Kota Cimahi, tijuhmenit.com – Jenazah Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar telah tiba di rumah duka Jalan Cikendal, Cipageran, Kota Cimahi. Kedatangan ini menyusul upacara penghormatan terakhir yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Jakarta.
Almarhum Zulmi gugur bersama dua rekannya sesama prajurit TNI saat menjalankan tugas mulia sebagai pasukan perdamaian dunia di bawah bendera UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) di wilayah Lebanon.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, turut hadir memberikan penghormatan terakhir dan menyampaikan rasa duka yang mendalam atas wafatnya putra terbaik daerahnya tersebut.
“Hari ini saya datang untuk melayat almarhum Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar yang gugur saat bertugas di medan operasi Lebanon,” ujar Ngatiyana, Sabtu (4/4/2026).
Menurutnya, pengabdian Zulmi merupakan bukti nyata kecintaan terhadap tanah air. Gugurnya sang pahlawan dalam misi perdamaian dunia telah mengharumkan nama bangsa Indonesia di mata internasional.
“Beliau adalah pahlawan kusuma bangsa yang telah membawa nama Indonesia harum di kancah dunia,” tambahnya.
Ngatiyana menambahkan, almarhum telah membuktikan diri sebagai prajurit yang mengabdi dengan tulus dan ikhlas, baik lahir maupun batin, demi kehormatan negara dan keluarga.
Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Cimahi, Ngatiyana mendoakan agar almarhum diterima di sisi-Nya.
“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum diterima amal ibadahnya, diampuni segala kesalahan, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” pungkasnya.
Perlu diketahui, Zulmi adalah salah satu dari ribuan prajurit TNI yang dikirim dalam misi perdamaian di Lebanon sejak Indonesia bergabung dengan UNIFIL pada tahun 2006.
Hingga saat ini, Indonesia secara rutin mengirimkan pasukan di bawah nama Kontingen Garuda. Besarnya jumlah personel yang diterjunkan membuat Indonesia tercatat sebagai salah satu negara penyumbang pasukan terbesar untuk UNIFIL.
Bahkan, Indonesia dikenal sangat aktif berkontribusi dalam pasukan penjaga perdamaian PBB sejak tahun 1957, tidak hanya untuk misi di Lebanon saja. (eri)






