Kota Cimahi, tujuhmenit.com – Pemkot Cimahi menargetkan penghematan energi seiring diterapkannya kebijakan work from home (WFH) bagi ASN.
Kebijakan WFH itu dinilai tidak hanya menekan biaya operasional, namun juga berdampak langsung pada efisiensi penggunaan listrik dan bahan bakar minyak (BBM).
Asisten Daerah Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Cimahi Mochammad Ronny membenarkan hal tersebut. Menurutnya, penerapan WFH yang baru saja diterapkan memberikan dampak positif terhadap penurunan konsumsi energi secara keseluruhan.
“Tentunya dengan adanya WFH setiap Jumat ini, penggunaan energi akan ada penurunan. Kalau untuk pemakaian listrik sudah kelihatan ada penurunannya, kalau BBM belum dihitung karena baru dimulai WFH-nya Jumat kemarin,” ujar Ronny, Selasa (14/4/2026).
Ronny menyebut, berdasarkan data yang dihimpun menunjukkan upaya efisiensi energi di lingkungan Pemkot Cimahi sudah berjalan sejak tahun lalu.
“Hal ini tercermin dari penurunan tagihan listrik yang cukup signifikan dalam beberapa bulan terakhir,” sebutnya.
Pada Januari 2026, ungkap Ronny, tagihan listrik tercatat di angka lebih dari Rp100 juta. Angka tersebut kemudian turun menjadi Rp84 juta pada Maret dan kembali turun drastis menjadi Rp74 juta pada April.
Artinya, terjadi penghematan mencapai Rp26 juta dalam kurun waktu tiga bulan.
“Jadi memang dari tahun 2025 kita sudah mulai menghemat listrik. Tentunya dengan adanya WFH ini nanti akan ada penurunan lagi karena penggunaan komputer, AC, dan perangkat elektronik lainnya berkurang,” ungkapnya.
“Kalau untuk BBM juga nanti kita hitung dampaknya dari kebijakan ini,” ucapnya.
Ronny mengklaim, penurunan biaya tersebut juga didorong oleh disiplin pemadaman perangkat listrik segera setelah jam kerja usai.
“Kami juga meminta seluruh perangkat daerah, mulai dari kecamatan, kelurahan, hingga Mal Pelayanan Publik (MPP), untuk melaporkan penggunaan energi secara berkala,” ujarnya.
Tak cuma itu, lanjut Ronny, Pemkot Cimahi juga melakukan pengawasan ketat untuk mengantisipasi pemborosan energi yang tidak berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi.
Dia menyebut, bila ditemukan penyalahgunaan atau kelalaian, pihaknya tidak segan memberikan teguran.
“Kita ada monitor, nanti terpantau. Kalau ada lampu yang masih nyala misalnya sedangkan sudah tidak ada kegiatan, nanti itu akan kami tegur lewat pimpinannya masing-masing. Kecuali bagi yang memang sedang melakukan lembur,” tandasnya. (eri)






