Kota Cimahi, tujuhmenit.com – Sebanyak empat calon jemaah haji asal Kota Cimahi terpaksa membatalkan niatnya untuk menunaikan ibadah haji tahun 2026. Pembatalan ini terjadi lantaran adanya gangguan kesehatan yang mendadak menjelang waktu keberangkatan.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Cimahi, Nandang Rahayu, membenarkan hal tersebut. Keempat orang itu terdiri dari dua pasang suami istri. Dua orang di antaranya jatuh sakit, sehingga pasangannya memutuskan untuk tidak berangkat demi mendampingi.
“Padahal sebelumnya mereka sudah dinyatakan istitha’ah atau layak dan mampu secara kesehatan. Namun di masa menunggu, kondisi tubuh justru mengalami gangguan,” jelas Nandang, Minggu (12/4/2026).
Akibat pembatalan ini, total jemaah yang akan diberangkatkan menjadi 556 orang ditambah 4 orang petugas. Sayangnya, kuota yang kosong tersebut tidak bisa digantikan oleh orang lain atau jemaah cadangan.
Hal ini karena proses administrasi dan data kepanitiaan sudah ditutup serta rampung sepenuhnya. Jemaah cadangan yang berhak pun sudah masuk dalam daftar pemberangkatan tahun ini, sehingga tidak ada yang bisa disisipkan di detik-detik akhir.
Untuk jadwal keberangkatan sendiri, jemaah Cimahi dibagi menjadi dua gelombang. Sebanyak 441 orang akan berangkat pada 26 April 2026 lewat kloter 7. Sisanya sebanyak 115 orang akan berangkat pada 7 Mei 2026 masuk kloter 22, bergabung dengan jemaah dari Garut dan Kota Bandung.
Proses pemberangkatan tahun ini tetap menggunakan jalur Embarkasi Haji Indramayu. Para jemaah nantinya akan diterbangkan melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.
“Skema ini sama seperti pengalaman tahun lalu, sehingga kami sudah siap dan memiliki gambaran jelas mengenai alur kepulangannya nanti,” tambahnya. (eri)






