Kota Cimahi, tujuhmenit.com – Menyambut puncak pergerakan warga saat libur sekolah, Dinas Perhubungan Kota Cimahi menggelar pemeriksaan ketat kendaraan di Tempat Istirahat KM 125 Jalan Tol Purbaleunyi pada Selasa, 30 Juni 2026. Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut arahan pusat demi menjamin keamanan setiap perjalanan yang melintas di wilayah tersebut.
Pemeriksaan dilaksanakan berlandaskan Surat Edaran terkait pengawasan keselamatan angkutan jalan pada masa liburan tahun ini. Fokus utamanya adalah memastikan setiap kendaraan yang mengangkut penumpang maupun barang benar-benar memenuhi standar teknis dan memiliki kelengkapan dokumen yang sah.
Dari sederet kendaraan yang diperiksa, tercatat sebanyak 13 armada masuk dalam pengawasan lebih lanjut. Dari jumlah itu, delapan kendaraan langsung dikenai tindakan karena ditemukan melanggar ketentuan, bahkan satu di antaranya berupa bus pariwisata terpaksa ditahan karena dinilai tidak aman beroperasi.
Kepala Bidang Angkutan dan Penerangan Jalan Umum Dishub Cimahi, Iwan Ridwan, menjelaskan tim memeriksa kondisi fisik kendaraan secara teliti. Mulai dari fungsi rem, kelengkapan sistem penerangan, hingga ketebalan dan kualitas ban tidak luput dari pantauan petugas.
“Kami temukan beberapa kendaraan memiliki kejanggalan, misal ukuran tinggi yang tidak sesuai aturan, penggunaan ban bekas yang disusun ulang, hilangnya alat pemantul cahaya, hingga kaca depan yang sudah retak dan berisiko mengganggu pandangan pengemudi,” ujar Iwan.
Pemeriksaan tidak hanya tertuju pada kendaraan, melainkan juga pada pihak yang mengemudikannya. Petugas turut mengecek masa berlaku surat izin mengemudi sekaligus melakukan pengecekan kondisi kesehatan agar sopir benar-benar sehat dan bugar saat bertugas.
Kegiatan ini berjalan berkat kerja sama dengan berbagai instansi, mulai dari Satuan Lalu Lintas, Dinas Kesehatan, Badan Narkotika Nasional, hingga Jasa Raharja. Tim khusus dari BNN juga melakukan tes urin guna memastikan pengemudi bebas dari pengaruh zat terlarang yang dapat membahayakan keselamatan.
“Semua upaya ini kami lakukan agar masyarakat yang bepergian merasa tenang dan terlindungi. Sasaran utama kami adalah bus pariwisata, angkutan umum, serta kendaraan pengangkut barang yang datang dari luar kota mengingat lokasi pemeriksaan berada di jalur penghubung utama,” tambahnya.(Eri)






