Sebab Longsor di Cisarua, WALHI Tuding Pemerintah Abai Awasi Lingkungan

- Editor

Kamis, 29 Januari 2026 - 18:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WALHI menilai musibah longsor di Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat, merupakan akumulasi abainya pemerintah terhadap kondisi lingkungan, Kamis (29/1/2026). Foto:net/tujuhmenit.com

WALHI menilai musibah longsor di Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat, merupakan akumulasi abainya pemerintah terhadap kondisi lingkungan, Kamis (29/1/2026). Foto:net/tujuhmenit.com


BANDUNG BARAT, tujuhmenit.com- Musibah longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat pada Sabtu (24/1/2026) lalu, tidak lepas dari peran pemerintah daerah yang dinilai abai terhadap kondisi lingkungan.


Hal ini ditegaskan Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Barat, Wahyudi Iwang.

“Faktornya ini adalah, satu, bentuk pengabaian yang selama ini telah dilakukan oleh pemerintah kabupaten dan provinsi,” katanya dalam Breaking News KompasTV, Kamis (29/1/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masih menurut Wahyudin, pemerintah kabupaten maupun provinsi tidak mungkin tidak mengetahui aktivitas masyarakat yang berada di Desa Pasirlangu, Cisarua. Dan kejadian musibah longsor merupakan akumulasi dari adanya pelanggaran tata kelola kawasan.

“Artinya fungsi dan kontrolnya ini tidak dijalankan. Itu adalah akumulasi. Peristiwa longsor yang terjadi itu adalah akumulasi di mana abainya pemerintah selama ini,” tegasnya.

Selain itu. Ia memastikan longsor terjadi sudah mulai dari bagian atas kawasan hutan. Sedangkan kondisi kawasan itu harus dipertanyakan seperti apa? Apakah masi utuh kawasan hutan atau sudah beralih fungsi.

“Peristiwa longsor itu telah terjadi dari mulai atas, yang di mana di atasnya itu masih dalam kondisi baik hutannya. Tapi, perlu diketahui bahwa kawasan tersebut itu di bawah pengelolaan Perhutani,” ucapnya.

Wahyudi mengatakan perlunya pengecekan apakah ada kegiatan perhutanan sosial atau kawasan hutan dengan pengelolaan khusus (KHDPK) di lokasi tersebut.

“Yang bisa saja mengalihfungsikan yang tadinya tanaman keras ke tanaman MPTS (Multi Purpose Tree Species: tanaman yang memiliki multifungsi dan bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat),” jelasnya.

Faktor lainnya adalah terjadinya kejenuhan pohon dan tanah. Pada saat pohon sudah mengalami fase jenuh, seiring dengsn cuacs ekstrim, akan mengalami kelunturan dan bisa memicu longsor. ***

Baca Juga  Hari Ke-11, Total Korban Ditemukan 85 Bodypack, Melebihi Data Pencarian

Berita Terkait

Dilematis, Dalam Waktu 3 Hari 2 Ribu Orang Keracunan MBG
Dentuman di Bandung Raya Bukan Dampak Erupsi Krakatau! BMKG Duga Ada Pelepasan Gas Metan Danau Purba
Haris Faisal Sampaikan Duka Mendalam Atas Wafatnya dr. Icha Akibat Dugaan Intimidasi
Dua Kubu Beda Pendapat Soal Dugaan Korupsi Rumdin Wali Kota Cimahi, DPRD Anggap Legal, Pengamat Sebut Rentan Korupsi
Enang Sahri: Terkait Review DED Rumdin, Ada Keinginan Wali Kota Cimahi yang Baru
Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah Dinas Walikota dan Wakil Walikota Cimahi Diungkap LSM Pemuda
Miliki Emosional Kuat, Wali Kota Cimahi Kunjungi Mantan Stafnya di Pusbangisop TNI AD 1994
Lansia Tunanetra Tewas Dalam Kebakaran Rumah di Kawasan Padat Penduduk Kota Cimahi Dini Hari Tadi

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 18:14 WIB

Mayat Wanita Dalam Kardus Hebohkan Warga Babakan Ciparay

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:41 WIB

Usai Kasus Dugaan Korupsi di BGN, FWK Desak Presiden Prabowo Lakukan Evaluasi Menyeluruh Program MBG

Minggu, 12 April 2026 - 08:34 WIB

Dua Kubu Beda Pendapat Soal Dugaan Korupsi Rumdin Wali Kota Cimahi, DPRD Anggap Legal, Pengamat Sebut Rentan Korupsi

Sabtu, 4 April 2026 - 07:47 WIB

Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah Dinas Walikota dan Wakil Walikota Cimahi Diungkap LSM Pemuda

Kamis, 26 Februari 2026 - 16:37 WIB

Calon Jemaah Haji Asal Sukabumi Jadi Korban Penipuan. Dokumen Keberangkatan Palsu!

Selasa, 10 Februari 2026 - 09:32 WIB

Dugaan Perusakan Fasum Milik Pemkot Cimahi, Kepala BPKAD Sebut Kewenangan Sebenarnya Ada di Sekda Sebagai Pengelola

Senin, 12 Januari 2026 - 23:25 WIB

Endang Terima Langsung Somasi Kuasa Hukum Keluarga MPS

Kamis, 8 Januari 2026 - 11:16 WIB

Sampaikan Belasungkawa Untuk Korban Sengatan Listrik PJG Dishub, Komisi III DPRD Kota Cimahi Akan Periksa Semua Pekerjaan

Berita Terbaru

Hampir 2.000 orang diduga keracunan setelah menyantap menu MBG sejak Selasa (01/9/2026) hingga Kamis (03/9/2026). Foto: Ilustrasi

Peristiwa

Dilematis, Dalam Waktu 3 Hari 2 Ribu Orang Keracunan MBG

Minggu, 6 Sep 2026 - 05:46 WIB