Kemarau Panjang, Cimahi Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Urban Farming dan UMKM

- Editor

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Cimahi, tujuhmenit.com – Ketahanan pangan adalah pondasi utama agar perekonomian tetap kokoh di tengah berbagai tantanga, mulai dari perubahan iklim, gejolak harga global, hingga gangguan jalur distribusi.

Agar pasokan aman, terjangkau, dan berkelanjutan, kuncinya ada pada peningkatan produktivitas, diversifikasi pangan, serta dukungan infrastruktur dan pembiayaan yang memadai.

Menyadari hal itu, Pemerintah Kota Cimahi kini bergerak memperkuat ketahanan pangan daerah. Strateginya difokuskan pada pemanfaatan lahan terbatas, pengembangan pertanian perkotaan, hingga pemberdayaan pelaku usaha makanan lokal guna mengantisipasi dampak musim kemarau panjang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Cimahi, Tita Mariam, menjelaskan kota ini bukanlah penghasil pangan utama. Sebagian besar kebutuhan seperti beras masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. Karena itu, pembenahan harus dimulai dari memaksimalkan apa yang dimiliki.

“Kita dorong warga memanfaatkan ruang sempit menjadi sumber pangan sendiri. Mulai dari kebun bersama warga, berkebun di atap rumah, hingga budi daya ikan dalam ember atau budikdamber. Semua ini sangat cocok untuk wilayah perkotaan,” ungkap Tita, Kamis (30/7/2026).

Selain menambah stok pangan rumah tangga, Pemkot juga menggali potensi UMKM pengolah makanan lokal. Melalui pelatihan dan akses bantuan, produk hasil bumi dapat diolah menjadi barang bernilai jual lebih tinggi, awet, dan mudah disebarluaskan. Langkah ini sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga.

Pemantauan pasokan dan penataan harga pun terus dilakukan demi menjaga daya beli masyarakat. Sebagai benteng terakhir jika terjadi gangguan pasokan, Pemkot menyiapkan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) seberat 73.971,20 kilogram, yang terdiri dari 50.261,20 kilogram beras medium dan 23.710 kilogram beras premium. Seluruh stok ini disimpan dengan aman di gudang Perum Bulog Cabang Bandung. (eri)

Baca Juga  Wali Kota Cimahi Ngatiyana Luncurkan MPLS 2026, Bangun Kesan Pertama Hangat Bagi Ribuan Siswa Baru

Berita Terkait

Ngatiyana: Jadikan HUT RI Sebagai Momentum Refleksi Pembangunan Untuk Kesejahteraan Rakyat
Renungan Kemerdekaan RI ke-81 : Sudahkah Indonesia Benar-benar Merdeka?
Oland Kembali Pimpin DK PWI Jabar, Jalankan Tugas Sesuai Amanat Organisasi!
Peringati HUT RI Ke-81: Program PENARI Wujud Investasi Jangka Panjang Dalam Membangun Generasi Bangsa
PSEL Legok Nangka Segera Dimulai, Diprediksi Beroperasi 2029
KDM Nyatakan Perang Terhadap Peredaran OKT di Jawa Barat
“Pekan Ceria”, Disarpusda Cimahi Ubah Perpustakaan Jadi Ruang Bermain dan Belajar Anak
Dampak Positif Sayembara KDM, Angka Kriminalitas di Jawa Barat Menurun

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:01 WIB

Ngatiyana: Jadikan HUT RI Sebagai Momentum Refleksi Pembangunan Untuk Kesejahteraan Rakyat

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:19 WIB

“Pekan Ceria”, Disarpusda Cimahi Ubah Perpustakaan Jadi Ruang Bermain dan Belajar Anak

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:21 WIB

Kemarau Panjang, Cimahi Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Urban Farming dan UMKM

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:24 WIB

Hingga Sesi ke-31, 15 Km Kabel Semrawut di Cimahi Berhasil Dirapikan

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:56 WIB

Sudah 3 Hari Pengemudi Ojol Hilang, Keluarga Lapor Polisi!

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:14 WIB

Tanggapan Objektif Politisi Golkar, Bicara Pilkada Cimahi 2030 Masih Terlalu Dini

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:28 WIB

Tanah Hunian Lama Belum Bersertifikat, Ngatiyana Siap Perjuangkan Tanah Para Veteran

Selasa, 28 Juli 2026 - 00:17 WIB

Kemarau Datang, Hutan Gunung Paseban Kutawaringin Terbakar

Berita Terbaru

Sang saka merah putih berkibar. Foto: Ilustrasi

Nasional

FWK Kecam Penurunan Bendera Merah Putih di Banda Aceh

Minggu, 16 Agu 2026 - 13:23 WIB