Memasuki hari ke-13, Tim SAR gabungan kembali berhasil menemukan dua jenazah korban longsor di Kaki Gunung Burangrang tepatnya di Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (5/2/2026).
BANDUNG BARAT, tujuhmenit.com- Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana mengatakan, kedua jenazah yang sudah dalam kondisi membusuk, ditemukan menjelang sore hari di lokasi kerja yang berbeda.
“Pukul 14.00 WIB tim SAR berhasil menemukan satu bodypack di worksite B2. Kemudian pada pukul 15.27 WIB ditemukan kembali satu bodypack di worksite A3,” kata Ade seperti dikutip Koran Gala, Kamis (5/2/2026).
Data terakhir total bodypack yang telah diserahkan kepada Disaster Victim Identification (DVI) Polri sebanyak 94. Berdasarkan rilis resmi tim DVI hingga 5 Februari 2026 pukul 06.00 WIB, proses identifikasi telah dilakukan terhadap 70 jiwa dari total 73 bodypack yang telah masuk tahap pemeriksaan.
“Masih ada 19 bodypack yang masih dalam proses identifikasi lanjutan oleh tim DVI,” ucapnya.
Dari jenazah yang sudah diidentifikasi, sebanyak 54 orang terkonfirmasi merupakan warga yang masuk dalam 80 daftar pencarian.
Operasi SAR akan terus dilanjutkan hingga hari ke-14, Jumat (6/2/2026) besok, dimana masa tanggap darurat dinyatakan berakhir. Pihaknya akan mengerahkan sekitar 3.000 personel SAR gabungan.
“Kami berkomitmen untuk terus melakukan pencarian dan evaluasi setiap hari hingga semaksimal mungkin korban ditemukan, dengan koordinasi lintas instansi,” tandasnya.
Petugas SAR Disemprot Disinfektan
Dalam upaya mencegah penyebaran penyakit, Tim SAR Gabungan dan seluruh petugas yang terlibat dalam proses evakuasi korban longsor, disemprot dengan disinfektan oleh Tim Kesehatan.
Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan mengatakan, hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan, mengingat lokasi tempat jenazahnya sudah tidak sehat karena mengandung banyak bakteri yang bisa membahayakan kesehatan petugas dan juga warga.
“Langkah ini diambil mengingat kondisi jenazah korban yang sudah membusuk berhari-hari tertimbun longsor. Kondisi ini berisiko menebar penyakit, infeksi saluran pernapasan, diare, dan penyakit kulit,” ujar Hendra, Kamis (5/2/2026).
Masih kata Hendra, mengingat masa pencarian yang lama membuat kerentanan tim SAR meningkat, sehingga penyemprotan disinfektan, pemberian vitamin, dan asupan gizi diberikan untuk menjaga tubuh personil tetap fit. Dengan demikian petugas bisa bekerja dengan baik.
PMI dan petugas medis juga telah menyiagakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi relawan dan warga yang beraktivitas di zona terdampak.
“Jika ada yang mengalami keluhan kesehatan, diharapkan segera melapor ke posko kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis segera,” pungkas Hendra. (Umay)






