CIMAHI, tujuhmenit.com- Terdapat peningkatan kasus suspek campak sepanjang tahun 2026 di Kota Cimahi. Dari total 155 kasus yang diperiksa, dipastikan 16 orang dinyatakan positif terjangkit penyakit tersebut.
Kepala Dinkes Kota Cimahi, Mulyati menjelaskan, data tersebut tidak hanya mencakup warga lokal. Sebagian pasien yang berobat di fasilitas kesehatan Cimahi ternyata berasal dari luar daerah.
“Fakta yang cukup mengejutkan, dari 16 kasus positif itu, 15 orang di antaranya belum pernah mendapatkan imunisasi campak atau vaksin MR,” kata Mulyati, Kamis (9/4/2026).
Ia menegaskan, layanan vaksinasi sebenarnya sangat mudah dijangkau. Layanan ini tersedia mulai dari rumah sakit, puskesmas, klinik, hingga bidan praktik mandiri.
Masyarakat Cimahi diimbau untuk lebih waspada. Kemudian segera periksakan diri ketika mengalami gejala awal seperti demam tinggi, batuk kering dan pilek, mata menjadi merah dan berair. Serta muncul bercak putih kecil pada bagian dalam mulut.
“Jika gejala tersebut muncul, jangan tunda untuk segera ke dokter atau puskesmas terdekat. Pasien akan diberikan Vitamin A untuk mencegah komplikasi berbahaya seperti radang paru-paru atau radang otak,” tambahnya.
Jika sakit berlanjut, maka pasien campak wajib melakukan isolasi mandiri minimal 4 hari setelah ruam muncul agar tidak menularkan penyakit kepada orang lain. Sehingga kasus suspek campak di Cimahi tidak terus meningkat.
Untuk mencegah penularan, masyarakat juga diimbau selalu menjaga kebersihan dan menerapkan etika batuk atau bersin yang benar. Namun, langkah paling ampuh tetaplah imunisasi.
“Vaksinasi terbukti sangat efektif membentuk kekebalan tubuh, sehingga anak terhindar dari penyakit ini,” pungkas Mulyati. (Eri)






