Kota Cimahi, tujuhmenit.com – Baru menjabat sebentar, duet pasangan Ngatiyana–Adhitia Yudisthira kini sudah diusik bayang-bayang kontestasi lima tahun ke depan. Munculnya wacana nama Wakil Wali Kota Adhitia Yudisthira sebagai calon kuat Wali Kota di Pilkada 2029 dinilai seorang akademisi sangat keliru momentumnya, dan berpotensi besar merusak kekompakan yang sedang dibangun.
Alih-alih menyemangati, pembahasan soal pertarungan politik masa depan ini justru dikhawatirkan akan membelokkan arah fokus pemerintah. Padahal, deretan pekerjaan rumah dan janji pembangunan untuk warga Cimahi masih menumpuk dan menuntut perhatian penuh.
Pengamat Politik dan Pemerintahan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Arlan Siddha, mengatakan, ini bukan waktunya sibuk memikirkan kursi untuk lima tahun lagi. Saat ini masa kepemimpinan mereka masih di awal, tugas utamanya adalah bekerja keras menyelesaikan masalah rakyat, bukan mulai memikirkan posisi pribadi.
“Masyarakat menunggu bukti nyata, bukan janji manis soal perebutan kekuasaan nanti. Kalau pemimpinnya sudah sibuk mengatur strategi politik sendiri, soliditas pemerintahan pasti retak,” tegas Arlan, Kamis (23/7/2026).
Dampaknya tak main-main, kata ia, kepercayaan warga bisa luntur, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Cimahi pun bisa bingung dan ragu melangkah. Akibatnya, program kerja jadi terhambat dan pelayanan ke masyarakat yang rugi.
Langkah partai politik yang sudah mulai melambungkan nama Adhitia pun dinilai terlalu terburu-buru. Hal ini bisa memicu persepsi buruk seolah-olah ambisi politik lebih diutamakan daripada menuntaskan amanah yang sedang dijalani.
Terkait jawaban “kenapa tidak” soal peluang maju, Arlan mengingatkan hal itu harus dibarengi tegas, tugas utama saat ini adalah mendukung Wali Kota dan menyelesaikan jabatan Wakil Wali Kota dengan sebaik-baiknya sampai tuntas.
“Persaingan politik memang hal biasa, tapi jangan sampai ambisi pribadi mengorbankan kinerja pemerintahan. Kompetisi boleh, tapi jangan sampai merusak layanan yang sudah dirasakan warga sehari-hari,” terang Arlan.
Agar stabilitas tetap terjaga, Arlan menyarankan Wali Kota Ngatiyana dan Wakil Wali Kota Adhitia harus makin erat berkomunikasi dan menyatukan visi. Sementara itu, partai politik diminta menahan manuver yang memicu keributan. ingat, tahapan resmi Pilkada pun belum dimulai.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira memberikan tanggapannya seperti diberitakan sejumlah media online, sesaat setelah diusung partainya untuk maju di Pilwalkot 2029.
“Sebagai kader, prinsip kami adalah sami’na wa atha’na, mendengar dan taat. Jadi apabila partai memberikan kepercayaan dan tugas, saya pasti siap menjalaninya. Kalau memang ditugaskan dan masyarakat pun mendukung, kenapa tidak?” ujar Adhitia. (eri)






