Ribuan Ikan Mati,  Petani Desak LH Garut Periksa Air Sungai Cicatur

- Editor

Sabtu, 7 Maret 2026 - 22:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ribuan ikan mati diduga akibat tercemarnya Sungai Ciatur di Citeureup, Desa Tegalsari,  Kec. Kadungora,  Kab.  Garut, Jumat (7/3/2026).

Ribuan ikan mati diduga akibat tercemarnya Sungai Ciatur di Citeureup, Desa Tegalsari,  Kec. Kadungora,  Kab.  Garut, Jumat (7/3/2026).


GARUT,  tujuhmenit.com- Petani budidaya ikan di Citeureup,  RW 8, Desa Tegalsari,  Kec. Kadungora,  Kab.  Garut, mengalami gagal panen yang diduga kuat akibat pencemaran sungai Ciatur. Padahal musim panen di bulan puasa ini adalah saat yang ditunggu-tunggu. Bukannya mendapat keuntungan, mereka malah menderita kerugian.

“Gara-gara kolam di kasih air dari selokan terjadi kematian ikan banyak itu selalu di bulan puasa, seingat saya sudah 3 kali puasa,” kata salah seorang petani,  Ronny Yaya,  Jumat (6/3/2026).

Masih kata Ronny, tadinya para petani berharap adanya keuntungan dalam kegiatan usahanya tersebut. Namun akibat kondisi air yang tercemar, mereka harus gigit jari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau ikan nila dan bawal per kilo harganya Rp 30 ribu,  jadi kurang lebih Rp 60 juta kerugian gara-gara air sungai yang kotor dan airnya hitam,” katanya.

Lanjut Ronyy, tadinya ikan-ikan tersebut mau di panen sebelum lebaran, namun kenyataan berkata lain. Ikan-ikan tersebut bergelimpangan mati setelah dia memanfaatkan air sungai Ciatur ke kolam-kolam ikannya.

“Korbannya bukan hanya saya,  ada tiga kolam lainnya yamg berdekatan dengan kolam saya juga menjadi korban,” katanya.

Sehubungan dengan persoalan tersebut pihaknya mengharapkan adanys solusi dari Dinas Lingkungan Hidup (LH). Karena dugaan pencemaran tersebut sudah berlangsung sekitar 3 tahun.

“Saya minta ada solusi dari LH selama ini apa atau bagaimana ? masih harus menunggu saya bangkrut dulu atau warga yang lain mengalami kerugian terus baru di benahi itu sungai Cicatur nya?,” keluhnya.

Ditegaskan Ronny, petugas dari LH Kab.  Garut sempat datang sekali untuk menanggapi masalah yang dikeluhkan para petani. Namun sampai saat ini,  tidak ada tidak lanjutnya.

“Dari Dinas LH Kabupaten Garut, pernah datang sekali ke kandang saya itu pun tidak ada solusinya,” jelasnya.

Baca Juga  Pasien Tak Punya Riwayat Imunisasi, Kasus Campak Meningkat

Ronny mendesak agar Dinas LH segera memeriksa aliran sungai Cicatur. Dan pihaknya berharap,  agar aliran sungai tersebut bisa kembali normal seperti sebelumnya dan bisa dimanfaatkan oleh warga untuk budidaya perikanan. (mail)

Berita Terkait

Media Harus Sajikan Informasi Akurat dan Berimbang, Wali Kota Pastikan ASN Cimahi Terbuka Berikan Klarifikasi
Samsat Cimareme Tertibkan Prosedur Cek Fisik Bantuan Pajak 5 Tahunan Plat Luar Kota Lewat Polantas Menyapa
Program Polantas Menyapa, Inovasi Pelayanan Presisi Samsat Cimahi
Pemkot Cimahi Catat Penurunan Tagihan Listrik Rp26 Juta Akibat WFH
Dukung Program MBG, Dinkes Cimahi Gelar Pelatihan Keamanan Pangan SPPG
Terkait Tudingan Jabatan Kadis DPKP yang Syarat Kepentingan, Amy Pringgo Buka Suara
Walikota Cimahi Berikan Pesan Pentingnya Kualitas dan Higienis
ASN Cimahi WFH Setiap Jumat, Fokus pada Hasil Kerja Bukan Sekadar Hadir

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 18:08 WIB

Garuda MP Deklarasikan Prabowo-Gibran Hingga Paripurna 2029

Rabu, 8 April 2026 - 07:44 WIB

Cara Masyarakat Pastikan Petugas Resmi Ukur Tanah BPN

Senin, 2 Maret 2026 - 11:18 WIB

Indonesia Berduka, Try Sutrisno Tutup Usia

Minggu, 1 Maret 2026 - 17:50 WIB

Pasca Serangan Brutal, 17 Penerbangan Bandara Soetta Dibatalkan

Sabtu, 28 Februari 2026 - 12:10 WIB

Jurnalis Mudah Bikin Marah Orang! Bagaimana Puasanya Kawan? 

Minggu, 22 Februari 2026 - 12:12 WIB

Noda Dosa Dibalik Profesi Jurnalistik, Mengapa Meminta Maaf?

Selasa, 17 Februari 2026 - 20:46 WIB

Catatan Hendry Ch Bangun: Ramadhan Ditengah Kelesuan Industri Media

Rabu, 11 Februari 2026 - 11:55 WIB

Minimnya Pengawasan Jadi Celah “Wakil Tuhan” Berperilaku Kotor!

Berita Terbaru