Kota Cimahi, tujuhmenit.com – Pemerintah Kota Cimahi menegaskan telah mendalami dan melakukan serangkaian kajian mendalam terkait rencana penataan kembali Sekolah Dasar Negeri (SDN) Baros Mandiri 7. Berdasarkan hasil pengkajian yang dilakukan, terungkap bahwa kapasitas ruang belajar di sekolah tersebut ternyata belum terisi dan dimanfaatkan secara maksimal.
Kondisi di mana jumlah siswa yang masih rendah dibanding daya tampung sekolah, menjadi alasan utama Dinas Pendidikan Kota Cimahi melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penggunaan fasilitas pendidikan yang ada.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana menjelaskan, rendahnya angka peserta didik membuat banyak ruang kelas di SDN Baros Mandiri 7 masih kosong dan belum terpakai dengan baik. Kondisi ini justru berbeda dengan apa yang terjadi di SDN Baros Mandiri 3, di mana masih banyak calon murid yang belum mendapatkan tempat karena keterbatasan ruang.
“Kesenjangan inilah yang menjadi pertimbangan kami, agar fasilitas pendidikan yang sudah dibangun dapat terpakai secara efektif, tepat sasaran, dan benar-benar menjawab kebutuhan warga,” ungkap Ngatiyana usai menerima kunjungan kerja CPMU beserta Tim Bank Dunia di Mal Pelayanan Publik Cimahi, Senin (18/05/2026).
Sebagai langkah penyesuaian awal, Pemerintah Kota Cimahi berencana untuk sementara waktu tidak lagi membuka pendaftaran peserta didik baru kelas 1 di SDN Baros Mandiri 7.
“Namun perlu ditegaskan, bagi seluruh siswa yang sudah terdaftar dan bersekolah di sana, proses belajar mengajar tetap berjalan sebagaimana mestinya sampai mereka lulus. Tidak ada siswa yang dipindahkan secara paksa di tengah jalan,” tegasnya.
Selain bertujuan untuk efisiensi ruang, kebijakan ini juga merespons kebutuhan nyata masyarakat. Pasalnya, keberadaan fasilitas Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Cimahi kini kian mendesak untuk ditambah guna menampung lonjakan lulusan SD.
“Kami melihat lokasi dan bangunan SDN Baros Mandiri 7 memiliki potensi besar untuk dialihfungsikan menjadi gedung SMP. Hal ini untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang anak-anaknya sering kali belum tertampung saat hendak melanjutkan sekolah,” tandas Ngatiyana.
Menyadari rencana ini menimbulkan penolakan dari sejumlah pihak, terutama kalangan orang tua siswa, Ngatiyana menegaskan bahwa keputusan akhir belum ditetapkan. Selama masa evaluasi berjalan, pihaknya akan melakukan sosialisasi mendalam serta mendengar aspirasi semua elemen, mulai dari warga, orang tua, tenaga pendidik hingga pihak sekolah.
“Segala langkah ini kami ambil agar kebijakan yang nanti ditetapkan dapat dipahami bersama, diterima, dan tetap mengakomodasi kepentingan serta harapan masyarakat Kota Cimahi,” pungkasnya. (Eri)






