Roy Suryo Anggap Penetapan Tersangkanya sebagai Kriminalisasi Peneliti Dokumen Publik, Sebut Bisa Jadi Preseden Buruk

- Editor

Jumat, 7 November 2025 - 11:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Roy Suryo angkat bicara soal penetapannya sebagai tersangka di kasus dugaan pencemaran nama baik Joko Widodo. (YouTube/Forum Keadilan TV)

Roy Suryo angkat bicara soal penetapannya sebagai tersangka di kasus dugaan pencemaran nama baik Joko Widodo. (YouTube/Forum Keadilan TV)

Tujuhmenit.com – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Roy Suryo, akhirnya angkat bicara setelah dirinya resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencemaran nama baik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Roy menilai penetapan tersangka terhadap dirinya merupakan bentuk kriminalisasi terhadap peneliti dan pemerhati dokumen publik. Ia menegaskan bahwa langkah hukum ini bisa menjadi preseden buruk bagi kebebasan berekspresi dan hak publik atas informasi.

“Ini akan menjadi preseden yang sangat buruk kalau ada seseorang yang meneliti dokumen publik kemudian ditersangkakan dan dikriminalisasi. Itu yang sangat buruk,” ujar Roy Suryo kepada awak media, Jumat, 7 November 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Roy, kasus ini tidak hanya menyangkut dirinya secara pribadi, melainkan menyangkut kebebasan akademik dan hak warga negara untuk meneliti dokumen publik. Ia mengaku tetap tegar dan mengajak rekan-rekannya sesama tersangka untuk tidak gentar menghadapi proses hukum.

“Saya tetap mengajak tujuh orang lain untuk tetap tegar. Ini adalah perjuangan kita bersama sebagai masyarakat yang bebas meneliti dokumen publik,” lanjutnya.

Tetap Hormati Proses Hukum

Meski kini berstatus tersangka, Roy menegaskan dirinya akan tetap menghormati proses hukum yang berjalan. Ia tidak ingin bersikap emosional dan memilih menghadapi perkara ini dengan tenang.

“Status tersangka itu masih harus kita hormati. Sikap saya? Senyum saja,” ujarnya.

Roy menegaskan bahwa dirinya bukan penyebar fitnah, melainkan seorang ahli hukum publik dan telematika yang bekerja sesuai dengan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik Nomor 14 Tahun 2008.

“Tugas saya selaku ahli yang ditunjuk adalah memberikan analisis terhadap dokumen publik sesuai undang-undang keterbukaan informasi dan kearsipan,” jelasnya.

Polisi Pastikan Proses Hukum Berjalan Profesional

Sementara itu, Polda Metro Jaya memastikan bahwa proses hukum terhadap delapan tersangka, termasuk Roy Suryo, dilakukan secara profesional dan tanpa intervensi politik.

Baca Juga  Samsat Cimahi Rutin Gelar Polantas Menyapa dengan Berikan Pelayanan Registrasi dan Identifikasi Ranmor

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, menjelaskan bahwa penyidik telah menyita 723 barang bukti, termasuk dokumen asli dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menegaskan keaslian ijazah Presiden Jokowi.

Dalam kasus ini, polisi telah memeriksa 130 saksi dan 22 ahli dari berbagai bidang. Asep menambahkan bahwa para tersangka dibagi ke dalam dua klaster berdasarkan peran dan perbuatannya.

“Seluruh proses penanganan perkara dilakukan secara profesional, proporsional, transparan, dan akuntabel, serta tidak dipengaruhi kepentingan politik mana pun,” tegasnya.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan sejumlah tokoh nasional dan menimbulkan perdebatan mengenai batas antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab hukum di ruang digital.***

Editor : Diens

Sumber Berita : Bangbara

Berita Terkait

Israel Cegat Misi Kemanusiaan ke Gaza, PWI Pusat Kecam Penahanan Jurnalis Indonesia
Rencana Relokasi SDN Baros Mandiri 7, Pemkot Cimahi Akan Evaluasi Agar Pemanfaatan Fasilitas Lebih Optimal
Cimahi Kekurangan 146 Guru, Keberadaan Tenaga Pendidik Non-ASN Masih Sangat Dibutuhkan
Ngatiyana Tutup Liga Jabar Istimewa : Ajang Cari Bibit Emas
Seni Ubah Wajah Sampah! Ratusan Siswa Cimahi Sulap Tong Limbah Jadi Karya Indah
Tegas! Wali Kota Cimahi Larang ASN Main Medsos Saat Jam Kerja, Fokus Utamakan Pelayanan
Dugaan Kebocoran Retribusi Kantin Sekolah, BPK Panggil Seluruh Pengelola SD dan SMP Negeri Se-Cimahi
Razia Pajak di Cimahi! Banyak Warga Menunggak, Tapi Ada yang Lunas Sampai 2027

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:18 WIB

Samsat Cimareme, Edukasi Masyarakat Tentang Mekanisme Perpanjang STNK dan Pajak Tahunan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:14 WIB

Lewat Polantas Menyapa, Samsat Cimahi Hadirkan Pelayanan Cetak TNKB yang Edukatif dan Humanis

Jumat, 29 Mei 2026 - 07:11 WIB

Program “Polantas Menyapa”, Samsat Cimahi Genjot Pelayanan Terbaik Untuk Masyarakat

Jumat, 29 Mei 2026 - 07:09 WIB

Lewat Polantas Menyapa, Warga di Samsat Cimareme Kini Paham Cara Blokir Kendaraan Hilang atau Sudah Dijual

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:07 WIB

Di Samsat Cimareme, Satlantas Beri Panduan Langsung Urus Pajak & STNK Aman Tanpa Calo

Senin, 25 Mei 2026 - 07:33 WIB

Samsat Cimahi Lakukan Transformasi, Layanan Regident Kini Lebih Mudah, Cepat, dan Ramah

Senin, 25 Mei 2026 - 07:31 WIB

Polantas Menyapa di Samsat Cimareme, Ubah Citra Layanan Pajak Jadi Lebih Mudah dan Bersahabat

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:16 WIB

Gunakan Plat Nomor Palsu Atau Tak Sesuai Aturan, Siap-Siap Pelanggar Kena Denda Hingga Kurungan

Berita Terbaru