Warga Cipongkor  Cemaskan Aktivitas Tambang Andesit di Gunung Karang

- Editor

Kamis, 29 Januari 2026 - 17:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas tambang di Gunung Karang, Cipongkor, Bandung Barat kembali dikeluhkan warga yang  khawatir terjadinya longsor, Kamis (29/1/2026).Foto:net/tujuhmenit.com

Aktivitas tambang di Gunung Karang, Cipongkor, Bandung Barat kembali dikeluhkan warga yang khawatir terjadinya longsor, Kamis (29/1/2026).Foto:net/tujuhmenit.com

BANDUNG BARAT, tujuhmenit.com- Aktivitas pertambangan batu andesit di Gunung Karang, Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, menjadi perhatian warga di Desa Karangsari dan Sarinagen. Merka menghawatirkan terjadinya musibah longsor seperti di Cisarua, Kamis (29/1/2026).

Berdasarkan informasi,  kegiatan tambang untuk pembangunan PLTA Upper Cisokan ini telah menyebakan polusi udara dan getaran yang mengancam rumah warga. Bahkan pada Senin (28/4/2025) lalu,  tambang tersebut sempat didemo warga.

Aktivitas tambang andesit ini merupakan penambangan batu vulkanik jenis andesit yang dilakukan dengan metode tambang terbuka (quarry). Blasting atau peledakan dilakukan untuk memecahkan batuan di lokasi tambang. Tambang ini digunakan untuk konstruksi PLTA Upper Cisokan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baru-baru ini beredar video di medsos memperlihatkan aktivitas blasting di Gunung Karang. Video tersebut menjadi sorotan, karena warga yang merekam kejadian itu merasa resah atas aktivitas pertambangan tersebut. Terlebih blasting dilakukan di saat musim hujan seperti saat ini.

Perekam menyebut aktivitas peledakan di Gunung Karang itu bukan sekali ini terjadi. Mulanya video tersebut viral dibagikan akun TikTok @damipedelweis.Video, memperlihatkan detik-detik peledakan yang dilakukan di atas bukit.

Keresahan warga muncul setiap aktivitas blasting atau peledakan batu andesit dilakukan di area pertambangan yang lokasinya dekat dengan permukiman.

Sebuah video yang berdar, memperlihatkan kepanikan warga saat peledakan dilakukan.  Dalam rekaman tersebut terdengar teriakan ketakutan dan suara warga yang mengingatkan untuk menjauh dari lokasi. Beberapa warga tampak berlari menjauhi area peledakan.

Bahkan ada juga warga yang memilih berlindung di dalam rumah. Warga mengaku merasa cemas setiap kali blasting dilakukan. Getarannya terasa sampai ke dalam rumah, hingga kaca jendela dan dinding  rumah bergetar.

Baca Juga  "Pekan Ceria", Disarpusda Cimahi Ubah Perpustakaan Jadi Ruang Bermain dan Belajar Anak

Warga juga mengeluhkan minimnya informasi dari pihak pengelola saat peledakan dilakukan. Menurut mereka, suara ledakan yang menggelegar kerap terjadi secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan.

“Ledakan terjadi begitu saja tanpa ada pemberitahuan. Akibatnya,  tidak punya waktu untuk mengamankan diri,” kata salah seorang warga, Dedi (50).

Kondisi ini menimbulkan trauma dan tekanan psikologis warga. Bahkan diantara mereka mengaku sulit beristirahat dengan tenang, karena selalu dihantui terjadinya ledakan.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pengelola tambang maupun instansi terkait, mengenai aktivitas peledakan tersebut. Termasuk mengenai perizinan, standar keselamatan, serta dampak lingkungan yang ditimbulkan.

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap aktivitas pertambangan yang dikeluhkan tersebut.***

Berita Terkait

Tiga Perda Baru Cimahi: Bangun Kota Tertib, Bersih, dan Terkelola Baik
Ribuan Warga Cimahi Bersholat Istisqa, Memohon Hujan di Tengah Kekeringan Panjang
Gak Lagi Kebanjiran! Puskesmas Melong Tengah Dibangun Ulang, Selesai Akhir Tahun
Tanam Durian hingga Trambesi, Pemkot Tanam 74 Pohon Pengganti Akibat Penggusuran Pembangunan Underpass Gatsu Cimahi
Gardu Listrik Peninggalan Belanda Digeser, Pembangunan Underpass Gatsu Cimahi Tetap Pelihara Warisan Sejarah
Wali Kota Cimahi Lepas 884 Kontingen ke Porprov XV Jabar, Dengan Target Realistis dan Semangat Juang Tinggi
Antisipasi Penyebaran Abu Vulkanik, Dedi Mulyadi Rilis SE PJJ
Wali Kota Cimahi Tegaskan, Pembangunan SMPN 14 Harus Tepat Spek

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Dudi Supriadi: BPD Harus Utamakan Kepentingan Masyarakat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Bupati Garut Bahas Penanganan Kebakaran dan Penataan TPA Pasir Bajing Bersama Warga

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Viral Video Kericuhan KOD Cup U-23, Adanya Kabar Korban Meninggal Dipastikan Tidak Benar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:41 WIB

ChiMa 2026 Perkuat Inovasi Pelayanan Publik Bagi Masyarakat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Bupati M. Yamin: Jangan Sampai RDTR Hanya Baik di Atas Kertas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:44 WIB

Baru 12 dari 147 Dokumen Terunggah, Sekda Bartim Minta OPD Percepat MCSP-R

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:58 WIB

Ditargetkan Rampung Desember ini, Proyek Flyover Pusdikpom Cimahi Kembali Digarap

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Bupati Garut Pastikan Pelayanan Isbat Nikah Beri Kepastian Hukum bagi Keluarga

Berita Terbaru

Kadis DPMD, Dudi Supriadi, bersama Camat Batujajar Andi M Khitmat dan pejabat lainnya dalam acara pelantikan anggota BPD periode 2026-2034 di Aula Kantor Koperasi Desa Merah Putih, Desa Batujajar Timur, pada Rabu (15/10/2026

Daerah

Dudi Supriadi: BPD Harus Utamakan Kepentingan Masyarakat

Kamis, 15 Okt 2026 - 20:55 WIB