Kota Cimahi, tujuhmenit.com – Menghadapi kian terbatasnya kuota pembuangan ke TPA Sarimukti, Pemerintah Kota Cimahi bergerak tegas. Sebanyak 1.728 Aparatur Sipil Negara (ASN) kini disiapkan turun langsung ke tingkat RT untuk membimbing warga memilah sampah, dengan target mengelola 60% sampah sejak dari sumbernya.
Langkah ini masuk dalam program “Sapu Jagat RT” atau Sapa dan Peduli Lingkungan Bersama ASN di RT. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, menjelaskan tugas ASN tak sekadar sosialisasi, mereka akan menyambangi rumah demi rumah, mencatat data detail, lalu menyusun rencana penanganan sampah organik maupun anorganik di setiap wilayah.
“ASN akan bergerak di bawah arahan lurah dan camat, membentuk Satgas Sampah di tiap RT/RW. Bersama warga dan kelurahan, kami pastikan target 60% sampah selesai diurus di lingkungan masing-masing,” katanya, Minggu (26/7/2026).
Kebijakan ini menindaklanjuti Surat Keputusan Wali Kota yang membagi beban pengelolaan 60% ditangani mandiri di tingkat wilayah, dan 40% menjadi layanan Dinas Lingkungan Hidup. Tujuannya jelas yaitu kiriman sampah ke Sarimukti nantinya hanya tersisa sampah residu yang benar-benar tak bisa diolah lagi.
Saat ini Cimahi memproduksi sekitar 225–250 ton sampah setiap hari. Padahal kuota buang ke Sarimukti hanya 119 ton per hari. Artinya ada selisih besar yang wajib diselesaikan sendiri agar tidak terjadi penumpukan bencana di kota.
Meskipun capaian 60% belum merata sepenuhnya, Chanifah mencatat tren volume sampah yang dikirim ke TPA sudah mulai menurun perlahan.
Untuk mendukung keberhasilan pemilahan, jadwal pengangkutan kini diatur lebih ketat dan terbagi zonasi:
– Senin & Kamis: Kecamatan Cimahi Selatan
– Selasa & Jumat: Kecamatan Cimahi Tengah
– Rabu & Sabtu: Kecamatan Cimahi Utara
“Satu hari khusus sampah organik, hari berikutnya khusus anorganik. Jika ada tumpukan, harus tuntas di hari yang sama,” ujarnya.
Selain itu, pembersihan TPS juga digilir rutin per kecamatan, sebelumnya sekitar 1.200 ton sampah di titik penampungan sementara sudah berhasil dibersihkan. (eri)





