Ekonomi Jawa Barat Tumbuh 5,20 Persen, Melebihi Nasional, KDM: Sindiran dan Kritik sebagai Pemicu

- Editor

Rabu, 3 Desember 2025 - 03:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Priangan Insider –Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi provinsi ini mencapai 5,20 persen secara tahunan (Year on Year/YoY) pada triwulan ketiga tahun 2025. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di kisaran 5,04 persen, dengan kontribusi Jawa Barat terhadap perekonomian Indonesia sebesar 12,73 persen.

Angka ini memperkuat posisi Jawa Barat sebagai salah satu penggerak utama perekonomian nasional. Sektor industri, konstruksi, dan investasi menjadi sumber utama pertumbuhan, didukung oleh pergerakan masyarakat yang terus meningkat sepanjang tahun.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyambut baik berita tersebut, tetapi menekankan bahwa pencapaian itu bukan alasan untuk merasa puas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengakui lebih memilih menggunakan kritik dan sindiran sebagai pemicu untuk terus bekerja demi rakyat.

” Sindiran, kritik, dan yang lainnya saya anggap sebagai obat agar tidak menjadi sombong. Saya akan tetap konsisten dalam memperjuangkan dan menempatkan kepentingan rakyat di atas segalanya,” ujar Dedi, Sabtu (8/11/2025).

Sejak menjabat, Dedi menegaskan bahwa arah pembangunan Jawa Barat berfokus pada kepentingan rakyat, bukan hanya proyek jangka pendek. Ia juga memperkuat transparansi keuangan daerah dengan menyajikan laporan APBD melalui media sosial resmi Pemprov Jawa Barat, sehingga masyarakat bisa mengawasi penggunaan anggaran secara langsung.

Salah satu tindakan nyata yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat adalah memaksimalkan pajak kendaraan bermotor guna mendanai pembangunan jalan sepanjang 666 kilometer. Tujuannya jelas: mempermudah pergerakan masyarakat dan memperkuat keterhubungan antarwilayah.

Namun, Dedi menekankan bahwa pembangunan tidak hanya terkait dengan panjang jalan, tetapi juga dengan kualitasnya. Menurutnya, infrastruktur yang mudah rusak hanya akan menyebabkan pemborosan dan menghambat perkembangan sumber daya manusia (SDM).

Baca Juga  Naskah Sambutan Hari Pahlawan yang Makna dan Mudah Diingat, Dibacakan Saat Upacara

“Jika infrastruktur cepat rusak, pembangunan di tempat tersebut tetap dilanjutkan. Maka investasi untuk SDM tidak memiliki kesempatan, padahal hal itu penting,” katanya.

Selain memperbaiki fasilitas umum, Dedi juga membentuk tim anti-kelompok preman guna menciptakan rasa aman bagi para investor. Pemerintah provinsi bahkan meluncurkan aplikasi NyariGawe, sebuah platform yang memudahkan pencarian pekerjaan dan mengurangi tindakan suap dalam perekrutan tenaga kerja.

Pertumbuhan Investasi Melonjak, Jawa Barat Menjadi Incaran Nasional

Kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Provinsi tersebut memberikan dampak positif. Kementerian Investasi melaporkan, pencapaian investasi di Jawa Barat pada triwulan III 2025 mencapai Rp77,1 triliun, menjadi yang terbesar dibandingkan seluruh provinsi di Indonesia.

Bagi Dedi, angka tersebut bukan hanya sekadar pencapaian statistik. Ia berharap dana yang masuk mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup rakyat.

“Tidak hanya angka yang menjadi fokus dalam investasi. Investasi harus memberikan dampak terhadap pembangunan manusia di Jawa Barat,” tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala BPS Jawa Barat Darwis Sitorus mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Jabar didorong oleh beberapa hal penting. Misalnya, peningkatan investasi dalam negeri dan asing, meningkatnya pergerakan masyarakat, serta kenaikan produksi beras yang cukup besar selama periode Januari–September 2025.

Peningkatan investasi ini memicu kegiatan di sektor konstruksi dan berkontribusi terhadap Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB). Darwis menekankan, keberhasilan ini tidak lepas dari keterlibatan pemerintah daerah, pelaku bisnis, serta kebijakan Pemprov Jabar yang mendukung investasi.

Kinerja ekonomi Jawa Barat yang berkembang lebih cepat dari rata-rata nasional menunjukkan bukti nyata pemulihan ekonomi wilayah yang semakin stabil.

Namun, seperti yang diungkapkan oleh Gubernur Dedi Mulyadi, tantangan ke depan adalah memastikan pertumbuhan ini tidak berhenti pada angka statistik, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, melalui infrastruktur yang kuat, investasi yang berkelanjutan, serta pembangunan manusia yang inklusif.(***)

Berita Terkait

“Polantas Menyapa” Tetap Rutin di Samsat Cimahi, Pastikan Registrasi Kendaraan Berjalan Lancar
Lewat Polantas Menyapa, Satlantas Cimahi Tanamkan Budaya Tertib Berlalu Lintas
Polantas Menyapa Samsat Cimareme: Edukasi Cek Fisik Kendaraan yang Benar, Tanpa Biaya Sepeserpun
Lebih dari Sekadar Pelayanan, Polantas Menyapa Ciptakan Pengalaman Baru di Samsat Cimahi
Lewat Polantas Menyapa, Urus Pajak Kendaraan di Samsat Cimareme Kini Lebih Mudah dan Ramah
Polantas Menyapa, Satlantas Polres Cimahi Terus Hadirkan Pelayanan Humanis di Samsat Cimareme
Warga Sambut Baik Edukasi Samsat dan Keselamatan dari Polantas Menyapa Polres Cimahi
Di Samsat Cimahi, Satlantas Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:02 WIB

Ngatiyana Akui Kemacetan Bukan Kesalahan Petugas, Tapi Tanggung Jawab Penuh Wali Kota Cimahi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 07:05 WIB

Wali Kota Cimahi Mohon Maaf Atas Kemacetan, Proyek Infrastruktur Serentak Ditarget Selesai Akhir Tahun

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:48 WIB

Kantor RW 25 Melong Diresmikan: Wali Kota Sebut Ini Bukan Sekadar Bangunan, Tapi Rumah Bersama Warga

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:55 WIB

Rekayasa Lalin Underpass Gatsu Berlangsung hingga Desember, Warga Diminta Siap-Siap Macet

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:43 WIB

Hari Pertama Rekayasa Lalu Lintas di Cimahi Mulai Berlaku, Dishub Janji Akan Evaluasi dan Penyesuaian

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:39 WIB

Sejumlah Proyek Infrastruktur Di Cimahi Segera Dimulai, Wali Kota Ingatkan Macet Bukan Alasan Terlambat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Renungan Kemerdekaan RI ke-81 : Sudahkah Indonesia Benar-benar Merdeka?

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Oland Kembali Pimpin DK PWI Jabar, Jalankan Tugas Sesuai Amanat Organisasi!

Berita Terbaru

FWK: Negara Jangan Jadikan Bank Alat Represif

Nasional

FWK: Negara Jangan Jadikan Bank Alat Represif

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:21 WIB