JAKARTA, tujuhmenit.com- Tidak main-main, single terbaru yang dirilis grup band Slank dengan judul “Republik Fufufafa”, begitu menggebrak seantero dunia musik tanah air. Bahkan, lagu dengan nada sarkasme kepada penguasa ini, mampu menyedot perhatian netizen yang memang sedang terkonsentrasi pada kondisi negara saat ini.
Grup band legendaris ini, sebelumnya dikenal mendukung pemerintah rezim Jokowi, kini seakan berbalik arah dan melontarkan protes sosialnya. Pada ulang tahunnya yang ke-42 di tanggal 26 Desember 2025, di video klip, Kaka sang vokalis dan personil lainnya, tampil slengean dengan kostum Joker, seakan ingin menampar wajah penguasa.
Lagu yang ditulis Drummer, Bimbim ini mewakili suara masyarakat Indonesia yang telah mengalami krisis kepercayaan. Karakter penguasa yang sudah meninggalakan etika, merusak sistem demokrasi, menjadi narasi kuat yang menohok. Singkatnya ‘Sakau Kekuasaan’ menjadi magnet menyindir pecundang yang sedang menikmati jabatan.
Seperti yang disampaikan Rudianto Tarigan di channel Forum Keadilan TV, Kamis (1/1/2026). Lirik lagu ini dibuat berdasar pada fakta dimana kondisi negara sedang tidak baik-baik saja.
“Saya berterimakasih pada Slank, Saya Slanker sejati lho, mengingatkan kita bahwa negara ini sedang tidak baik-baik saja,” kata Tarigan yang juga sebelumnya pendukung Jokowi.
Masih menurut Tarigan, dibalik pemerintahan yang resmi, masih ada kekuasaan yang bisa mengendalikan politik, hukum, dan ekonomi yang secara langsung telah membuat negara ini menjadi kacau balau.
“Bayangin Bang, negeri stunting dan kurang gizi! Sementara di sana kita tahu tambang batu bara mereka banyak, hutan mereka banyak, nikel mereka banyak. Tapi stunting tinggi! Gila nggak! Apa Pak Prabowo masih berdiam diri dengan soal-soal ini?” tegasnya.
Tarigan mendengar ada yang keberatan dan marah-marah dengan lirik lagu tersebut. Hal ini membuktikan mereka merasa terkonfirmasi atas kelakuannya itu, seperti yang disampaikan dalam lirik lagu.
“Kita jujur! hari ini apa yang kita banggakan di republik ini? Coba semua orang, terutama pejabat kita itu, belum apa-apa sudah bicara koalisi permanen. Mempersiapkan peta 2029. Padahal kekuasaan ini baru setahun,” katanya.
Negeri ini benar-bebar sudah kacau balau, sakau kuasa, sakau narkoba, dan juga sakau judi. Makanya Tarigan menilai apabila situasi ini terus dibiarkan dan orang-orang seperti itu dipaksakan memimpin negara ini, tidak ada harapan bagi masyarakat untuk hidup ke arah yang lebih baik.
“Mau di bawa ke mana kita? Mestinya mereka membuat situasi dan kondisi baik. Karena dipaksakan dan tidak mampu, ya beginilah jadinya,” ujarnya.
Kembali Ke Akal Waras
Sementara itu, Ahli Telematika, Roy Suryo, yang juga menjadi tersangka dalam kasus dugaan ijazah palsu Jokowi, melalui video singkatnya mengapresiasi lagu ini.
“Saya ingin memberikan dukungan dan apresiasi kepada grup band Slank yang pada saat peringatan ulang tahunnya yang ke 42 kemarin, 26 Desember 2025, membuat satu lagu yang sangat bagus dengan judul Republik Fufufafa,” kata Roy.
Masih menurut Roy, lagu yang diciptakan Bimo Setiawan atau Bimbim ini, terdapat kata-kata sakau kuasa, sakau narkoba, sakau berjudi dan sebagainya. Semua itu mengacu pada sosok kontroversial yang dikenal dengan Fufufafa.
“Dan kita tahu semua, 99,9 % Fufufafa itu siapa? Orang yang gak punya ijazah SMA. Slank udah kembali akal warasnya, mari kita mengajak masyarakat untuk kembali menggunakan akal waras,” katanya. ***






