JAKARTA, tujuhmenit com- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memang menjadi persoalan yang dilematis, Tercatat hampir 2.000 orang, sebagian besar anak-anak, diduga keracunan setelah menyantap menu MBG sejak Selasa (01/9/2026) hingga Kamis (03/9/2026).
Lokasi kejadian beragam. Mulai dari Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur; Kabupaten Rembang, Jawa Tengah; hingga Kabupaten Agam, Sumatra Barat; dan Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Data ini seperti yang dilansir BBC News.
Di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, korban terdampak telah mencapai 730 orang. Dari jumlah tersebut, 706 orang telah diperbolehkan pulang untuk menjalani rawat jalan, menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, pada Kamis (03/9/2026).
Para korban merupakan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. Mereka diduga keracunan setelah menyantap menu MBG. Selasa (01/09). Sejumlah sekolah di sana melaporkan anak didiknya juga mengalami gejala keracunan serupa.
Di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, sebanyak 276 orang diduga keracunan MBG. Mereka terdiri dari para murid jenjang SD, SMP, SMA, hingga guru.
Pemerintah daerah sudah menghentikan sementara distribusi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasia Laweh.
Kemudian di Bener Meriah, Aceh, sebanyak 16 orang terdiri dari 15 siswa SD dan seorang kepala sekolah dilarikan ke Puskesmas Lampahan, lantaran diduga keracunan MBG, Rabu (02/9/2026).
Para korban mengalami sejumlah gejala seperti pusing, mual, gatal hingga sedikit kesulitan bernapas setelah menyantap menu MBG.
Hingga kini belum ada satu orang pun yang ditetapkan sebagai tersangka.
Atas kasus dugaan keracunan MBG, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyatakan “kalau diidentifikasi ada kelalaian dan ada unsur pidana, mohon maaf, kami tidak bisa bantu”.
777 Orang Terdampak di Rembang
Sebanyak 777 murid dan guru SMA Negeri 1 Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah diduga keracunan usai menyantap MBG.
Mereka dilaporkan mulai mengalami gejala mual, muntah nyeri perut dan diare sejak Rabu (02/9) malam hingga Kamis (03/9/2026) pagi.
Kepala SMAN 1 Lasem, Juhartutik, mengatakan para murid dan guru mulai menyantap MBG pada Rabu (02/9/2026) siang sekitar pukul 12.00 WIB.
Saat itu menu yang disajikan dari SPPG Desa Soditan berupa nasi, ayam bakar, sambal teri, tempe goreng dan lalapan.
Pada Kamis (03/9/2026) sekitar pukul 07.30, ratusan murid mendadak berhamburan mengantre di toilet.
“Diare dan bergantian masuk toilet. Total ada 40 toilet sehingga tidak mampu menampung semuanya. Padahal malamnya sudah diare tapi baru laporan hari ini,” kata Juhartutik saat dihubungi wartawan Nugroho Dwi Putranto yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Kamis (03/9/2026).
Menurut Juhartutik, berdasarkan pendataan total ada sebanyak 777 murid dan guru SMAN 1 Lasem yang mengalami gejala keracunan.
“752 siswa dan 25 guru SMAN 1 Lasem diare,” ujar Juhartutik.
Disampaikan Juhartutik, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Puskesmas Lasem untuk meminta bantuan penanganan medis.
“Ditindaklanjuti dengan didatangkan tenaga kesehatan dan ambulans,” kata Juhartutik.
Pihak sekolah pun terpaksa memulangkan sebanyak 1.174 murid dan 95 guru serta karyawan sekitar pukul 08.30 WIB. Adapun murid terdampak diberikan kelonggaran untuk libur sekolah hingga beberapa hari ke depan.
“Kami juga meminta orangtua murid untuk terus memantau kondisi kesehatan anak, jika sakit dibawa ke puskesmas atau rumah sakit. Biaya penanganan medis ditanggung pemerintah,” kata Juhartutik.***






