Kota Cimahi, tujuhmenit.com – Ketahanan pangan adalah pondasi utama agar perekonomian tetap kokoh di tengah berbagai tantanga, mulai dari perubahan iklim, gejolak harga global, hingga gangguan jalur distribusi.
Agar pasokan aman, terjangkau, dan berkelanjutan, kuncinya ada pada peningkatan produktivitas, diversifikasi pangan, serta dukungan infrastruktur dan pembiayaan yang memadai.
Menyadari hal itu, Pemerintah Kota Cimahi kini bergerak memperkuat ketahanan pangan daerah. Strateginya difokuskan pada pemanfaatan lahan terbatas, pengembangan pertanian perkotaan, hingga pemberdayaan pelaku usaha makanan lokal guna mengantisipasi dampak musim kemarau panjang.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Cimahi, Tita Mariam, menjelaskan kota ini bukanlah penghasil pangan utama. Sebagian besar kebutuhan seperti beras masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. Karena itu, pembenahan harus dimulai dari memaksimalkan apa yang dimiliki.
“Kita dorong warga memanfaatkan ruang sempit menjadi sumber pangan sendiri. Mulai dari kebun bersama warga, berkebun di atap rumah, hingga budi daya ikan dalam ember atau budikdamber. Semua ini sangat cocok untuk wilayah perkotaan,” ungkap Tita, Kamis (30/7/2026).
Selain menambah stok pangan rumah tangga, Pemkot juga menggali potensi UMKM pengolah makanan lokal. Melalui pelatihan dan akses bantuan, produk hasil bumi dapat diolah menjadi barang bernilai jual lebih tinggi, awet, dan mudah disebarluaskan. Langkah ini sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga.
Pemantauan pasokan dan penataan harga pun terus dilakukan demi menjaga daya beli masyarakat. Sebagai benteng terakhir jika terjadi gangguan pasokan, Pemkot menyiapkan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) seberat 73.971,20 kilogram, yang terdiri dari 50.261,20 kilogram beras medium dan 23.710 kilogram beras premium. Seluruh stok ini disimpan dengan aman di gudang Perum Bulog Cabang Bandung. (eri)





