Kota Cimahi, tujuhmenit.com – Mulai Rabu (19/8/2026), Dinas Perhubungan Kota Cimahi resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas di sepanjang Jalan Gatot Subroto demi mendukung pembangunan Underpass Gatsu. Pengalihan arus ini akan berlangsung 24 jam non-stop hingga akhir Desember 2026, sehingga warga diminta menyiapkan waktu perjalanan lebih lama dari biasanya.
Kepadatan langsung terasa di rute pengalihan utama, yaitu Jalan Pasir Kumeli menuju Jalan Bapa Ampi. Jalan yang relatif sempit itu tiba-tiba dibanjiri kendaraan yang sebelumnya melintas di Jalan Gatot Subroto. “Tadi antar anak sekolah, mau ke Baros dibelokkan ke Pasir Kumeli. Di situ sudah padat banget, jalannya kecil tapi kendaraannya numpuk,” keluh Dea Aditya, warga Cimahi yang terdampak langsung.
Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Rute alternatif lainnya, seperti Jalan Usman Dhomiri di kawasan Padasuka, juga diprediksi bakal ikut padat di jam sibuk pagi dan sore. “Lewat Padasuka juga pasti macet, soalnya jalan alternatifnya sempit semua. Harus berangkat lebih pagi dan pulang lebih sore,” ungkap Dea.
Dishub telah menyiapkan beberapa skema rute pengalihan. Kendaraan arah Baros dapat melewati Jalan Padasuka Indah — Flyover Padasuka — Jalan Pojok Dustira — Jalan Warung Contong — Jalan Sudirman — Urip Sumoharjo — Taman Kartini — Baros. Alternatif lain melalui Jalan Usman Dhomiri — Kebon Manggu — lalu menyambung ke rute yang sama. Bisa juga tetap lewat Gatot Subroto, namun dialihkan ke Jalan Pasirkumeli di depan Lapangan Rajawali.
Khusus kendaraan besar seperti bus dan truk, dilarang memasuki jalan alternatif yang sempit. Kendaraan tersebut diarahkan melalui Jalan Amir Machmud — Jalan Mahar Martanegara, menuju Gerbang Tol Baros atau Gerbang Tol Pasirkoja di Kota Bandung.
Kepala Dishub Kota Cimahi, Endang, menyatakan rencana pengalihan arus sudah disiapkan matang. “Hari ini resmi diberlakukan. Kita sudah siapkan rute alternatif dan memasang rambu pengarah di titik strategis,” ujarnya.
Sebanyak 28 titik pengaturan lalu lintas telah dijaga oleh personel gabungan Dishub, TNI, dan Polri. Titik yang paling rawan padat diprediksi di Jalan Pasirkumeli hingga Bapa Ampi serta kawasan Padasuka hingga Warung Contong, karena seluruh arus dari Gatot Subroto akan tertampung di sana.
Pembangunan underpass ini memang membawa harapan kemajuan bagi Cimahi, namun untuk sementara waktu warga harus bersabar dan beradaptasi dengan pola perjalanan baru. Evaluasi akan terus dilakukan setiap hari guna memastikan rekayasa arus tetap berjalan seoptimal mungkin. (eri)






