada seperti yang dikutip Kompas.com, Selasa (25/11/2025).

“Intinya perhatian tersebut muncul dari evaluasi umum dan menjadi catatan agar pengawasan negara di titik strategis tetap kuat,” ucapnya.

Menurut Rico, absennya pengawasan negara di sebuah bandara dapat membuka celah aktivitas yang tidak tercatat.

Namun demikian, Kemhan masih menunggu pendalaman bersama instansi terkait sebelum memberikan penilaian risiko lebih perinci.

“Kalau pengawasan negara di sebuah bandara tidak lengkap, ruang bagi aktivitas yang tidak tercatat memang bisa terbuka, dan itu bisa berdampak pada keamanan nasional maupun lalu lintas ekonomi,” ucapnya. ***

Sumber Berita : https://nasional.kompas.com/read/2025/11/27/06163371/menhan-ungkap-anomali-bandara-morowali-tni-bersiap-kemenhub-klarifikasi?page=all

Berita Terkait

Betulkah Polemik PBNU Dipicu Persoalan Pengelolaan Kosensi Tambang? 
Bantuan Tak Kunjung Datang! Korban Bencana Jarah Swalayan dan Minimarket
Mengejutkan! Ada Bintang Dibalik Skandal Bandara Morowali. Siapakah Dia?
Banjir dan Longsor Terjang Sumatra, 174 Tewas dan 12.546 KK Mengungsi
Pasca Gus Yahya Tidak Lagi Jadi Ketua, Miftachul Akhyar Pimpin PBNU
Pertimbangan Politik! Rais Aam Cabut Penasihat Khusus Gus Yahya
Perkuat Program MBG, BGN Gelar Rapat konsolidasi SPPG
Pertamina Akhirnya Beri Pernyataan Soal Krisis BBM di Bengkulu, Antrean Panjang di SPBU

Berita Terkait

Minggu, 30 November 2025 - 14:14 WIB

Prediksi Skor, H2H, dan Susunan Pemain Bologna vs Napoli di Serie A

Minggu, 30 November 2025 - 13:29 WIB

Harga Emas Antam Naik Rp21.000 dalam Seminggu

Minggu, 30 November 2025 - 12:44 WIB

Heboh 3I/ATLAS, Ini Fakta ‘Alien’ Menurut Sains dan Ulama

Minggu, 30 November 2025 - 06:43 WIB

Viral, Pemain Persib Kena Tilang Polisi Malaysia, Terkejut Tahu Robi Darwis Prajurit TNI

Minggu, 30 November 2025 - 05:58 WIB

Usaha Daffa Wardhana Membuat Hadiah Ultah Ariel Tatum, Hasilnya Menakjubkan dan Disukai Banyak Orang

Minggu, 30 November 2025 - 05:13 WIB

7 Trik Pintar Menggunakan AI ala Ahli Keuangan

Minggu, 30 November 2025 - 01:27 WIB

Susunan Upacara Hari Pahlawan 10 November 2025: Panduan Lengkap PDF dan Aturan Baju Profesi

Minggu, 30 November 2025 - 00:42 WIB

Update Terbaru: Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Sudah Sadar, KPAI Siap Bantu

Berita Terbaru

Teknologi

Harga Emas Antam Naik Rp21.000 dalam Seminggu

Minggu, 30 Nov 2025 - 13:29 WIB

Teknologi

Heboh 3I/ATLAS, Ini Fakta ‘Alien’ Menurut Sains dan Ulama

Minggu, 30 Nov 2025 - 12:44 WIB