Foto jenazah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah ditunjukkan kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. Hal ini dilaporkan dua jaringan televisi Israel seiring dengan agresi militer ke Iran.
TEHERAN, tujuhmenit.com- Sementara itu, seperti yang dilansir SindoNews, Minggu (1/3/2026), pihak berwenang Iran mengatakan Khamenei “aman dan sehat” dan menyerukan kepada masyarakat untuk tetap waspada dan tidak terpengaruh oleh apa yang mereka sebut sebagai “perang mental” Israel.
Media pemerintah Iran mengutip kepala hubungan masyarakat (humas) di kantor Khamenei yang mengatakan: “Musuh menggunakan perang mental, semua harus waspada.”
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan kepada Sky News bahwa
Khamenei dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, keduanya masih hidup dan sehat. “Mereka semua selamat dan sehat,” kata Baghaei. Hal ini disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan kepada Sky News.
Kantor berita Iran, Tasnim dan Mehr, melaporkan bahwa Khamenei “tetap teguh dan mantap dalam memimpin medan perang”. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, sebelumnya juga membantah laporan tentang kematian Khamenei. Dalam sebuah wawancara dengan NBC News, dia mengatakan bahwa pemimpin tertinggi masih hidup “sejauh yang saya ketahui”.
“Hampir semua pejabat selamat dan sehat. Kita mungkin kehilangan satu atau dua komandan, tetapi itu bukan masalah besar,” imbuh dia.
Sebelumnya, Netanyahu mengatakan ada tanda-tanda yang semakin kuat bahwa Khamenei telah tiada, karena seorang pejabat senior Israel mengeklaim jenazah pemimpin tertinggi Iran itu telah ditemukan setelah serangan Israel di kompleks kediamannya.
“Pagi ini kami menghancurkan kompleks tiran Khamenei,” kata Netanyahu dalam pernyataan video.
“Ada banyak tanda bahwa tiran ini sudah tiada. Pagi ini kami melenyapkan pejabat senior dalam rezim Ayatollah, Komandan Garda Revolusi, tokoh senior dalam program nuklir—dan kami akan terus melanjutkan. Dalam beberapa hari ke depan, kami akan menyerang ribuan target lagi dari rezim teror,” katanya. (Umay Kahfi)






