Renungan Kemerdekaan RI ke-81 : Sudahkah Indonesia Benar-benar Merdeka?

- Editor

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Pusat Bantuan Hukum KB FKPPI X Jawa Barat, Mochd Imron yc. S.H., M.H.. Foto: Ist.

Ketua Pusat Bantuan Hukum KB FKPPI X Jawa Barat, Mochd Imron yc. S.H., M.H.. Foto: Ist.


BANDUNG BARAT, tujuhmenit.com,- Pada tanggal 17 Agustus 2026, Bangsa Indonesia mengenang perjuangan para pendahulu yang berdarah-darah meruntuhkan belenggu penjajahan. 81 tahun telah berlalu sejak Sang Saka Merah Putih dikibarkan untuk pertama kalinya. Bangsa ini terbebas dari penjajah asing. Memiliki pemerintahan sendiri, hukum sendiri, dan kedaulatan yang diakui dunia. Namun di tengah gemuruh tepuk tangan dan nyanyian lagu kebangsaan, patut kita renungkan, sudahkah Indonesia benar-benar merdeka?


Pertanyaan ini dilontarkan Ketua Pusat Bantuan Hukum KB FKPPI X Jawa Barat, Mochd Imron yc. S.H., M.H., saat menyikapi makna dari kemerdekaan.

“Para pahlawan berjuang bukan sekadar untuk terlepas dari kekuasaan bangsa asing. Mereka menginginkan kemerdekaan sebagai jalan menuju keadilan, kemakmuran, dan kebahagiaan seluruh rakyat. Kemerdekaan itu berarti terbebas dari segala bentuk penindasan, ketidakadilan, dan perampasan hak milik rakyat,” kata Imron saat ditemui di kediamannya di Jln. Letkol G.A. Manulang, Padalarang, KBB, Sabtu (15/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masih menurut Imron, yang juga merupakan putra dari pejuang ’45 ini, di usia kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, kita masih disuguhi berita yang memilukan: kasus korupsi yang terus mewabah, pelanggaran hukum yang masih terjadi, dan rasa ketidakadilan yang masih dirasakan banyak kalangan. Uang rakyat yang seharusnya membangun negeri, diselewengkan oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Hukum yang seharusnya tegak lurus tanpa pandang bulu, kadang terasa berat bagi yang lemah dan ringan bagi yang berkuasa.

“Kita telah mengusir penjajah dari luar, namun tampaknya masih ada “penjajah dari dalam” yang merampas hak-hak rakyat. Korupsi adalah perampasan hak masa depan bangsa. Setiap rupiah yang dikorupsi berarti berkurangnya biaya pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan kesejahteraan rakyat. Ini adalah bentuk penindasan yang halus namun sangat merusak,” katanya.

Baca Juga  Pemprov Jabar Siapkan Posko Pengaduan THR Lebaran

Ketika hukum tidak berjalan seadil-adilnya, ketika pelanggaran hukum tidak ditindaklanjuti dengan tegas dan adil, maka kemerdekaan itu baru dirasakan oleh sebagian orang saja. Rakyat kecil merasa belum benar-benar merdeka karena merasa belum mendapat perlindungan dan keadilan yang layak.

Imron menegaskan, merdeka bukan sekadar bebas dari penjajahan fisik. Merdeka yang sesungguhnya adalah ketika keadilan ditegakkan, hukum berlaku sama bagi siapa saja, kekayaan dikelola dengan jujur untuk kemaslahatan rakyat, dan tidak ada lagi penindasan oleh siapa pun atas nama kekuasaan.

“Dengan masih maraknya korupsi dan pelanggaran hukum, kita boleh berkata: Kita baru merdeka secara lahiriah, namun belum sepenuhnya merdeka secara batiniah. Masih ada rantai yang harus diputus, yaitu rantai kelaliman, ketidakjujuran, dan penyalahgunaan kekuasaan,” kata Imron.

Memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-81 seharusnya bukan sekadar seremonial. Mari Imron menegaskan agar hari kemerdekaan ini, dijadikan momen sebagai pemicu untuk berjuang di masa kini. Bukan dengan senjata tajam seperti para pendahulu, melainkan dengan kejujuran, kepatuhan pada hukum, dan keberanian menegakkan kebenaran.

“Kepada para pahlawan, kita berjanji: Kemerdekaan yang telah kalian tumpahkan darah dan air mata untuk meraihnya, akan kita jaga isinya. Kita tidak akan membiarkan negeri ini dijajah kembali, oleh siapa pun dan dalam bentuk apa pun,” katanya.

Kepada seluruh warga Bangsa Indonesia, Imron pun menyampaikan Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang RI ke-81. Imron berharap, Semoga kemerdekaan bukan sekadar tertulis dalam piagam dan dikibarkan dalam bendera, melainkan benar-benar terasa dalam keadilan, kemakmuran, dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. (K 12) ***

Berita Terkait

Ngatiyana Akui Kemacetan Bukan Kesalahan Petugas, Tapi Tanggung Jawab Penuh Wali Kota Cimahi
Wali Kota Cimahi Mohon Maaf Atas Kemacetan, Proyek Infrastruktur Serentak Ditarget Selesai Akhir Tahun
Selain Tutup Informasi 6 Perusahaan Peserta Mikom Proyek SMPN 14 yang Gugur, Sekdis Beberkan Review DED yang Tak Diketahui Publik
Kantor RW 25 Melong Diresmikan: Wali Kota Sebut Ini Bukan Sekadar Bangunan, Tapi Rumah Bersama Warga
Rekayasa Lalin Underpass Gatsu Berlangsung hingga Desember, Warga Diminta Siap-Siap Macet
Sejumlah Proyek Infrastruktur Di Cimahi Segera Dimulai, Wali Kota Ingatkan Macet Bukan Alasan Terlambat
Oland Kembali Pimpin DK PWI Jabar, Jalankan Tugas Sesuai Amanat Organisasi!
Wali Kota Cimahi Turun Langsung, Pimpin Operasi Pemberantasan Miras di Leuwigajah

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:02 WIB

Ngatiyana Akui Kemacetan Bukan Kesalahan Petugas, Tapi Tanggung Jawab Penuh Wali Kota Cimahi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 07:05 WIB

Wali Kota Cimahi Mohon Maaf Atas Kemacetan, Proyek Infrastruktur Serentak Ditarget Selesai Akhir Tahun

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:50 WIB

Selain Tutup Informasi 6 Perusahaan Peserta Mikom Proyek SMPN 14 yang Gugur, Sekdis Beberkan Review DED yang Tak Diketahui Publik

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:48 WIB

Kantor RW 25 Melong Diresmikan: Wali Kota Sebut Ini Bukan Sekadar Bangunan, Tapi Rumah Bersama Warga

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:55 WIB

Rekayasa Lalin Underpass Gatsu Berlangsung hingga Desember, Warga Diminta Siap-Siap Macet

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:01 WIB

Ngatiyana: Jadikan HUT RI Sebagai Momentum Refleksi Pembangunan Untuk Kesejahteraan Rakyat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:39 WIB

Sejumlah Proyek Infrastruktur Di Cimahi Segera Dimulai, Wali Kota Ingatkan Macet Bukan Alasan Terlambat

Kamis, 13 Agustus 2026 - 05:49 WIB

Wali Kota Cimahi Turun Langsung, Pimpin Operasi Pemberantasan Miras di Leuwigajah

Berita Terbaru