Kota Cimahi, tujuhmenit.com – Wali Kota CImahi Ngatiyana angkat suara terkait hasil survei yang dilakukan lembaga independen Indonesia Strategic Institute (INSTRAT) pada 12–15 Februari 2026 terhadap kinerjanya bersama Adhitia Yudhistira selama setahun ini.
Diketahui dalam survei tersebut, sebanyak 82,7 persen masyarakat menyatakan puas terhadap kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi selama satu tahun kepemimpinan Wali Kota Ngatiyana dan Wakil Wali Kota Adhitia Yudhistira.
Sementara, dari total responden survei, sebanyak 9,8 persen menyatakan tidak puas, sementara 7,5 persen lainnya memilih tidak tahu atau tidak memberikan jawaban.
Menanggapi hal itu, Ngatiyana mengatakan, survei yang melibatkan 450 responden tersebut merupakan cerminan objektif dari penilaian publik terhadap pelayanan pemerintah. Hasil lengkapnya bakal segera dipublikasikan dalam beberapa hari ke depan.
“Survei ini bersumber langsung dari suara masyarakat dan dikerjakan oleh lembaga independen, jadi bisa dijadikan dasar evaluasi,” kata Ngatiyana, Selasa (24/2/2026).
Kendati hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan tergolong tinggi, Ngatiyana menyebut, survei bukan menjadi tujuan utama kerja pemerintahannya. Fokus utama tetap pada pelayanan publik dan penyelesaian permasalahan yang menjadi prioritas.
“Tugas saya adalah melayani masyarakat, bekerja dulu lalu buktikan kontribusinya. Satu tahun bekerja belum maksimal, tahun depan kami akan berusaha lebih baik,” ucapnya.
Ngatiyana mengakui, persoalan lingkungan masih menjadi pekerjaan rumah terbesar, dengan berbagai keluhan warga yang terus dihimpun melalui kanal aspirasi seperti Musrenbang, WhatsApp Mantap, dan platform media sosial yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).
Selain lingkungan, sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur juga menjadi fokus utama. Salah satu contohnya. Yakni penanganan drainase yang selama ini sering menjadi sumber masalah saat musim hujan.
“Kami sudah melakukan perbaikan drainase tahun ini, harapannya persoalan yang terjadi setiap tahun bisa berkurang atau bahkan tidak terulang lagi,” bebernya. (eri)






