Olahraga– Pertandingan sengit antara dua tim di bagian bawah klasemen akan berlangsung panas di Stadio Luigi Ferraris, pada malam Minggu waktu Italia. Genoa dan Fiorentina, dua klub yang sama-sama berada di zona degradasi, siap bersaing dalam pertandingan yang bisa memengaruhi jalannya musim mereka.
Ini bukan hanya pertandingan minggu ke-11 Serie A — ini merupakan pertarungan antara hidup dan mati pada awal November.
Genoa: Masa Baru De Rossi Dimulai
Setelah dipecat Patrick Vieira setelah serangkaian hasil yang mengecewakan, manajemen Genoa akhirnya memilih Daniele De Rossi — legenda Italia dan pemenang Piala Dunia 2006 — untuk memimpin pemulihan tim.
Sensasi baru langsung terasa. Pekan lalu, Genoa meraih kemenangan pertama musim ini dengan skor 2-1 melawan Sassuolo, berkat gol akhir Leo Østigård yang menjadi pahlawan di menit akhir.
Kemenangan terasa seperti hembusan napas lega. Sebelumnya, Rossoblù merupakan salah satu dari empat tim yang belum pernah meraih kemenangan di Serie A. Kini mereka mulai naik dari dasar klasemen, berada di posisi ke-18, hanya sedikit di bawah zona aman.
Masalah utama Genoa musim ini jelas terlihat: hasil yang tidak memuaskan dan lini pertahanan yang rentan. Sebelum pertandingan melawan Sassuolo, mereka hanya mampu mencetak lima gol dari sembilan pertandingan — rekor terburuk di antara seluruh peserta liga. Tambah dua gol pada pekan lalu memang menunjukkan tanda-tanda perbaikan, tetapi De Rossi menyadari bahwa tantangan berat baru saja dimulai.
Sejak bulan Januari 2024, Genoa belum pernah memperoleh dua kemenangan berturut-turut di Serie A. Jika berhasil mengalahkan Fiorentina, rekor tersebut akan berakhir setelah hampir dua tahun. Namun, sejarah tidak mendukung mereka: Genoa belum pernah menang melawan Fiorentina sejak September 2019.
Fiorentina: Vanoli Menghadapi Tugas Sulit
Di sisi tim tamu, Fiorentina datang dengan kondisi yang masih terluka. Kekalahan 0-1 melawan Lecce pekan lalu menjadi titik terendah yang mengakhiri masa singkat Stefano Pioli sebagai pelatih. Klub segera bertindak cepat dengan menunjuk Paolo Vanoli, mantan pelatih Torino, untuk memperbaiki situasi.
Vanoli mewarisi tim yang sedang goyah di kedua sisi: lini belakang rapuh, lini depan tidak efektif. Fiorentina menjadi klub dengan pertahanan terburuk di Serie A (mengizinkan 16 gol) dan salah satu serangan paling tidak produktif, hanya mencetak tujuh gol hingga saat ini.
Bahaya semakin mengancam, mereka baru saja kehilangan rekor tak terkalahkan di Eropa setelah kalah 1-2 dari Mainz 05 pada menit ke-95. Kekalahan ini semakin memperparah semangat tim, yang kini berada di posisi terbawah dalam klasemen.
Namun, catatan pertemuan melawan Genoa bisa menjadi dasar harapan. Fiorentina tidak pernah kalah dalam sembilan pertandingan terakhir menghadapi Rossoblù, termasuk lima kemenangan beruntun tanpa kebobolan. Vanoli pasti berharap sejarah akan mendukung mereka lagi pada pertandingan pertamanya kali ini.
Kondisi Tim: Malinovskyi Tidak Hadir, Kean Siap Diandalkan
De Rossi akan memulai pertandingannya tanpa gelandang kreatif Ruslan Malinovskyi, yang mendapat skorsing akibat akumulasi kartu. Kehadiran pemain tersebut membuat opsi serangan Genoa semakin terbatas. Tidak ada satupun pemain mereka yang mencetak lebih dari satu gol musim ini — tanda jelas bahwa lini depan masih membutuhkan sentuhan tajam.
Sebastian Otoa masih mengalami cedera, meskipun bek ini jarang turun dalam pertandingan musim ini. De Rossi dikabarkan sedang mempertimbangkan perubahan sistem formasi, dari 3-5-2 menjadi 4-3-3, agar dapat memperluas permainan dan meningkatkan kecepatan di sisi sayap.
Di pihak lawan, Fiorentina tiba tanpa Tariq Lamptey dan Robin Gosens yang masih dalam proses pemulihan cedera, sementara Christian Kouamé terus absen sejak bulan April.
Meski demikian, Moise Kean diprediksi akan kembali menjadi pemain inti setelah sebelumnya duduk di bangku cadangan dalam pertandingan Eropa. Striker muda ini baru saja mencetak satu gol musim ini dan akan berpasangan dengan Edin Džeko di lini depan.
Perkiraan susunan pemain:
Genoa (4-3-3): Leali; Norton-Cuffy, Østigård, Vasquez, Martin; Frendrup, Masini, Thorsby; Ellertsson, Messias, Vitinha.
Fiorentina (3-5-2): De Gea; Pongracic, Mari, Ranieri; Dodo, Mandragora, Caviglia, Fagioli, Fortini; Dzeko, Kean.
Analisis dan Prediksi Akhir
Pertandingan ini akan menjadi ujian bagi kedua pelatih yang baru. De Rossi membawa semangat segar dan pemain muda, sedangkan Vanoli memiliki pengalaman dalam menghadapi situasi sulit dengan tim. Keduanya memiliki kesamaan: ingin mengangkat kembali klub yang kehilangan arah.
Pemain De Rossi dulu terkenal dengan gaya permainan yang agresif dan penuh semangat — gaya yang mungkin akan ia bawa ke Genoa. Di sisi lain, Vanoli lebih memilih membangun pertahanan terlebih dahulu, mengandalkan serangan balik cepat melalui Kean dan Dzeko.
Dari segi momentum, Genoa sedikit lebih unggul setelah kemenangan menegangkan pekan lalu dan dukungan penuh dari para penggemar di stadion Luigi Ferraris. Namun dari segi kemampuan individu, Fiorentina masih lebih unggul secara teori.
Hasil imbang terlihat masuk akal, tetapi jika satu tim mampu memanfaatkan kesempatan pertama, pertandingan ini bisa berubah menjadi pertarungan penuh perasaan.
Perkiraan skor akhir: Genoa 1–1 Fiorentina
***






