Sopir ambulan berinisial AW (58) yang sedang membawa pasien, dianiaya di Jalan Raya Cirawa–Nyalindung, Kampung Cilimus RT 02 RW 15, Desa Cirawamekar, Kecamatan Cipatat, Bandung Barat, Sabtu (7/6/2026) lalu. Kini kasus tersebut kini sedang dalam penanganan pihak kepolisian.
BANDUNG BARAT, tujuhmenit.com – Kapolsek Cipatat, Kompol. Iwan Setiawan, membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut.
“Betul kami sudah terima laporan dugaan tindak pidana penganiayaan dengan korban seorang sopir ambulans,” kata Iwan seperti dikutip Kompas.com, Minggu (8/2/2026).
Berdasar laporan tersebut, Polisi telah meminta keterangan korban dan sejumlah saksi yang mengetahui kejadian itu.
Kejadian bermula saat ambulan melintas di jalan sempit dan berliku ketika mengantar pasien dalam kondisi sakit. Di lokasi kejadian, ambulan berpapasan dengan minibus yang dikendarai terduga pelaku.
Namun kendaraan tersebut diduga tidak memberi jalan meski sopir ambulans sudah memberi tanda sedang membawa pasien darurat.
“Diduga terlapor tidak mau mengalah atau memberi jalan serta terlihat emosi. Kemudian pelapor berusaha menunjukan bahwa sedang dalam keadaan darurat membawa pasien dengan cara membuka pintu bagian belakang agar pasien di lihat oleh terlapor,” kata Iwan.
Hingga akhirnya suasana makin panas dan berujung pada penganiayaan pelapor. Saat itu terduga pelaku
memukul dengan tangan kosong ke bagian bibir dsn menyikut bagian dada.
Akibat kejadian itu, korban mengalami rasa sakit ringan dan sempat merasa sesak saat bernapas. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan penggunaan benda tajam maupun tumpul dalam peristiwa penganiayaan tersebut.
“Setelah itu korban melaporkan kejadian yang di alami nya tersebut ke kantor Polsek Cipatat guna penanganan lebih lanjut,” tutur Iwan.
“Tidak ditemukan benda tajam atau tumpul pada saat terjadinya penganiayaan. Korban sudah mendapatkan penanganan medis serta telah dilakukan visum,” imbuhnya.
Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan lanjutan, identitas terduga pelaku disebut sudah diketahui dan telah dipanggil untuk dimintai keterangan.
“Sudah ada komunikasi dengan keluarga (terduga pelaku), dia ketakutan karena sudah viral. Keluarga siap kooperatif untuk menghadirkannya. Motirnya nanti setelah terlapor diperiksa,” ujarnya.(Umay)






