Waspada Filariasis! Penyakit Kaki Gajah yang Mengancam Jutaan Orang Melalui Gigitan Nyamuk

- Editor

Rabu, 26 November 2025 - 13:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AdinJava– Bukan hanya demam berdarah atau malaria, ternyata ada satu penyakit lain yang secara diam-diam mengancam jutaan orang di seluruh dunia dan disebabkan oleh nyamuk. Mengutip dariHalodocFilariasis, atau yang lebih dikenal dengan nama penyakit kaki gajah/elephantiasis, merupakan kondisi yang menyerang sistem limfatik, yaitu jaringan tubuh yang berperan dalam menjaga keseimbangan cairan dan fungsi imun.

Kemudian, apa hubungannya dengan nyamuk? Infeksi ini disebabkan oleh cacing mikroskopis tertentufilariayang tinggal di dalam sistem limfatik manusia. Ketika cacing filaria menetap di sistem ini, aliran limfanya bisa tersumbat dan menyebabkan pembengkakan yang parah. Pada kondisi tersebut, nyamuk berperan dalam penyebaran penyakit melalui gigitannya yang telah membawa larva cacing dari seseorang yang terinfeksi sebelumnya.

Meskipun cacing filariaterutama menyerang pembuluh limfa, cacing ini juga dapat berada dalam aliran darah penderita. Ketika nyamuk menggigit seseorang yang terinfeksi, larva cacing ikut masuk bersama darah dan selanjutnya berkembang di dalam tubuh nyamuk. Saat nyamuk yang sama menggigit orang lain, larvafilariaberpindah ke tubuh inang yang baru dan mulai berkembang biak dalam sistem limfatik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proses ini akhirnya menyebabkan gangguan aliran getah bening dan mengakibatkan pembengkakan parah pada bagian tubuh tertentu, seperti kaki. Berdasarkan informasi dari Alodokter, terdapat beberapa jenis cacing yang diketahui menjadi penyebab utama filariasis, yaituWuchereria bancroftiBrugia malayi, dan Brugia timori. Sementara penyebarannya dapat dilakukan oleh berbagai jenis nyamuk, termasukCulexAedesAnopheles, dan Mansonia.

Gejala Umum Penyakit Filariasis/Kaki Gajah

Penyakit kaki gajah atau filariasis ditandai dengan pembengkakan pada kaki, tetapi juga bisa menyerang bagian tubuh lain seperti lengan, dada, atau area alat kelamin. Berdasarkan informasi dari Alodokter, kulit di area yang bengkak bisa menjadi tebal, gelap, kering, retak, bahkan berdarah, dan kondisi ini biasanya bersifat permanen ketika sudah memasuki tahap kronis. Pada tahap awal, banyak penderita tidak mengalami gejala apa pun sehingga infeksi sering kali tidak terdeteksi dan baru diketahui setelah terjadi kerusakan pada sistem limfatik.

Baca Juga  Bupati Tanggamus Raih Penghargaan TVOne, Bukti Kepemimpinan dan Inovasi Luar Biasa

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa sebagian besar infeksi filariasis tidak menunjukkan gejala, tetapi masih mampu merusak sistem limfatik dan ginjal serta mengganggu fungsi sistem imun. Jika berkembang menjadi tahap kronis, penyakit ini bisa menyebabkan pembengkakan jaringan (limfedema), penebalan kulit (elephantiasis), serta pembesaran skrotum (hidrokel). WHO juga menyoroti dampak sosial dan ekonomi dari kondisi ini, karena cacat fisik dapat memicu stigma, tekanan psikologis, hingga kehilangan penghasilan.

Sementara itu, Cleveland Clinicmenyebutkan bahwa sekitar dua per tiga penderita filariasis tidak mengalami gejala parah, namun penyakit ini mampu memicu peradangan akibat respons imun yang berlebihan, serta menyebabkan penumpukan cairan di beberapa bagian tubuh seperti lengan, kaki, payudara, skrotum, penis, vulva, bahkan wajah. Selain gejala jangka panjang, serangan radang akut pada kulit, pembuluh darah, dan kelenjar getah bening juga sering terjadi karena infeksi bakteri tambahan. Kondisi ini dapat berlangsung selama beberapa minggu dan pastinya sangat mengganggu kegiatan harian penderita.

Pengobatan dan Pencegahan Filariasis

Rencana pengobatan filariasis bergantung pada gejala dan tingkat keparahan yang dirasakan oleh pasien. Secara umum, pengobatan mencakup pemberian obat antiparasit sepertiivermectindiethylcarbamazine (DEC), atau albendazoleyang berfungsi membunuh cacing dewasa di dalam tubuh atau menghambat perkembangbiakannya. Pengobatan ini juga dapat mencegah penyebaran kepada orang lain dan biasanya diberikan secara berkala, misalnya sekali setahun selama beberapa minggu.

Dalam beberapa situasi, tindakan bedah mungkin diperlukan untuk mengangkat cacing yang sudah mati dari aliran darah atau mengurangi penumpukan cairan di skrotum akibat hidrokel. Selain itu, pengelolaan pembengkakan merupakan bagian penting dalam perawatan jangka panjang, termasuk menjaga kebersihan kulit, menaikkan posisi kaki (elevasi), serta menggunakan perban atau pakaian kompresi untuk membantu aliran getah bening.

Baca Juga  Instagram Kembali Menggebrak! Fitur Algoritma Anda Sesuaikan Feed dengan Perasaanmu!

Sedangkan, Alodoktermenyatakan bahwa tujuan utama pengobatan filariasis adalah mencegah infeksi semakin parah serta menghindari terjadinya komplikasi. Setelah pemberian obat antiparasit, jumlah cacing di dalam tubuh akan berkurang sehingga pembengkakan pada kelenjar getah bening bisa berkurang dan aliran limfa menjadi lebih lancar.

Meskipun pembengkakan pada kaki yang parah tidak dapat pulih sepenuhnya, pasien disarankan untuk menjaga kebersihan daerah yang bengkak dengan mencucinya setiap hari, meletakkan kaki dalam posisi lebih tinggi saat beristirahat, serta menggunakanstockingMengompres, serta membersihkan luka menggunakan antiseptik jika diperlukan. Latihan ringan juga bisa membantu menjaga kelancaran peredaran limfa. Jika pembengkakan sudah sangat parah atau terjadi hidrokel, pembedahan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi tersebut.

Sebagai bentuk persiapan atau kepentingan pencegahan dalam menghentikan penyebaran penyakit ini, berikut beberapa langkah yang efektif untuk mencegah gigitan nyamuk, khususnya di daerah tropis yang merupakan wilayah endemik:

  • Sangat disarankan untuk tidur menggunakan kelambu
  • Memakai losion anti nyamuk
  • Mengenakan pakaian yang menutupi tubuh, seperti baju lengan panjang dan celana panjang, terutama saat malam hari
  • Diadakan program pencegahan kesehatan secara massal di daerah yang memiliki risiko tinggi, seperti dengan memberikan obat antiparasit setiap tahun kepada penduduk, yang bertujuan mencegah perkembangan cacing muda dan menghentikan penyebaran ke nyamuk.
  • Mempertahankan kebersihan lingkungan dengan menghilangkan genangan air yang menjadi tempat berkembangnya nyamuk

Kewaspadaan terhadap gigitan nyamuk serta pencegahan dini menjadi langkah paling efektif untuk menghindari ancaman filariasis. Dukungan terhadap program pengobatan pencegahan massal yang dilaksanakan pemerintah dan organisasi kesehatan juga sangat penting. Upaya kolaboratif ini tidak hanya berkontribusi dalam menurunkan angka penyebaran, tetapi juga melindungi masyarakat luas dari dampak jangka panjang yang dapat memengaruhi kesehatan, kondisi ekonomi, dan tingkat kesejahteraan. Dengan kesadaran dan tindakan bersama, penyakit kaki gajah bukan lagi menjadi ancaman yang menakutkan, melainkan sesuatu yang bisa dicegah dan dikendalikan.

Berita Terkait

Kenaikan Gaji Pensiun PNS Tahun 2024, Taspen Bantah Info November 2025
Kucing Bisa Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai
Ban Lebih Lebar: Manfaat dan Risikonya
Jawa Timur Juara Nusantaraya di ICCF 2025, Buktikan Kepemimpinan Ekonomi Kreatif Nasional
Kasus Perundungan di Sekolah yang Berujung Bencana
4 Teh Pemecah Kolesterol
Jika Tidak Bisa Lakukan 8 Hal Ini, Anda Mungkin Tua Lebih Cepat, Kata Psikologi
Lava Agni 4 Dikabarkan Punya Pengisian Cepat 45W, Kompetitor Harus Waspada!

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:02 WIB

Ngatiyana Akui Kemacetan Bukan Kesalahan Petugas, Tapi Tanggung Jawab Penuh Wali Kota Cimahi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 07:05 WIB

Wali Kota Cimahi Mohon Maaf Atas Kemacetan, Proyek Infrastruktur Serentak Ditarget Selesai Akhir Tahun

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:50 WIB

Selain Tutup Informasi 6 Perusahaan Peserta Mikom Proyek SMPN 14 yang Gugur, Sekdis Beberkan Review DED yang Tak Diketahui Publik

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:48 WIB

Kantor RW 25 Melong Diresmikan: Wali Kota Sebut Ini Bukan Sekadar Bangunan, Tapi Rumah Bersama Warga

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:55 WIB

Rekayasa Lalin Underpass Gatsu Berlangsung hingga Desember, Warga Diminta Siap-Siap Macet

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:01 WIB

Ngatiyana: Jadikan HUT RI Sebagai Momentum Refleksi Pembangunan Untuk Kesejahteraan Rakyat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:39 WIB

Sejumlah Proyek Infrastruktur Di Cimahi Segera Dimulai, Wali Kota Ingatkan Macet Bukan Alasan Terlambat

Kamis, 13 Agustus 2026 - 05:49 WIB

Wali Kota Cimahi Turun Langsung, Pimpin Operasi Pemberantasan Miras di Leuwigajah

Berita Terbaru