Bupati Ponorogo Jadi Tersangka Suap Jabatan dan Gratifikasi

- Editor

Minggu, 30 November 2025 - 09:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ringkasan Berita:

  • Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi.
  • Kepala Daerah Ponorogo masa jabatan 2021–2025 dan 2025–2030 diduga terlibat dalam perkara suap serta penerimaan hadiah.
  • Selain Sugiri Sancoko, ada tiga orang lainnya yang juga ditetapkan sebagai tersangka.

AdinJava, JAKARTA– Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko secara resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam tiga kasus dugaan tindak pidana korupsi.

Kepala Pelaksana Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu menyampaikan bahwa Bupati Ponorogo periode 2021–2025 dan 2025–2030 diduga terlibat dalam kasus suap terkait pengajuan jabatan, suap proyek konstruksi di RSUD Harjono Ponorogo, Jawa Timur, serta penerimaan hadiah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengambilan keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut, setelah dilakukannya Operasi Tangkap Tangan (OTT) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada Jumat, 7 November 2025 lalu.

“Dari hasil penyelidikan dan ditemukannya bukti yang memadai, KPK menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan dengan menetapkan empat tersangka,” ujar Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Minggu (9/11/2025) pagi.

Selain Sugiri Sancoko, terdapat tiga orang lainnya yang ditetapkan sebagai tersangka, antara lain:

  1. Agus Pramono (AGP): Kepala Sekretariat Kabupaten Ponorogo
  2. Yunus Mahatma (YUM): Kepala Rumah Sakit Umum Daerah Dr Harjono Kabupaten Ponorogo
  3. Sucipto (SC): Pihak swasta/mitra RSUD Ponorogo.

Tiga Kelompok Korupsi Bupati Ponorogo

Asep Guntur mengungkap tiga kelompok masalah yang melibatkan Sugiri Sancoko:

1. Suap Pengurusan Jabatan

Perkara ini dimulai pada awal tahun 2025 ketika Yunus Mahatma menerima informasi bahwa dirinya akan digantikan dari jabatan Direktur RSUD Harjono Ponorogo oleh Bupati Sugiri Sancoko.

Baca Juga  Jadwal Film di 5 Bioskop XXI Lampung, Sabtu 8 November 2025

“Oleh karena itu, YUM (Yunus Mahatma) bekerja sama dengan Sekda AGP dalam menyiapkan sejumlah dana yang akan diserahkan kepada SUG (Sugiri), dengan maksud agar posisinya tetap terjaga,” jelas Asep.

Dikabarkan telah terjadi tiga kali penyerahan dana dari YUM dengan jumlah total sebesar Rp 1,25 miliar.

Rinciannya:

  • Februari 2025: sejumlah dana senilai Rp 400 juta diberikan oleh YUM kepada SUG melalui asistennya.
  • April–Agustus 2025: Rp 325 juta diberikan YUM kepada AGP.
  • November 2025: Rp 500 juta diberikan YUM melalui Ninik (NNK), kerabat SUG.

“Maka total dana yang digunakan untuk pengurusan jabatan ini sebesar Rp 1,25 miliar, terdiri dari SUG senilai Rp 900 juta dan AGP sebesar Rp 325 juta,” kata Asep.

2. KKN dalam Proyek Pekerjaan di RSUD Ponorogo

Tim KPK juga menemukan indikasi suap terkait paket pekerjaan di lingkungan RSUD Ponorogo tahun 2024 dengan nilai mencapai Rp 14 miliar.

Tersangka Sucipto, sebagai pihak swasta mitra kerja, diduga memberikan komisi proyek sebesar 10 persen atau senilai Rp 1,4 miliar kepada Yunus Mahatma.

Uang tersebut diduga diberikan oleh Yunus kepada Bupati Sugiri Sancoko melalui ajudannya (Singgih) dan saudara Bupati (Ely Widodo).

3. Penerimaan Lainnya (Gratifikasi)

KPK menduga adanya penerimaan hadiah tambahan oleh Sugiri Sancoko.

Selama masa 2023–2025, Sugiri diduga menerima dana sebesar Rp 225 juta dari Yunus Mahatma.

Selain itu, pada bulan Oktober 2025, Sugiri diduga menerima dana sebesar Rp 75 juta dari pihak swasta yang bernama Eko.

Kronologi OTT

Operasi tangkap tangan yang dilakukan pada Jumat (7/11/2025) berawal dari pemberian uang oleh pihak ketiga terkait kasus suap jabatan.

Pada tanggal 3 November 2025, Sugiri Sancoko diduga meminta dana sebesar Rp 1,5 miliar dari Yunus Mahatma dan kembali mengingatkannya pada 6 November.

Baca Juga  Beda Pengakuan Ayah Korban Dengan Pemberitaan Terkait Sengatan Listrik PJG Proyek Dishub

Pada tanggal 7 November, Yunus bersama rekanannya, Indah Bekti Pratiwi (IBP), berkoordinasi dengan karyawan Bank Jatim, Endrika (ED), dalam upaya mencairkan dana tunai sebesar Rp 500 juta.

“Uang tunai sebesar Rp 500 juta itu kemudian disita oleh Tim KPK sebagai barang bukti, saat akan diserahkan YUM kepada SUG melalui NNK (kerabat SUG),” kata Asep.

Dalam operasi tangkap tangan tersebut, tim KPK menangkap sejumlah 13 orang, termasuk Bupati, Sekretaris Daerah, Direktur RSUD, pihak swasta, serta ajudan.

Untuk keperluan penyelidikan, empat tersangka ditahan selama 20 hari pertama, mulai tanggal 8 November hingga 27 November 2025, di Rutan KPK Cabang Merah Putih.

Para tersangka dikenai pasal-pasal dalam Undang-undang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor):

  1. Sugiri Sancoko dan Agus Pramono (Penerima Suap Jabatan): Dituduh melanggar Pasal 12 huruf a atau b serta/atau Pasal 11 dan/atau Pasal 12B UU TPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
  2. Sugiri Sancoko dan Yunus Mahatma (Penerima Suap Proyek): Dituduh melanggar Pasal 12 huruf a atau b serta/atau Pasal 11 dan/atau Pasal 12B UU Tipikor beserta Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
  3. Yunus Mahatma (Pemberi Kursi Jabatan): Dituduh dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b, dan/atau Pasal 13 UU Tipikor.
  4. Sucipto (Pemberi Suap Proyek): Dituduh dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b, dan/atau Pasal 13 UU Tipikor.

Artikel ini telah diterbitkan di Tribunnews.com

Berita Terkait

Iran Turup Selat Hormuz, Krisis Minyak Dunia Bakal Terjadi
Pasca Serangan Brutal, 17 Penerbangan Bandara Soetta Dibatalkan
Sebanyak 100.564 Warga, Dapat Bantuan Kepesertaan BPJS Kesehatan Pemkot Cimahi
Diduga Kuat Tak Kantongi Izin Operasional, Indomaret Baros Ganggu UMKM dan Pedagang Kecil
Pelayanan Makin Dekat, Polantas Menyapa Hadirkan Kenyamanan Baru di Samsat Cimahi
Polantas Menyapa, Samsat Kota Cimahi, Terus Lakukan Optimalisasi Pelayanan Masyarakat
Peringatan Isra Mi’raj 1447 H, Penguatan Iman dan Kebersamaan Jadi Perhatian Pemkot Cimahi
Satlantas Sosialisasikan Standar Pelayanan Samsat Cimahi Lewat Program Polantas Menyapa

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 06:11 WIB

‘Polantas Menyapa’ Samsat Cimareme, Ini yang Dilakukan Personel Samsat Terhadap Wajib Pajak

Selasa, 3 Maret 2026 - 06:06 WIB

Polantas Menyapa, Sajian Istimewa dari Samsat Cimahi di Bulan Penuh Berkah

Senin, 2 Maret 2026 - 06:21 WIB

Polantas Menyapa, Samsat Cimahi Berupaya Tumbuhkan Kesadaran Tertib Berlalu Lintas

Sabtu, 28 Februari 2026 - 05:53 WIB

Samsat Cimahi Satlantas Polres Cimahi Ajak masyarakat Taat Pajak

Sabtu, 28 Februari 2026 - 05:49 WIB

Polantas Menyapa : Samsat Cimareme Edukasi Warga Soal Prosedur Mutasi Kendaraan Masuk ke Kota Cimahi

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:19 WIB

Polantas Menyapa di Samsat Cimahi, Wujudkan Pelayanan Ramah dan Profesional

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:15 WIB

Polantas Menyapa Samsat Cimareme, Humanis di Lapangan, Digital Dalam Penegakan Hukum

Kamis, 26 Februari 2026 - 11:41 WIB

Sosialisasi Petunjuk Teknis Kemitraan dengan KIM, Langkah Strategis Diskominfo Cimahi Perkuat Ekosistem Keterbukaan Informasi Publik

Berita Terbaru

Wakil Presiden ke-6 RI, Jenderal Purn. Alm. Try Surtisno.

Nasional

Indonesia Berduka, Try Sutrisno Tutup Usia

Senin, 2 Mar 2026 - 11:18 WIB