Kota Cimahi, tujuhmenit.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi bersama jajaran TNI Angkatan Darat resmi meluncurkan Program TNI Manunggal Air Bersih 2026. Program ini terlaksana berkat langkah dan kerja sama yang nyata dari Kodim 0609/Cimahi untuk memenuhi kebutuhan paling mendasar warga.
Melalui proyek ini, nantinya lebih dari 800 kepala keluarga akan terbantu dan bisa menikmati akses air bersih yang lebih mudah dan terjamin ketersediaannya.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada pihak TNI. Menurutnya, inisiatif ini membuktikan betapa eratnya kebersamaan antara aparat dengan pemerintah daerah demi kepentingan rakyat.
Menurutnya air bersih bukan sekadar kebutuhan biasa masyarakat, melainkan kunci utama hidup sehat, bersemangat beraktivitas, dan kualitas kehidupannya meningkat.
“Ini adalah bukti nyata jika kita bersatu, banyak hal baik yang bisa kita wujudkan demi warga. Air bersih adalah fondasi kesehatan dan kesejahteraan kita semua. Tanpa akses yang baik, tentu akan banyak kesulitan yang dirasakan sehari-hari,” ujarnya Senin (29/6/2026).
Di tengah pesatnya pertumbuhan jumlah penduduk dan berkembangnya wilayah, masih ada beberapa titik di Cimahi yang pasokan airnya belum merata atau terhambat. Oleh karena itu, kehadiran program ini menjadi solusi yang sangat ditunggu, sekaligus melengkapi upaya pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan dasar yang layak bagi setiap warga.
“Dari hasil penelusuran dan pengujian sumber air yang telah dilakukan pihak TNI, pembangunan fasilitas akan dilaksanakan di empat lokasi berbeda,” ujarnya.
Satu titik pembangunan berlokasi di Pos Komando Bantuan Cimenteng, Kelurahan Cigugur Tengah, yang diperkirakan akan melayani kebutuhan sekitar 340 keluarga. Tiga lokasi lainnya akan dibangun di wilayah Kelurahan Citeureup, yang manfaatnya bisa dirasakan oleh sekitar 460 keluarga. Secara keseluruhan, nantinya ada lebih dari 800 rumah tangga yang terbebas dari kesulitan mencari air bersih.
“Angka ratusan keluarga itu bukan sekadar catatan di atas kertas, melainkan berarti ada ratusan rumah tangga yang beban hidupnya akan berkurang, anak-anak lebih sehat, dan ibu rumah tangga lebih terbantu kegiatannya,” tambah Ngatiyana.
Pemerintah Kota juga menegaskan bahwa pembangunan sarana saja belum cukup menjamin keberhasilan jangka panjang. Fasilitas yang sudah dibangun harus dijaga dan dirawat bersama agar bisa digunakan terus-menerus dalam waktu lama. Kualitas, kelancaran aliran, dan keamanan air yang disalurkan pun akan terus dipantau agar selalu memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan.
Karena itu, ia mengajak seluruh warga yang akan menikmati manfaat fasilitas ini untuk ikut bertanggung jawab merawatnya. Keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada kekompakan antara pemerintah yang menyediakan sarana, aparat yang membantu pelaksanaan, dan masyarakat yang menjaga hasilnya.
“Melalui kebersamaan ini, diharapkan kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi lebih merata di seluruh penjuru Cimahi. Langkah ini juga menjadi bukti nyata kehadiran negara yang peka terhadap kesulitan rakyat, demi mewujudkan lingkungan masyarakat yang lebih sehat, rukun, dan sejahtera,” pungkasnya. (eri)






