Cimahi Kekurangan 146 Guru, Keberadaan Tenaga Pendidik Non-ASN Masih Sangat Dibutuhkan

- Editor

Senin, 18 Mei 2026 - 20:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Cimahi, tujuhmenit.com – Masalah kekurangan tenaga pendidik masih menjadi tantangan utama dunia pendidikan di Kota Cimahi. Seiring dengan bertambahnya jumlah guru yang memasuki masa pensiun setiap tahunnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi mencatat adanya kekurangan tenaga pengajar yang mencapai 146 orang untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di tahun 2026 ini.

Kondisi ini menjadikan keberadaan guru berstatus non-Aparatur Sipil Negara (Non-ASN) masih menjadi tulang punggung dan penopang utama jalannya kegiatan belajar mengajar di sejumlah sekolah negeri. Di saat yang bersamaan, pemerintah pusat telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2026, yang memastikan guru non-ASN tetap diperbolehkan mengajar di sekolah negeri yang dikelola Pemerintah Daerah.

Kebijakan ini berlaku khusus bagi tenaga pendidik yang namanya telah tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) per 31 Desember 2024 dan hingga saat ini masih aktif melaksanakan tugas mengajar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk jenjang SMP Negeri, kebutuhan tenaga pendidik tercatat mencapai 753 orang. Dari jumlah tersebut, baru terisi oleh 690 guru berstatus ASN dan 63 orang lainnya masih berstatus Non-ASN. Kekosongan tenaga pendidik diprediksi akan semakin melebar karena sepanjang tahun 2026 ini, sebanyak 21 orang guru diketahui akan memasuki masa pensiun. Akibatnya, kekurangan guru di tingkat SMP diperkirakan mencapai 50 orang.

Kekurangan tenaga pengajar pun mulai terasa di sejumlah mata pelajaran. Seperti mata pelajaran Bahasa Indonesia yang membutuhkan 103 jam pelajaran per minggu, namun saat ini hanya ditangani oleh 98 guru ASN. Begitu pula dengan layanan Bimbingan Konseling (BK) yang masih memerlukan penambahan tenaga hingga 82 titik layanan.

Baca Juga  Soroti "Paradoks Industri" di Cimahi, Aktivis Lingkungan: Menguntungkan Siapa Sebenarnya?

Sementara tantangan lebih besar terjadi di jenjang Sekolah Dasar. Disdik Cimahi mencatat kebutuhan guru untuk melayani 1.232 rombongan belajar mencapai 1.587 orang, yang meliputi 1.203 guru kelas, 193 guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), serta 191 guru Pendidikan Agama Islam (PAI).

Saat ini, jumlah guru yang sudah berstatus ASN sebanyak 1.475 orang, sedangkan sisanya 112 orang masih tenaga non-ASN. Namun kondisi ini diperkirakan makin berat karena hingga akhir tahun nanti, sebanyak 40 guru SD dijadwalkan pensiun. Akibatnya, kekurangan tenaga pendidik di tingkat SD diproyeksikan bertambah menjadi 96 orang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Nana Suyatna, mengakui kebutuhan guru di wilayahnya masih cukup tinggi, sehingga peran tenaga pendidik non-ASN belum dapat digantikan saat ini. Menurutnya, surat edaran dari pemerintah pusat tersebut menjadi payung hukum yang sangat jelas dan membantu pemerintah daerah.

“Aturan ini menjadi dasar hukum bagi kami, terutama dalam hal pemberian bantuan insentif bagi guru non-ASN yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah,” ungkap Nana.

Lebih lanjut ia menjelaskan, kebijakan ini merupakan solusi jangka pendek di tengah keterbatasan jumlah guru ASN yang dimiliki daerah. Sementara untuk jangka panjang, Pemerintah Pusat dikabarkan sedang menyiapkan formasi penerimaan sekitar 400.000 guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun 2026.

“Arah kebijakan ke depannya memang menuju tenaga pendidik yang berstatus PNS sepenuhnya. Ini merupakan kabar baik bagi kami dan para guru, karena adanya kepastian hukum dalam hal pembiayaan maupun pengelolaan tenaga pendidik,” pungkas Nana. (eri)

Berita Terkait

Rencana Relokasi SDN Baros Mandiri 7, Pemkot Cimahi Akan Evaluasi Agar Pemanfaatan Fasilitas Lebih Optimal
Ngatiyana Tutup Liga Jabar Istimewa : Ajang Cari Bibit Emas
Seni Ubah Wajah Sampah! Ratusan Siswa Cimahi Sulap Tong Limbah Jadi Karya Indah
Tegas! Wali Kota Cimahi Larang ASN Main Medsos Saat Jam Kerja, Fokus Utamakan Pelayanan
Dugaan Kebocoran Retribusi Kantin Sekolah, BPK Panggil Seluruh Pengelola SD dan SMP Negeri Se-Cimahi
Razia Pajak di Cimahi! Banyak Warga Menunggak, Tapi Ada yang Lunas Sampai 2027
Dua Pekan Jelang Musorkab, Pendaftaran Calon Ketua KONI KBB Masih Sepi
Wali Kota Ngatiyana Tegas: PPDB Cimahi Bersih dari “Titipan”

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 07:33 WIB

Samsat Cimahi Lakukan Transformasi, Layanan Regident Kini Lebih Mudah, Cepat, dan Ramah

Senin, 25 Mei 2026 - 07:31 WIB

Polantas Menyapa di Samsat Cimareme, Ubah Citra Layanan Pajak Jadi Lebih Mudah dan Bersahabat

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:16 WIB

Gunakan Plat Nomor Palsu Atau Tak Sesuai Aturan, Siap-Siap Pelanggar Kena Denda Hingga Kurungan

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:21 WIB

Samsat Cimareme Hadirkan Pelayanan BPKB yang Humanis Lewat Program “Polantas Menyapa”

Kamis, 21 Mei 2026 - 08:11 WIB

Samsat Cimahi Berikan Pelayanan dan Edukasi, Permudah Pembayaran Pajak Kendaraan

Kamis, 21 Mei 2026 - 08:04 WIB

Polantas Menyapa di Samsat Cimareme: Satlantas Polres Cimahi Hadirkan Pelayanan Presisi dan Humanis

Rabu, 20 Mei 2026 - 08:00 WIB

Polantas Menyapa di Samsat Cimareme: Warga Dipandu Langsung, Urus STNK dan Pajak Aman Tanpa Perlu Calo

Rabu, 20 Mei 2026 - 07:56 WIB

Polantas Menyapa Tetap Konsisten Hadir di Samsat Cimahi, Layanan Administrasi Kendaraan Berjalan Lancar dan Optimal

Berita Terbaru